Inilah Kenapa Jalur Gerhana Matahari Melengkung

[Discussion in ‘Iptek‘ started by Abidah Andromeda, Mar 7, 2016.]

  1. Abidah Andromeda New Member

     

    Kenapa Jalur Gerhana Matahari Melengkung​
    [​IMG]

    Kemudian itu perhatikanlah pula daerah Umbra yang ditimbulkan gerhana Surya total yaitu daerah gelap sewaktu gerhana itu berlaku. Kalau benar pendapat Barat tentang posisi Bumi dalam orbit nya senantiasa dalam garis ekliptik, tentulah daerah Umbra itu berbentuk GARIS LURUS dari barat ke timur, tetapi kenyataannya melengkung ke UTARA atau ke SELATAN sesuai dengan gerak lenggang Bumi ke selatan dan ke utara garis ekliptik tersebut.

    Tentang ini para sarjana barat tidak mungkin memberikan keterangan tentang alasan dan penyebab, sebagaimana mereka juga tidak menerangkan kenapa BULAN yang mengorbit keliling Bumi tidak selalu tepat di ATAS garis ekuator Bumi, tetapi terdorong ke UTARA dan ke SELATAN.

    Kalau Bumi dikatakan mengorbit selalu dalam garis-garis ekliptik tentulah juga Bulan selalu berada di atas garis ekuator keliling Bumi.

    Mengenai gerhana Surya penuh, The Book of PopuIar Science jilid 3 halaman 130 menerangkan antara lain maksudnya, bahwa:

    a. Jarak Bulan dari Bumi rata-rata 239.000 mil, paling dekat 221.500 mil ketika kondisi dapat berlaku gerhana penuh dan paling jauh 252.000 mil.

    b. Gerhana total menyebabkan adanya Umbra yaitu daerah gelap penuh dan gerhana partial menyebabkan adanya Penumbra yaitu daerah agak gelap.

    c. Gerhana total selalu dimulai dengan gerhana partial dan disudahi juga dengan gerhana partial.

    d. Penumbra dan Umbra itu bergerak dari barat ke arah timur permukaan Bumi dengan kecepatan melebihi 1.000 mil perjam.

    e. Umbra ada sekira 167 mil diameter dan bergerak ke timur selama 7 ½ menit, didahului sekira 2.500 mil penumbra dan diakhiri dengan 2.500 mil penumbra.​

     

    [​IMG]

    Gerhana total hanya dapat berlaku pada waktu menjelang hilal Bulan atau pada tanggal 1 hari bulan Qamariah. Berdasarkan alinea a dan f di atas ini dapatlah diketahui bahwa Perihelion orbit Bulan berlaku pada setiap tanggal 1 hari bulan Qamariah , waktu mana Surya, Bulan dan Bumi berada dalam satu garis lurus, tetapi karena Bulan dan Bumi terdorong ke utara dan ke selatan sewaktu mengorbit, maka gerhana Surya TIDAK berlaku pada setiap tanggal 1 bulan itu. Lenggang Bumi tersebut dapat dibuktikan dari gambar daerah yang dilalui Umbra yang tidak dibicarakan dalam The Book of Popular Science tentang alasan dan penyebabnya:

     

    [​IMG]

    Pada gambar di atas ini terdapat empat kali gerhana Surya total yang berlaku pada tanggal dan tahun yang berbeda.
    Keempatnya tampak membentuk jalur gelap dari BARAT arah ke TIMUR dan kemudian membelok ke UTARA atau ke SELATAN. Keadaan pembelokan demikian harus mempunyai alasan dan salah satu cara untuk mendapatkannya hanyalah dengan menganalisa Ayat Suci Alquran.

    Kita sudah mengetahui bahwa mulai tanggal 22 Desember setiap tahun, Surya tampak bergerak ke arah UTARA, Padahal yang kejadian ialah Bumi kita sendiri yang bergerak arah ke selatan. lngatlah, Surya adalah pusat orbit yang dikitari oleh sepuluh planet termasuk Bumi ini. Demikian pula mulai tanggal 21 Juni Surya tampak bergerak arah ke SELATAN, padahal Bumi kita yang bergerak ke utara.

    Hal begitu tentulah menjadi masalah besar bagi ilmu astronomi, tetapi The Book of Popular Science tidak memperbincangkannya, tentang mana kita merasa bahwa penulisnya kelupaan atau belum mempunyai bahan analisa berdasarkan teori tentang orbit Bumi yang dianut.
    Namun jalur Umbra gerhana total tersebut adalah satu di antara sekian banyak bukti yang menerangkan bumi terdorong ke SELATAN dan ke UTARA garis ekliptik dalam orbitnya kini. Demikian pula yang berlaku pada planet-planet lain dalam daerah Tatasurya kita.

    Sesungguhnya besar sekali nilai ilmu tentang astronomi yang terkandung dalam beberapa Ayat Alquran, tetapi sayang, selama beberapa abad hanya disenandungkan tanpa penganalisan, dan kalau astronom Barat memakainya sebagai dasar perhitungan, akan meningkatlah pengetahuan mereka dengan cepat sekali.

    Antara lain Ayat-ayat Suci bermakna sebagai berikut:

    16/16. Dan kompas, dan dengan bintang (surya) itu
    mereka mendapat petunjuk.

    16/48. Tidakkah mereka melihat kepada apa yang ALLAH ciptakan dari sesuatu?
    Planet-planetnya (yang melakukan transit) melenggang dari selatan dan utara
    bersujud bagi ALLAH dan semuanya patuh.

    21/31. Dan KAMI jadikan di bumi batang magnet untuk memberi kekuatan pada mereka, dan KAMI jadikan padanya garis orbit zigzag semoga mereka mendapat petunjuk.

    25/45. Tidakkah engkau perhatikan betapa TUHAN mu memperganda (planet) yang melindungi? Kalau DIA menghendaki, DIA akan menjadikannya diam, kemudian KAMI jadikan (bintik-bintik di) surya keterangan atasnya.

    71/19. Dan ALLAH menjadikan untukmu bumi itu TERULUR (keluar garis ekliptik).

    71/20. Agar kamu tempati daripadanya garis orbit yang ZIGZAG.

    Jika digambarkan Surya sebagai suatu titik segitiga dan kutub magnet selatan dan utara Bumi menjadi dua sudut lainnya, sebagai tercantum pada gambar no. 2, maka terbentuklah segitiga samakaki yang selamanya berlaku dalam tarik-menarik antara Surya dengan bumi. Hal inilah yang dimaksud pada Ayat 16/16. Itulah yang dimaksud dengan petunjuk pada akhir Ayat Suci itu dan pada Ayat 21/31.
    Hubungan yang berbentuk segitiga samakaki tersebut tetap berlaku walaupun Bumi terdorong ke selatan dan ke utara garis EKLIPTIK.

    Keadaannya sebagai berikut:

     

    [​IMG]

    Pada Encyclopedia Americana 1975 buku 9 halaman 588 termuat keterangan yang artinya antara lain, bahwa tahun itu ternyata deklinasi rotasi Bumi 23°27’ dari garis ekliptik, dan penyimpangan demikian terus berkurang 0°75’ setiap 100 tahun, karena itu praktislah daerah kutub akan jadi SEMAKN LUAS.
    Jika keterangan ini diambil menjadi dasar perkiraan maka nantinya, sesudah 1.125 abad, penyimpangan tadi akan habis sama sekali. Surya akan selalu berada tepat pada garis ekuator keliling Bumi, akan tiadalah pergantian musim dan berulanglah kembali pemakaian manusia purbakala tentang penanggalan.

    Tetapi anehnya, buku itu tidak menerangkan sudah berapa lama deklinasi itu berlaku, berapa derajat dulunya, dan kenapa senantiasa berkurang setiap abad.

     

    [​IMG]

    Untuk ini perhatikanlah kembali catatan dari Bussiness Times.

    Pengurangan waktu pergantian musim dan perluasan daerah kutub demikian sudah menjadi ketetapan ALLAH sesuai dengan geologi termuat pada Ayat Suci yang artinya:

    13/41. Tidakkah mereka perhatikan bahwa KAMI mendatangi bumi, KAMI kurangi dia dari ujung-ujungnya (kutub-kutubnya)? Dan ALLAH memberi hukum, tiada pemberi resiko bagi hukum NYA dan DIA cepat dalam perhitungan.

    21/44. Malah KAMI beri kelengkapan orang-orang ini dan bapak-bapaknya hingga panjang umur atas mereka. Tidakkah mereka perhatikan bahwa KAMI mendatangi bumi, KAMI KURANGI dia dari ujung-ujungnya (kutub-kutubnya)? Apakah mereka orang-orang menang?

    36/37. Dan pertanda bagi mereka malam, KAMI hilangkan daripadanya (bumi itu) siang, ketika itu mereka kegelapan.

    36/38. Dan Surya bergerak untuk yang ditentukan baginya (kegelapan) itulah ketentuan Yang Mulia Mengetahui.

     Abidah Andromeda
Advertisements

Mustahil terbentuk, galaksi baru ini bukti kebesaran Tuhan?

Mustahil terbentuk, galaksi baru ini bukti kebesaran Tuhan?

Bramy Biantoro
Selasa, 19 Mei 2015 10:12

Para ahli astronomi yang berada di pusat observasi Keck di Hawaii baru saja menemukan sebuah jenis galaksi baru yang sangat unik. Bahkan, ilmuwan sebelumnya tidak berpikir galaksi jenis ini bisa terbentuk.

Hampir semua galaksi memiliki ciri yang hampir sama, mereka adalah kumpulan bintang-bintang dan terlihat bagaikan titik besar yang sangat terang. Galaksi mempunyai beberapa bentuk, misalnya spiral terpusat atau bola.

Yang jelas, gaya tarik inti galaksi membuat bintang-bintang yang ada di dalamnya terkumpul di bagian tengah dengan menyisakan beberapa saja di bagian pinggir.

Namun, teori bentuk galaksi yang dipercaya selama puluhan bahkan ratusan tahun itu seketika runtuh dengan ditemukannya galaksi Dragonfy 44 yang terletak di gugusan (kumpulan) galaksi Coma. Gugusan galaksi Coma sendiri terletak 300 juta tahun cahaya dari Bumi, tepatnya di sekitar gugusan bintang Leo.

Dengan ukuran hampir sama dengan galaksi Bima Sakti, galaksi Dragonfy 44 hanya mempunyai jumlah bintang setara dengan satu persen bintang yang ada di galaksi kita.

Selain itu, Dragonfy 44 tidak memiliki bentuk layaknya galaksi kebanyakan, tetapi lebih menyerupai awan. Bintang-bintang di Dragonfy 44 tidak terkumpul di pusat, namun tersebar di seluruh bagian galaksi. Oleh karena itu, ilmuwan mengatakan galaksi seperti ini menentang teori gravitasi dan seharusnya tidak bisa terbentuk.

“Tantangan terbesar kita sekarang adalah mengungkap misteri bagaimana galaksi jenis baru ini terbentuk. Apakah galaksi Dragonfy 44 adalah galaksi yang gagal terbentuk sempurna? Apakah mereka awalnya galaksi utuh namun terpengaruh oleh galaksi lain sehingga pecah? Atau apakah Dragonfy 44 adalah galaksi yang terlontar dari gugusannya dan tersesat di angkasa?” ujar Roberto Abraham, salah satu ahli antariksa di pusat observasi Keck, Gizmodo (18/05).

Senada dengan Roberto Abraham, pakar astronomi dari Universitas Yale, Pieter van Dokkum, mengatakan bila ini suatu keajaiban mengingat galaksi Dragonfy 44 bisa terus ada tanpa terpecah lebih jauh.

Lalu, apakah galaksi Dragonfy 44 adalah bukti kebesaran Tuhan yang baru saja ditemukan manusia?

Mustahil terbentuk, galaksi baru ini bukti kebesaran Tuhan?.

Sejarah Terlupakan, Hajar Aswad Pernah Hilang Selama 22 Tahun

29421_1483180723849_1363776334_31340471_2194491_n1
Selepas perluasan Masjidil Haram oleh Khalifah Ahmad bin Thalhab Al-Mu’tahid, terjadi dua peristiwa penting di masa kekhalifahan Ja’far bin Ahmad Al-Muqtadir. Pertama, dia memperluas masjidil Haram di area sebelah barat laut. Kedua, terjadi pencurian Hajar Aswad oleh sekte Qaramithah yang mula-mula tumbuh dan berkembang di Kufah pada tahun 277 H.

Hamdan bin Asy’ats mula-mula membawa ajaran kebatinan ini Kufah, untuk kemudian menyebarkannya hingga ke Syam, Irak, Yaman dan Hijaz. Khalifah Ahmad bin Thalhab Al-Mu’thadid berusaha menghancurkan sekte sesat ini, hingga mereka hancur di Kufah dan Syam. Namun, salah seorang jebolan sekte tersebut, Abu Said Al-Husain Al-Janabi, berhasil menyerukan ajarannya di Bahrain pada tahun 287 H dan anaknya, Abu Thahir Sulaiman bin Abu Said Al-Husain Al-janabi, membangun kota Ihsa sebagai basis pemerintahan dan pertahanan.

Menurut Ibnu katsir, pemimpin sekte ini, Abu Muhammad ‘Ubaidillah bin Maimun Al-Qadah mulanya adalah seorang Yahudi yang berprofesi sebagai tukang emas. Dia kemudian masuk Islam dan mengklaim sebagai ahlul bait. Banyak orang-orang suku Barbar dari Afrika yang kemudian percaya padanya sehingga dia berhasil menguasai wilayah-wilayah tersebut.

Siapapun sebetulnya mereka, yang jelas Abu Thahir Sulaiman bin Abu Said Al-Husain AL-Janabi menyerang Masjidil Haram. Penyerangan dilakukan dengan senyap. Sekelompok orang dari mereka bergabung bersama jamaah haji irak dipimpin oleh Manshur Ad-Dailami. Bersama-sama, rombongan jamaah haji itu masuk ke dalam Masjidil Haram, masing-masing khusyuk melaksanakan ibadah.

Ketenangan itu tiba-tiba pecah ketika tentara sekte Qaramithah mengeluarkan pedang dan melakukan pembantaian. Para jamaah lari tunggang-langgang untuk menyelamatkan diri. Sebagian pasrah dengan berpegang kelambu Kakbah. Satu demi satu jamaah yang panik itu jatuh terkena sabetan pedang.

Abu Thahir lalu berdiri di pintu Kakbah. Dengan dikawal tentaranya, dia berkata dengan angkuh, “Aku adalah Allah. Aku bersama Allah. Akulah yang menciptakan makhluk-makhluk dan aku pula yang membinasakan mereka.”

Pembantaian terus berlangsung. Tubuh-tubuh menjadi mayat bergelimpangan memenuhi Masjidil Haram. Darah mengotori lantai tempat suci itu. “Kuburkan mereka di sumur zam-zam!” perintah sang kepala pemberontak.

Sumur pun dibongkar dan dirusak. Mayat-mayat jamaah diseret dan dilemparkan ke dalamnya. “Copot pintu Kakbah, lepaskan juga kiswahnya !.”

Pintu Kakbah didobrak dan kiswahnya dilepaskan. Ketika diserahkan kepada Abu Thahir Sulaiman, kiswah itu dirobek-robek. “Kau, naiklah ke atas Kakbah dan copotlah talangnya !.”

Orang itu lalu naik ke atas Kakbah, namun ketika hendak mencopot talang, dia terjatuh dan mati saat itu juga. Semua orang terkejut. Mereka terdiam. Namun, kesombongan telah membutakan mata hati kepala pemberontak itu. Dia berteriak, “Bongkar Hajar Aswad !”

Kini pasukan itu bergerak ke sudut dekat pintu, berusaha mencongkel batu tersebut. Begitu berhasil dicongkel, batu itu terjatuh dan pecah menjadi 8 bagian. Mereka mengumpulkan kedelapan pecahan batu itu dan bersiap membawanya keluar Makkah. Sebelum meninggalkan masjid suci itu. Abu Thahir Sulaiman masih sempat berteriak, “Mana burung-burung Ababil ? Mana bebatuan dari neraka Sijjil ?”

Ketika mereka hendak meninggalkan Mekkah, Amir Mekkah dan keluarganya datang menghadang, “Kembalikan kepada kami Hajar Aswad dan seluruh kekayaanku akan kuserahkan padamu”

“Aku membawanya berdasarkan perintah” jawab Abu Thahir Sulaiman, “maka aku akan mengembalikannya hanya jika ada perintah.” Amir Mekkah dan keluarganya lalu dibantai tanpa ampun.

Pecahan-pecahan Hajar Aswad dinaikkan ke punuk beberapa unta, yang setiap dari mereka berjalan tertatih-tatih akibat kepayahan. Punuknya konon berdarah dan mengeluarkan nanah. Abu Thahir beserta rombongannya pergi menuju Kota Ihsa.

Setibanya di Ihsa, dia menantang setiap khalifah negeri Islam untuk datang mengambil Hajar Aswad. Namun, saat itu negeri-negeri Islam terpecah dan nyaris tidak memiliki pasukan yang tangguh.

Ketegangan penyebuan dan pencurian Hajar Aswad yang menelan tak kurang dari 30.000 jamaah dan penduduk Mekkah tersebut. Selama 22 tahun, Hajar Aswad berada di kota Ihsa. Sebagian sejarawan menyebut di kota Hijir, Arabia Barat.

Terdapat beberapa pendapat mengenai skenario kembalinya Hajar Aswad ke kakbah. Menurut Ahmad Al-Usairy, Hajar Aswad dikembalikan setelah ada permintaan raja Fathimiyyah Mesir kepada pemimpin sekte Qaramithah.

Ada yang menyebutkan Hajar Aswad dikembalikan setelah khalifah Al-Fadhl bin Ja’far yang bergelar Al-Muthi’illah menebusnya dengan uang sebesar 3.000 dinar.

Pendapat lainnya menyebutkan, Hajar Aswad dikembalikan atas kesadaran Abu Thahir Sulaiman sendiri. Alkisah, Abu Thahir membawa pecahan Hajar Aswad dan menggantungkannya di tiang-tiang Masjid Kufah agar semua orang melihatnya. Kemudian, dia menulis sebuah ketetapan, “Kami dahulu mengambilnya atas sebuah perintah dan kini mengembalikannya juga atas sebuah perintah agar manasik haji umat menjadi lancar.”

  • Hajar Aswad dikirimkan kembali ke Mekkah di atas seekor unta, yang berjalan dengan sigap tanpa kepayahan. Rombongan pembawa Hajar Aswad itu tiba di Mekkah bulan Dzulqa’dah tahun 339 H.
  • Abu Thahir diceritakan menderita lepra hingga meninggal, ada pula yang menyebut sekte itu hancur di tangan Abdullah Al-Uyuni.

    Hajar Aswad yang pecah menjadi 8 bagian itu kemudian direkatkan pada sebuah batu besar, diikat dengan lingkaran perak, dan ditaruh kembali di tempatnya semula di salah satu sudut Kakbah.

    Sumber
    media.ikhram.com
    Irfan L.Sarhindi, The Lost of Story Ka’babh : Fakta-fakta mencengangkan seputar Baitullah

    Misteri Sisi Gelap Merkurius Terungkap

    Misteri Sisi Gelap Merkurius Terungkap.

    Merkurius jadi tempat pembuangan sampah Tata Surya
    .
    Oleh: Amal Nur Ngazis, Agus Tri Haryanto

    Meski berada di posisi terdepan langsung berhadapan dengan Matahari, Planet Merkurius memiliki ‘sisi gelap’ tersendiri, sebab mempunyai permukaan yang gelap. Bahkan, warna gelap tersebut jauh melebihi dengan apa yang kita lihat ke bulan.

    Namun, teka-teki ‘sisi gelap’ Merkurius tersebut terjawab oleh para ilmuwan dari Brown University, Rhode Island, Amerika Serikat. Para ilmuwan ini mengungkapkan, gelapnya permukaan planet tersebut diakibatkan Merkurius jadi planet ‘tempat pembuangan sampah’ Tata Surya.

    Dilansir dari Independent, Selasa, 31 Maret 2015, Merkurius memiliki warna gelap non-keperakan pada permukaannya. Warna itu karena planet tersebut dilapisi oleh debu karbon berusia miliaran tahun. Debu karbon ini, berasal dari komet yang kemudian menempel di permukaan Merkurius.

    Sebelumnya, para ilmuwan cukup heran dengan permukaan Merkurius yang begitu gelap. Padahal, dilihat dari tatanan posisinya, planet ini berada di posisi terdepan atau langsung berhadapan dengan Matahari. Jarak Merkurius dan Matahari hanya sekitar 36 juta mil atau setara dengan 57,9 juta kilometer.

    Bersama Venus dan Bumi, Merkurius mendapat sebutan sebagai planet yang orbitnya di dalam sabuk asteroid. Dari segi ukurannya, Merkurius menjadi planet terkecil dari delapan planet lainnya yang terkenal di Tata Surya.

    Kemudian, ilmuwan Brown University ini menjelaskan debu komet yang kini melapisi permukaan Merkurius tersebut, terdiri dari unsur 25 persen karbon berat. Dengan demikian, para ilmuwan ini mengatakan Merkurius permukaannya dicat oleh debu komet, sehingga tampak gelap.

    “Sudah lama hipotesis misteri gelap menjelaskan permukaan Merkurius tersebut. Satu hal yang belum dianggap, bahwa Merkurius menjadi pembuangan bahan (debu) berasal dari komet,” ujar Megan Bruck Syal, salah satu peneliti Brown University.

    Hasil pengungkapan misteri gelapnya permukaan Merkurius ini, diterbitkan ke dalam jurnal Nature Geoscience.

    Selasa, 31 Maret 2015 | 10:06 WIB

    Batu Satam, Batu Meteor yang Jatuh di Belitung

    001319300_1422351175_Satam_Stone_02

     

    Apabila Anda memandang langit malam yang bersih tak berawan, Anda dapat melihat indahnya benda-benda langit yang memancarkan cahaya warna-warni. Entah itu bintang, planet, atau apapun. Satu fenomena langit yang juga indah dipandang adalah hujan meteor. Meteor merupakan hasil pecahan objek celestial seperti asteroid atau komet kala jatuh ke Bumi dan bergesekan dengan atmosfernya. Batu meteor ini dapat ditemukan di berbagai negara. Salah satunya di Indonesia.

    Di daerah Belitung terdapat batu meteor hitam pekat dan mengkilat yang disebut dengan batu Satam. Seperti dilansir dari Indosiar.com pada Jumat (30/1/2015), kata `Satam` diberikan oleh warga keturunan Tionghoa kepada batu itu, dimana `Sa` berarti `Pasir` dan `Tam` berarti `Empedu` sehingga `Satam` artinya `Empedu Pasir`. Door J.C. Mollema (18811946), dalam bukunya berjudul ` De Ontwikkling Van Het Eiland Billiton-Maatschappij` menjelaskan, bahwa batu meteor di daerah Belitung disebut dengan istilah `Billitonite` oleh Ir. N Wing Easton dari Akademi Amesterdam di Belanda.

    Saat ini sebagian masyarakat mempercayai, bahwa batu Satam memiliki kekuatan magis sebagai penangkal dan penolak racun atau makhluk gaib semisal jin. Kepercayaan mistis semacam ini memang menjadi satu fenomena lazim di Indonesia. Bukan hanya batu Satam yang menjadi objek mistifikasi masyarakat. Batu-batu lain, semacam akik pun kerap menjadi objek kepercayaan mistis sebagian masyarakat.

    094936400_1422351172_Satam_Stone_01

    Mengenai orang-orang yang suka batu cincin karena unsur kleniknya, Sujarwanto Rahmat M. Arifin yang merupakan salah seorang komisioner Komisi Penyiaran Indonesia dan menaruh perhatian pada batu akik sejak 4 tahun lalu mengemukakan pendapatnya, Rabu (21/1/2015). “Memang ada sebagian orang yang suka batu akik karena kepercayaan kleniknya. Untuk hal ini merupakan tugas pemuka-pemuka agama untuk terus menyuarakan apa yang harusnya menjadi pedoman dalam berkegiatan, termasuk kegemaran akan batu cincin,” ucap Sujarwanto.

    Sujarwanto sendiri mengaku, bahwa ia bukan orang yang percaya dengan kandungan magis dari batu-batu. Namun ia meyakini, bahwa sebagaimana benda alam lain, batu-batu tersebut juga memiliki energi, sesuai dengan kandungan mineralnya. Energi dari kandungan-kandungan mineral dalam batu-batu tersebut diyakini akan berinteraksi dengan energi dari kandungan-kandungan mineral dalam tubuh manusia pemakainya. Untuk batu Satam, Sujarwanto menjelaskan, bahwa batu tersebut memiliki energi panas seperti api sehingga batu tersebut tak cocok bila dikenakan oleh orang yang tempramennya tinggi.

    Dalam hal pariwisata, batu Satam menjadi salah satu daya tarik Belitung. Para pelancong yang menikmati wisata pulau penghasil timah itu, banyak yang berusaha menyempatkan diri untuk membeli batu Satam, yang telah diolah menjadi kalung, giwang, bros, cincin, tasbih, tongkat komando dan lain sebagainya.

    Asal muasalnya sebagai benda langit memang menjadi daya tarik tersendiri bagi batu-batu meteor. Melansir artikel NationalGeographic.com berjudul 5,000-Year-Old Bead Made From Meteorite yang terbit pada 31 Mei 2013, batu-batu meteor ternyata sudah digunakan oleh bangsa Mesir kuno sebagai bagian peradabannya. Hingga kini pesona batu-batu meteor tampaknya masih memukau banyak orang.

    Artikel situs berita The New York Times berjudul `Luxury, With More Mechanics and Less Bling` tertanggal 18 Januari 2015 menyebut sebuah jam tangan mewah bernama Jaeger-LeCoultre New Master Calendar di pameran Salon International de la Haute Horlogerie yang dibuat dengan komponen batu meteor. Batu meteor itu berasal dari sabuk asteroid yang terdapat antara planet Mars dan Jupiter.

    048785100_1422351176_Watch_Jaeger_Lecoultre_Ma

    Sumber: Liputan6

    Pencarian MH370 Buka Selubung Misteri Samudera Hindia

    Percaya atau tidak, ternyata saat ini, peta permukaan dasar Samudera Hindia bagian selatan itu masih penuh misteri. Ini tak ada kaitan dengan kepercayaan di masyarakat Jawa bahwa di sana bersemayam Nyi Roro Kidul. Namun, kawasan sepi dan dingin di lautan dalam itu sampai saat ini belum terpetakan. “Peta permukaan Planet Mars masih lebih baik,” demikian dikatakan koresponden BBC Richard Westcott.

    Dan ternyata pencarian masif dan marathon terhadap pesawat Malaysia Airlines MH370 mulai membuka selubung misteri tersebut. BBCnews segmen Asia pada Selasa (30/9/2014)mengunduh beberapa foto “rahasia” bentang dasar laut, gunung api bawah laut, dan lain-lain, di Laut Hindia Selatan.

    Foto-foto tersebut merupakan produk ikutan dari pencarian MH370. Pesawat Boeing B-777-200 dengan 239 penumpang, ditambah pilot-kopilot dan awak kabin, lenyap secara misterius pada 8 Maret lalu. MH370 dinyatakan hilang dalam penerbangannya dari Kuala Lumpur menuju Beijing, China, namun jejaknya ditemukan jauh melenceng menjadi ke sebelah lautan Hindia.

    Sebanyak 26 negara terlibat dalam pencarian MH370 namun hingga memasuki bulan keenam sejak dia hilang, hasilnya masih nihil. Belum ada petunjuk apapun tentang di mana MH370 itu kini berada.

    Tim Biro Keselamatan Transportasi Australia menjadi ujung tombak pencarian di Laut Hindia Selatan itu memakai teknologi sonar. Prioritas pencarian ditetapkan di dasar Laut Hindia Selatan itu.

    Dasar penetapan lokasi itu adalah “desing” yang dilepaskan instrumen di dalam pesawat terbang Boeing B-777-200 itu yang ditangkap oleh satelit. Desing itu serupa dengan efek pancaran gelombang elektromagnetik antara telefon seluler yang ditempatkan di samping pengeras suara.

    Telepon genggam itu terus-menerus memancarkan gelombang elektromagnetik untuk memastikan posisinya terhadap daratan.

    Namun “desing” itu tidak sanggup memberi lokasi persis MH370. Hanya sebuah perkiraan sebuah lokasi yang terhampar seluas 60.000 kilometer persegi atau sekitar setengah luas Pulau Jawa. Terbayangkan susahnya? Mencaripesawat yangjatuh disebuah gunung saja–yang luasnya lebih terbatas dan pesawat itu diam –sudah sulit, apalagi di dasar lautan yang bisa menggeser lokasi pesawat.

    Tapi para pencari itu tidak lekas menyerah. Mereka mengerahkan dua atau tiga wahana selam laut dalam untuk menyisir dasar laut itu, inchi demi inchi.

    Namun data yang dihasilkan belum lah mampu untuk menjejak sebuah pesawat. Resolusinya masih terlalu kasar. Apalagi itu bukan kawasan yang mudah. Permukaan dasar laut itu bukanlah permukaan datar.


    Broken Rigde lokasi pencarian MH370 di samudera hindia selatan (BBCnews/Pemerintah Australia)
    Pakar kelautan dari Pusat Oseanografi Nasional Australia, Simon Boxall, menuturkan, tanjakan-tanjakan di bentang dataran dasar laut di sisi selatan Broken Ridge (kawasan bawah laut tempat diduga pesawat itu terbaring) berukuran lebih besar ketimbang Ben Nevis (pegunungan di dekat Skotlandia yang merupakan kawasan wisata favoritdi Inggris).

    “Dengan bentang sepanjang 5.000 meter dan tinggi 1,5 kilometer dari dasar samudera, menjadikan Pegunungan Alpen di Eropa seperti kaki bukit saja (dibanding Broken Ridge),” katanya.

    Kondisi itu membuat peta sonar menjadi sangat vital dalam upaya pencarian. Supaya wahana pencari laut dalam itu tidak tidak terjerembab ke dalam bukit atau celah pegunungan. Peralatan itu bergerak di dasar laut dengan ditarik oleh sebuah kabel superkuat sepanjang 10 kilometer.

    “Tersangkutnya kabel bisa merusak alat pencarian, atau malah terputus sama sekali, sehingga peta dasar laut itu menjadi sangat penting,” kata Boxall.

    Wahana pencari dasar laut itu memiliki penebar sonar untuk menjejak adanya benda aneh, dilengkapi kamera untuk memastikan itu sebuah potongan pesawat terbang atau hanya sebuah karang. Juga ada hidung elektronik yang dapat mengendus bahan bakar pesawat, walaupun itu sudah terlarung air laut.

    Namun berbagai upaya yang mahal itu belum menjamin berhasil. “Operasi menemukan MH370 merupakan pencarian paling rumit dalam sejarah,” tulis Richard Westcott. Sehingga, mungkin dalam beberapa bulan ke depan kita akan menemukan sebuah titik terang. Kita mungkin sama sekali tidak akan menemukan bangkai pesawat tersebut dan tetap akan menjadi misteri dalam sejarah kedirgantaraan.

    http://forum.viva.co.id/showthread.php?t=1787837
    Reply With Quote

    Menguak Misteri Terselubung Samudera Hindia dan Pantai Selatan Jawa

    Menguak Misteri Terselubung Samudera Hindia dan Pantai Selatan Jawa

    Saking luasnya, samudra Hindia bukanlah pilihan jalur pelayaran, maupun penerbangan. Selain itu juga karena banyak cerita misteri yang terjadi di Samudera Hindia. Kacaunya navigasi (lebih tepatnya: dikacaukan) membuat armada laut maupun udara menghindari jalur samudra Hindia. Benarkah? ya itu menjadi misteri

    Lalu Apakah gerangan yang terjadi/ada di tengah-tengah samudra Hindia?, Benarkah di tengah samudra Hindia sama sekali tidak terdapat daratan seperti peta-peta yangg dihasilkan oleh satelit? Atau benarkah mitos tentangg adanya Area36 dengan skala sangat besar disana. Sebenarnya Columbus tersesat saat “menemukan” benua Amerika?

    Kajian-kajian keilmuan belum memastikan apa yang ada di dalam/dasar samudra Hindia. Mungkin juga “di atas” samudra Hindia? Seberapa presis hasil foto satelit tentang area yang sangat luas tersebut? Sementara tinjauan secara metafisika terhadap samudra Hindia yang luas itu pun selalu mendapat tentangan.

    Atlantis? Atlantik? Dewi Atlantik? Ni Mas Pagedongan? Coba amati: koordinat 16°11’53.69″S,112°51’47.47″E ..disana akan tertera bentuk kontur di bawah samudra Hindia berbentuk tapak tangan. Serius sekali pembahasan kali ini. Harus! Ini Nuswantara bung! Pusat peradaban dunia!. Betulkah pendapat, bahwa teknologi manusia saat ini sudah mumpuni sehingga mampu melacak semua titik di daratan maupun lautan? Agak kurang meyakinkan.
    Coba amati koordinat 14°31’8.86″S,117° 8’45.77″E terlihat seperti benteng di dasar laut yang panjangnya sekitar 721 km dengan lebar 14 km. Atlantis ada di samudra Hindia? wow menarik sekali .. Tapi apa mungkin?

    Apa hubungannya antara Atlantis (yang konon tenggelam) dengan seorang tokoh bernama Ni Mas Pagedongan? Seandainya ada beberapa teman dari Angkatan Laut atau Angkatan Udara yang mau menyempatkan waktunya bercerita tentang istana emas yang pernah mereka lihat di samudra Hindia.  Sama seperti cerita-cerita penampakan UFO, cerita-cerita tentang penglihatan hal-hal aneh di samudra Hindia pun pasti dianggap bualan.

    Lalu apa hubungan antara Atlantis dengan nuswantara (Indonesia saat ini)? Konon katanya bencana yg hebat menenggelamkan Atlantis ke dasar samudra Hindia. Benarkah? saya agak kurang yakin dengan itu semua. Tinjauan Nuswantara, Atlantis adalah sebuah area sekelas kadipaten dari sebuah area induk. Lalu Apa sih Nuswantara itu? Sebuah area sebatas dari Sabang sampai Merauke?jadi apakah dapat dibilang Majapahit is the tip of the Atlantis. Nuswa atau Nusa dan Antara adalah sebuah tempat yg dapat ditinggali (sansekerta kuno), tidak sebatas pulau, bisa juga lautan dan angkasa!

    Jadi, dari manakah atau kenapa disebut sebagai Nuswantara? Apakah itu berarti area kekuasaan atau jelajahnya tak terbatas?. Kata Antariksa telah tertera pada beberapa kamus atau serat-serat kuno. Tak asing bagi leluhur kita untuk “bermain2” dengan kata tersebut.

    Eh apa itu leluhur? Gampang, urutkan ke atas silsilah keluarga kita sampai mentok, gimana pusing kan?, Jadi apa hubungannya leluhur kita dengan Nuswantara, Atlantis, Lemuria, bahkan Majapahit? Lalu apakah kebetulan bila kita lahir di Indonesia dan “mewarisi” Nuswantara? Tentu bukan kebetulan, setidaknya bagi saya sebagai orang Jawa. Ohya, ini posisi koordinat yang disebutkan tadi tentang telapak tangan di samudra Hindia

    Ini masih agak ilmiah, bagi yang suka mengamati peta dunia ataupun globe, coba perhatikan komposisi daratan & lautan antara utara & selatan. Sebagian daratan di bumi cenderung berada di belahan utara. Lautan (air) sebagian besar di belahan selatan. Tdk seimbang bukan? Tentu saja BJ (Berat Jenis) daratan lebih besar BJ (Berat Jenis) air. Akan tetapi bumi berputar pada porosnya dalam keadaan seimbang. Kebetulan kah?. Atau ada bagian daratan di belahan selatan bumi yang tidak terdeteksi oleh satelit, sehingga putaran bumi menjadi seimbang. Atau ada “sesuatu” di belahan bumi bagian selatan yg mempunyai membuat daratan bagian utara sehingga seimbang?

    Garis imajiner baku di tlatah Mataram ini adalah selatan ke utara; laut selatan – istana (kraton) – gunung (merapi). Begitu jg dengan konsep penempatan istana (kraton) induk di hampir semua daerah di Indonesia: lautan-istana-gunung. Mengapa harus menghadap ke selatan? Mengapa tdk membelakanginya? Ini menarik. Kembali ke alur cerita. Lalu kenapa gunung menjadi salah satu titik penting dalam struktur area di sebuah kerajaan?. Gunung menjadi sebuah simbol tentang seauatu yang bersifat luhur, agung & suci sehingga banyak tafsir mengenai ini.

    Sebagian menganggap bahwa gunung adalah tempat para dewa bersemayam. Sebagian menganggap bahwa gunung adalah arah manusia “pulang”. Bagi masyarakat jawa kuno, gunung adalah pengayom, sebuah kekuatan spiritual yg mengayomi manusia baik secara individu, maupun kelompok. Oleh karena itu, struktur yang benar menurut spiritual jawa, gunung bertempat di belakang kraton sebagai pamong.

    Sementara itu, saya ambil contoh struktur kraton Ngayogyakartahadiningrat, ini membingungkan (bagi yang bingung) karena kraton menghadap ke utara!. Padahal seharusnya menghadap ke selatan ke arah laut selatan. Kenapa?, Sementara itu juga, posisi orang yang dimakamkan menghadap ke utara (kepala di utara, kaki di selatan). Bangunan keraton menurut spiritual jawa adalah representasi dari bangunan tubuh manusia. Mulai dari kedua kaki sebagai gapura & berakhir di kepala. Jadi arah bangunan kraton di Jogja salah?

    Lalu ada apakah di arah barat daya nun jauh disana?adalah sebuah titik di samudra Hindia yang menjadi sentral dari konstelasi situs-situs di Indonesia?, dari daratan yang “tersisa” & tampak di negri ini yang tegas bersentuhan langsung dengan lautan di belahan selatan adalah sumatra, jawa & bali. Begitu banyak situs bertebaran di pulau-pulau ini, sudah ditemukan, sedang & bahkan belum ditemukan. Kebetulan kah?. Begitu banyak reruntuhan candi yg bertebaran di sepanjang sumatera & jawa. Seperti semacam kode ataupun puzzle yang sengaja dibuat utk dirangkai. Dalam paham spiritualisme jawa (tdk semua sepaham), candi bukanlah tempat pemujaan.

    Kata candi, ditulis dalam rontal-rontal kuno, adalah sebagai çandi (syandi) seperti penulisan pada kata çaka (syaka). Jadi apakah ini sebuah #kode ?

    Balik lagi soal arah barat daya yang mengarah ke sebuah lokasi di samudra Hindia. Bila benar ada Atlantis disana, bubarlah peradaban manusia! seru kalo peradaban(buatan) manusia saat ini bubar. Sejarah manusia ambyar sama spt analisa ambyar, bahwa dunia barat adalah hebat!. Tanpa disadari, perjalanan sejarah manusia penuh dengan mitos. Menjadi benar & salah adalah tergantung dari kepentingan sesaat. Begitu pula dengan cerita-cerita klasik yang pernah ada, seperti Ramayana, Ciung Wanara, burung Phoenix dsb. Benarkah sekedar cerita atau mitos belaka?. Kita terbiasa (sengaja dibiasakan) utk menjadikan ceritacerita tsb sekedar menjadi cerita, sehingga Rama selalu benar & Rahwana selalu jahat. Dalam rontal-rontal tua jawa, banyak kejadian yang hanya diartikan sebagai sebuah cerita klasik, hanya dimaknai sebagai wejangan, wewarah, bukan sebagai catatan sejarah.

    Kanjeng Ibu Ratu Kidul digambarkan menjadi sosok yang gaib, jauh dar sifat luhur & mulia. Apalagi Nyai Roro Kidul. Tanpa disadari, bagaimana cerita-cerita yang melegenda tersebut muncul? Jangan-jangan seperti kisah klasik Superman saja?. Mari kita lihat faktanya. Sudah tidak aneh lagi, bahwa penduduk di pesisir selatan, terutama di pulau Jawa (Sumatera pun walau tidak seheboh Jawa) masih melakukan tradisi ritual.

    Ritual yang dijalankan pada intinya adalah Sedekah Bumi. Apakah itu? Ya, bersedekah thd bumi atas semua berkat yang diterima manusia dariNya. Juga yang dilakukan oleh para nelayan,bersedekah terhadap bumi (laut) yang menafkahi hidup mereka. Laut yang dikelola oleh Kanjeng Ibu Ratu atas perintahNya. Berikut cuplikan mantra doa yang biasa diucapkan oleh sebagian masyarakat Jawa saat bersedekah terhadap bumi.

    “Para kadang sedherek kinasih, para leluhur lan para dan yang mbahureksa ning bumi, sumangga sami2 manembah marang Gusti Pangeran”

    Artinya: para saudara terkasih, para leluhur & para penjaga yang menguasai bumi, mari bersama2 menyembah Tuhan Allah”. Luar biasa bukan?

    Konsep kehidupan masyarakat Jawa adalah ke samping kiri kanan, ke atas bawah, ke depan belakang .. multi dimensi. masyarakat Jawa yang multi dimensi, tapi seluruh masyarakat Nuswantara. Anda kah juga di dalamnya? Kebiasaan atau tradisi ini (sedekah bumi) berjalan ratusan tahun. Superman muncul di abad 20 bukan? Tidak ada tradisi apa pun terhadap superman. Legenda Kanjeng Ibu Ratu Kidul mungkin hanya 1 dari sekian ribu legenda yang ada dalam masyarakat kit.

    Sumber http://chirpstory.com/li/159637?page=2 Kultwit dari @budisangbasiyo
    • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

      Join 153 other followers

    • October 2017
      M T W T F S S
      « Feb    
       1
      2345678
      9101112131415
      16171819202122
      23242526272829
      3031