Misteri Hilangnya ‘Hobbit’ dari Indonesia

Discussion in ‘Misteri‘ started by saniajo, 26 minutes ago.

  saniajo Active Member

  1. [​IMG]

    Masih ingat dengan film “Lord of The Rings” dimana salah satu bintang penting yang mempunyai peranan memberantas raja kejahatan yang hendak memusnahkan seluruh manusia, adalah manusia ukuran mungil yang disebut manusia Hobbit ?

    Mereka adalah spesies manusia berukuran kecil yang misterius, yang diperkirakan hidup terisolasi di sebuah pulau tropis, pulau Flores, di Indonesia selama ribuan tahun.

    Hobbit Flores, juga dikenal sebagai Homo floresiensis, diyakini bahkan telah hidup lebih lama dari Neanderthal di pulau surga mereka, yang masih hidup hanya sampai 12.000 tahun yang lalu.

    Namun penggalian baru di gua di mana sisa-sisa fosil mereka ditemukan sekarang menjelaskan manusia mungil itu mati jauh lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.

    Dalam studi ini menunjukkan Hobbit Flores menghilang sekitar 50.000 tahun yang lalu, yang berarti mereka mungkin tidak hidup bersama manusia modern seperti yang telah disampaikan di masa lalu.

    Bahkan, temuan tersebut menimbulkan pertanyaan menggoda tentang nasib akhir dari spesies manusia primitif ini dan apakah kedatangan manusia modern di pulau mereka diartikan sebagai azab bagi mereka.

     

    [​IMG]

    Profesor Maxime Aubert, seorang arkeolog di Griffith University, Queensland, Australia mengatakan, Homo floresiensis tampaknya telah menghilang segera setelah spesies kita mencapai Flores, menunjukkan, bahkan kita yang membawa mereka ke kepunahan.”

    Sisa-sisa kerangka Hobbit termuda terjadi pada 60.000 tahun yang lalu, tetapi bukti tentang peralatan-peralatan batu sederhana mereka berlanjut sampai 50.000 tahun yang lalu. Setelah ini tidak ada jejak lebih tentang manusia tersebut.

    Penggalian baru ini membantu untuk menyelesaikan salah satu dari banyak kontroversi yang sedang berlangsung seputar Hobbit Flores. Ketika mereka pertama kali ditemukan, banyak antropolog percaya mereka adalah Homo sapiens yang menderita beberapa jenis dari dwarfisme (abnormal) atau kondisi genetik seperti sindrom Down atau kretinisme (kelainan hormonal pada anak-anak) endemik.

    Namun, studi terbaru telah meyakinkan banyak ahli, bahwa Hobbit benar-benar spesies yang terpisah.

    Diperkirakan manusia kecil itu mungkin telah berevolusi dari cabang yang lebih tua dari silsilah keluarga manusia, mungkin Homo erectus, setelah terisolasi di pulau itu hingga satu juta tahun.

    Analisis awal dari situs di mana mereka ditemukan menjelaskan, bahwa mereka tinggal di gua Liang Bua di Flores dari mulai sekitar 94.000 tahun yang lalu sampai 12.000 tahun yang lalu.

    Oleh karena manusia modern diperkirakan telah mencapai Australia dari Asia sekitar 50.000 tahun yang lalu, ini menunjukkan Hobbit kemungkinan telah hidup berdampingan dengan Homo sapiens.

    Akan tetapi, penggalian yang baru saja di gua Liang Bua, di daerah yang tidak terungkap dalam penggalian yang masih asli, telah menunjukkan, bahwa lapisan sedimen itu adalah yang sekarang terendap secara merata.

    Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal “Nature”, Profesor Aubert dan rekan-rekannya mengatakan, sisa-sisa kerangka Homo floresiensis ditemukan di dalam timbun

    Alat-alat batu yang terkait dengan hobbit yang ditemukan dalam timbunan sedimen yang berkisar dari 190.000 sampai 50.000 tahun.

    [​IMG]

    Dr. Adam Brumm, arkeolog lain di Griffith University yang mengambil bagian dalam studi ini mengatakan, sekarang nampaknya para Hobbit mungkin telah mengalami nasib yang sama yang menimpa Neanderthal sekitar 40.000 tahun yang lalu.

    Ketika spesies kita, Homo sapiens, pindah ke wilayah mereka karena mereka menyebar dari Afrika, mereka hanya tahu berkompetisi dengan spesies manusia lainnya dan menggantikan mereka dalam waktu hanya beberapa ribu tahun.

    Dr. Brumm mengatakan, “Mereka mungkin telah mundur ke bagian yang lebih jauh dari Flores, tapi itu adalah tempat yang kecil dan mereka tidak dapat  menghindari spesies kita dalam waktu lama. Saya pikir, hari-hari mereka ditandai di saat kita menginjakkan kaki di pulau itu.”

    Siapa Hobbit Flores

    Tinggi sekitar 1,5 meter, penduduk gua Liang Bua di pulau terpencil, pulau Flores, Indonesia, diketahui dari sedikit sisa-sisa yang terpisah-pisah. Sisa-sisa pertama ditemukan pada tahun 2003 dan kemudian kerangka-kerangka yang tidak utuh dari sembilan orang, termasuk satu tengkorak lengkap telah digali.

    Para peneliti percaya manusia kecil itu adalah keturunan manusia prasejarah, Homo erectus, yang menjadi terisolasi di pulau sekitar satu juta tahun yang lalu, ketika itu masih memungkinkan untuk berjalan menyeberang dari daratan yang lebih besar.

    Oleh karena permukaan air laut naik, yang memotong daratan, kerabat manusia purba ini kemudian harus bertahan pada makanan yang dapat mereka temukan, mereka berevolusi menjadi bertubuh kecil.

    Para ilmuwan sebelumnya telah mengatakan, bahwa mereka adalah pemburu pintar karena telah ditemukan bukti peralatan berburu, pemotongan, dan kebakaran.

    saniajo

    saniajo Active Member

    [Spoiiler] Sumber: Erabaru.net [/spoiler]

Siapa yang Membuat Virus Zika ?

virus zika merupakan virus yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti, nyamuk yang juga menjadi penyebab banyak penyakit lainnya seperti chikungunya, demam berdarah dan penyakit kuning. hal ini yang sangat menghantui indonesia karena indonesia merupakan habitat nyamuk kerena indonesia beriklim tropis. Dapat dibayangkan, hampir setiap orang di indonesia pernah digigit nyamuk bukan. hal ini yang menyebabkan virus ini mudah menyebar, bahkan di brazil telah menyatakan darurat virus zika.

virus zika sangat berbahaya, layaknya demam berdarah. Virus ini dapat memengaruhi janin pada kandungan dan bayi yang terlahir dengan cacat otak. Ini sungguh bahaya besar bagi rakyat Indonesia. Oleh karena Indonesia memang surga bagi nyamuk.

Sangat sulit untuk mendeteksi virus Zika, karena gejalanya sangat umum, bahkan sering tanpa gejala apapun. Generasi manusia kian terancam dan mungkin akan menambah banyak daftar virus yang menghantui Indonesia, bahkan dalam waktu singkat virus ini menyebar di Barbados, Bolivia, Brazil, Cape Verde, Colombia, Dominika, Ekuador, El Salvador, French Guiana, Guadeloupe, Guatemala, Guyana, Haiti, Honduras, Martinique, Meksiko, Panama, Paraguay, Puerto Rico, Saint Martin, Suriname dan Samoa.

setelah baru saja menghela nafas setelah virus flu babi dan virus flu burung dengan cepat muncul virus zika yang bakal membuat anak manusia idiot. Mungkinkah virus zika dibuat oleh manusia ? Benar, memang benar adanya. Sungguh tak masuk akal, jika sebuah virus silih berganti setiap tahun, yang seakan seperti produk ponsel. Banyak media yang mengatakan, bahwa virus ini bermutasi, apakah mungkin sebuah virus bermutasi, hanya dalam hitungan tahun ?

Virus zika yang lagi tren di tahun 2016 merupakan varian dari virus zika di afrika, walaupun gejalanya hampir sama, tetapi virus zika terbaru memiliki spesifikasi yang boleh dibilang telah ditambahkan fitur inject lewat nyamuk, sehingga lebih mudah penyebarannya. Bahkan, produk terdahulu yang merupakan demam berdarah sukses mencengkram Indonesia hingga kini. Apabila demam berdarah hanya sesaat kondisi akibatnnya pada penderita, untuk virus zika akibatnya bagi yang menderita dapat sampai pada janin dalam kandungan, bahkan dapat membuat otak bayi idiot.

dalam sebuah laboratorium yang telah membuat virus zika, virus zika dilambangkan dengan kode ATTC®VR-84™ memperlihatkan lambang ® adalah kode Registered” (telah diregistrasi) dan lambang ™ adalah kode “Trade Marked” (merk dagang). Jadi jelas, bahwa virus ini adalah hasil rekayasa dan juga virus varian.

Pembuat Virus Zika

Virus Zika masuk dalam klasifikasi Flaviviridae atau Flavivirus. Proyek transgenetik ini didanai oleh J. Casals dan Rockefeller Foundation sejak tahun 1947 lalu.

Sumber virus ini menggunakan virus alam dari daerah hutan hujan Zika di daerah Entebbe di Uganda, oleh karenanya virus ini dinamai “Zika”, yaitu nama sebuah wilayah di Uganda.

Virus hasil rekayasa genetik ini berasal dari darah monyet di hutan tropis Zika- Uganda, yang telah terkena virus ini dan kemudian dilakukan experimental forest sentinel rhesus monkey pada tahun 1947 di Zika, Uganda. Adanya virus Zika adalah referensi sejak tahun 1952 oleh Dick GW. Trans. R Soc. Trop. Med. Hyg. 46: 509, 1952.

Sementara itu nyamuk yang menularKan virus Zika, juga hasil modifikasic atau Genetically Modified Mosquito’s (GMMs), yaitu nyamuk Aedes aegypti yang diberi kode: OX513A Aedes aegypti, yang disebut juga sebagai “kill switch gene”.

jadi sudah terlihat jelas, bahwa virus ini merupakan sejata biologi yang tepat untuk membunuh dan dalam era sekarang ini virus sangat akurat dalam membunuh, serta sangat baik untuk senjata perang layaknya virus antrak yang di gunakan amerika saat perang di timur tengah. banyak virus yang telah berhasil menggemparkan dunia dengan teknologi transgenetik seperti MERS,SARS,HIV/AIDS,ANTRAK, CACAR, FLU BURUNG, FLU BABI, VIRUS ZIKA. asal anda tahu transgenetik adalah teknologi memodifikasi genetik makluk hidup agar sesuai keinginan.

Pada pertengahan 2012 lalu, perusahaan bioteknologi Inggris Oxitec, melakukan sebuah rekayasa genetika atau transgenetika, yang dilakukan para ilmuwan kepada nyamuk Aedes aegypti.

Mereka membuat “bug super” atau “nyamuk canggih” dengan tujuan untuk mengurangi populasi nyamuk secara keseluruhan, yang dapat mengakibatkan demam berdarah dan chikungunya.

Tujuan awal program modifikasi genetik (genetically modified) atau GM oleh Oxitec adalah untuk melepaskan hanya nyamuk Aedes jantan ke alam liar dan mereka pada gilirannya akan menghasilkan keturunan dengan virus mereka lalu menyebarkan dan menurunkan kepada nyamuk-nyamuk perempuan, begitu seterusnya.

Maka anak-anak dari nyamuk ini kemudian akan mati muda sebelum usia berkembang biak karena coding GM dalam gen mereka, dengan catatan: asalkan antibiotik tetrasiklin tidak ada, yang akan membuat ulang DNA pada nyamuk GM atau rekayasa genetik OX513A Aedes aegypti ini. sangat hebatkan teknologi sekarang ini. bahkan labu di jepang besarnya bisa dibuat sebesar tong sampah, maka tidak mustahil jika manusia kini seakan menjadi tuhan.

ini alasan virus zika disebarkan:

mengurangi populasi manusia, dengan mengurangi populasi manusia dunia lebih mudah terkontrol dan mengurangi bahan pangan. asal anda tahu lahan dibumi tak pernah bertambah, tetapi kebutuhan akan pangan terus meningkat.

dengan disebarnya virus zika pembuat vaksin akan diuntungkan karena seluruh negara di bumi akan menggunakannya. dan ini yang membuat sebuah negara ketergantungan terhadap sebuah vaksin. sehingga virus baru muncul, maka akan ada vaksin baru pula yang dibuat.

kenapa virus zika dimodifikasi dengan nyamuk ? karena mayoritas nyamuk berada di wilayah tropis sehingga negara maju yang mayoritas di sub-tropis tidak terjangkit virus.

masalah ekonomi juga menjadi alasan, disaat ekonomi negara mulai maju maka senjata biologi menjadi cara terbaik untuk memporak poranda kan ekonomi suatu negara. contoh indonesia merupakan tujuan pariwisata dengan adanya virus flu burung, sedikit banyak kunjungan wisatawan juga terpengaruh.

politik juga merupakan alasan virus zika tersebar. dengan melihat politik saat ini yang dipimpin jokowi sedikit condong ke china dan rusia mumbuat virus ini mengincar indonesia. bahkan beberapa kasus china sempat menuding amerika tentang penyebaran virus terdahulu di wilayah china.

4 Feb 2016
TAGS KESEHATAN

Es Batu Paling Berisiko Tercemar Bakteri Penyebab Diare dan Tifus

Firdaus Anwar
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta, Jajanan menggunakan es batu baru-baru ini kembali hangat dibicarakan karena kasus pabrik di Cakung, Jakarta, yang disegel karena produk esnya diduga menyebabkan keracunan. Masyarakat diimbau oleh pakar kesehatan agar lebih berhati-hati dalam memilih makanan, terlebih es yang sering dikonsumsi.

Kasus yang terjadi pada pabrik es tersebut hanya satu contoh kasus besar yang muncul di masyarakat. Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Dr. dr. Agustin Kusumayati, MSc, mengatakan es dalam keseharian masyarakat di mana pun sebetulnya berisiko tercemar.

Baca juga: Ahli Mikrobiologi: Bakteri di Es Sebabkan Diare, Zat Kimianya Picu Kanker

“Yang namanya es batu itu bahan makanan yang sangat vulnerable (rentan -red), sangat berisiko tinggi sebagai penular. Karena kalau es batu sudah terkontaminasi, maka kita sudah nggak bisa apa-apa lagi,” ujar dr. Agustin dalam acara temu media di Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (1/4/2015).

E. Coli dan Salmonella adalah contoh bakteri yang dikatakan oleh dr. Agustin sangat berisiko mencemari es batu dari sumber airnya. Jika es batu yang memiliki salah satu bakteri tersebut dikonsumsi maka gangguan pencernaan seperti diare atau tifus bisa menyerang.

“Makanya masyarakat banyak yang sedikit-sedikit tifus karena es batu banyak salmonella. Sebaiknya jangan minum es batu, sangat high risk. Mending beli minuman kemasan dingin,” kata dr Agustin.

Kasus keracunan akibat mengonsumsi es batu dikatakan oleh dr. Agustin akan sangat berbahaya bila tak ditangani dengan cepat. Pada anak-anak dehidrasi parah akibat diare bahkan dapat menyebabkan kematian.

(fds/ajg)

Diciptakan (lagi), Virus Flu Baru yang Ancam Seluruh Umat Manusia

Direkayasa dari virus H1N1. Mampu hancurkan sistem imunitas manusia

 Amal Nur Ngazis

 

Virus Flu Babi (ilustrasi)

Virus Flu Babi (ilustrasi) (nationalgeographic.com)

Peneliti University of Wisconsin-Madison, Amerika Serikat berhasil membuat virus baru yang benar-benar dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia.

 

Peneliti merekayasa secara genetik virus flu H1N1, yang diprediksi telah membunuh lebih dari 500 ribu orang dalam 5 tahun.
Namun, tujuan penciptaan virus baru itu dalam rangka tujuan ilmiah, sebagai langkah riset sejauh mana kemampuan virus itu.

 

Melansir Gizmodo, Kamis 3 Juli 2014, disebutkan saat ini kebanyakan orang memiliki tingkat kekebalan terhadap virus H1N1.
Namun, peneliti universitas itu, Yoshihiro Kawaoka justru merekayasa virus. Sebab hasil rekayasa virus cukup mengkhawatirkan. Kawaoka menemukan virus itu dapat melarikan diri dan menetralkan antibodi manusia. Hal ini akan membuat sistem kekebalan manusia tak akan lagi mampu menahan wabah. Mengancam seluruh umat manusia yang ada di dunia.

 

Kawaoka beralasan maksud risetnya itu untuk memantau perubahan genetik H1N1, terutama pada negara yang belum menjadi pandemi virus itu.

 

Peneliti memahami adanya kekhawatiran virus baru itu bakal jadi ancaman dunia. Akan tetapi, peneliti meyakinkan pengembangan virus itu sudah menjalani serangkaian tahapan yang aman.

 

Dikatakan pengembangan virus baru dilakukan khusus di ruang laboratorium Institute for Influenza Virus Research, Madison, AS, yang telah memenuhi standar tingkat tiga dalam hal keamanan pertanian.

 

Tingkat keamanan laboratorium itu setingkat di bawah lembaga riset yang melakukan penelitian penyakit mematikan, Ebola.

 

University of Wisconsin-Madison menegaskan tak perlu khawatir dengan risiko virus bakal menyebar dari laboratorium.

 

Sebab tingkat keamanan Institute for Influenza Virus Research sama dengan tingkat keamanan riset virus mematikan Anthrax pada Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Atlanta.

 

“Pemilihan virus itu pada laboratorium, berada dalam kondisi pengurungan yang layak. Kami mampu mengidentifikasi wilayah-wilayah kunci, yang akan memungkinkan virus H1N1 2009 menyerang kekebalan,” ujar Kawaoka.

 

Ia berdalih virus yang diisolasi telah teridentifikasi mengalami perubahan yang sama dalam protein viralnya. Menurutnya hal itu menunjukkan pelarian virus muncul pada alam. Sedangkan studi laboratorium, kata Kawaoka, justru memiliki relevansi dengan apa yang terjadi di alam.

 

“Kami yakin penelitian kami akan berkontribusi dalam bidang ini, terutama mengingat jumlah virus mutan yang kami hasilkan dan analisa canggih yang kami terapkan,” kata Kawaoka.  (umi)

Kamis, 3 Juli 2014, 14:28
© VIVA.co.id

Jutaan Orang Menjadi Korban Ujicoba Perang Kuman

Banyak penduduk Inggris terpapar bakteri yang disemprotkan dalam percobaan rahasia.

Kementerian Pertahanan mengubah sebagian besar negeri, menjadi sebuah laboratorium raksasa untuk mengadakan serangkaian ujicoba perang kuman rahasia terhadap masyarakat.

Sebuah laporan pemerintah yang baru dirilis memberikan—untuk pertama kalinya—sejarah resmi dan komprehensif mengenai percobaan senjata biologi Inggris antara tahun 1940 sampai 1979.

Banyak dari ujicoba ini yang melibatkan pelepasan bahan kimia dan mikro-organisme berpotensi berbahaya terhadap populasi luas tanpa diketahui masyarakat.

Meski detail beberapa percobaan rahasia telah bermunculan pada tahun-tahun belakangan, laporan 60 halaman tersebut mengungkap informasi baru tentang lebih dari 100 eksperimen tersembunyi.

Laporan tersebut mengungkapkan, bahwa personal militer diberi penerangan ringkas untuk mengatakan kepada ‘penyelidik yang ingin tahu’, bahwa percobaan-percobaan itu adalah bagian dari proyek riset cuaca dan polusi udara.

Ujicoba itu dijalankan oleh ilmuwan pemerintah di Porton Down, dirancang untuk membantu Kementerian Pertahanan menaksir kerentanan Inggris, jika Russia melepaskan kuman-kuman mematikan terhadap negerinya.

Dalam banyak kasus, percobaan itu tidak menggunakan senjata biologi, melainkan alternatif-alternatif yang diyakini ilmuwan menyerupai perang kuman dan diklaim Kementerian Pertahanan tidak berbahaya. Akan tetapi, keluarga-keluarga di wilayah tertentu yang memiliki anak kecil dengan cacat lahir menuntut penyelidikan publik.

Satu bab dalam laporan tersebut, ‘The Fluorescent Particle Trials’, mengungkap bagaimana antara tahun 1955 hingga 1963 pesawat-pesawat yang terbang dari timur laut Inggris ke ujung Cornwall di sepanjang pantai selatan dan barat, menjatuhkan sejumlah besar zinc cadmium sulphide ke atas penduduk. Bahan kimia itu melayang bermil-mil ke daerah pedalaman, flourescence-nya memungkinkan penyebaran tersebut termonitor. Dalam percobaan lain menggunakan zinc cadmium sulphide, sebuah generator digandeng sepanjang sebuah jalan raya dekat Frome di Somerset di mana ia memuntahkan bahan kimia itu selama satu jam.

Meski Pemerintah bersikeras bahan kimia tersebut aman, cadmium diakui sebagai penyebab kanker paru-paru dan selama Perang Dunia II dipertimbangkan oleh Sekutu sebagai senjata kimia.

Dalam bab lain, ‘Large Area Coverage Trials’, Kementerian Pertahanan menggambarkan bagaimana antara tahun 1961 sampai 1968, lebih dari satu juta orang di sepanjang pantai barat Inggris, dari Torquay hingga New Forest, terpapar bakteri yang mencakup e. coli dan bacillus globigii, yang menyerupai anthrax. Pelepasan ini berasal dari sebuah kapal militer, Icewhale, berlabuh di pantai Dorset, yang menyemprotkan mikro-organisme dalam radius 5 sampai 10 mil.

Laporan tersebut juga mengungkap detail percobaan DICE di selatan Dorset, antara tahun 1971 sampai 1975. Ini melibatkan ilmuwan militer AS dan Inggris yang menyemprotkan bakteri serratia marcescens dalam jumlah masif ke udara, bersama anthrax simulant dan phenol.

Bakteri serupa dilepaskan dalam ‘The Sabotage Trials’ antara tahun 1952 sampai 1964. Ini adalah ujicoba untuk mengetahui kerentanan bangunan besar pemerintah dan transportasi publik terhadap serangan. Pada 1956, bakteri dilepaskan di London Underground pada waktu makan siang di sepanjang Northern Line antara Colliers Wood dan Tooting Broodway. Hasilnya menunjukkan, bahwa organisme itu tersebar sekitar 10 mil. Ujicoba serupa dilakukan dalam terowongan-terowongan yang terdapat di bawah gedung-gedung pemerintah di Whitehall.

Eksperimen yang diadakan antara tahun 1964 sampai 1973 melibatkan pembubuhan kuman pada jaring laba-laba dalam kotak-kotak untuk menguji bagaimana kuman-kuman itu bertahan dalam lingkungan berbeda-beda. Ujicoba ini dilakukan di lusinan lokasi di pelosok negeri, termasuk London’s West End, Southampton, dan Swindon. Laporan ini juga memberi detail mengenai lebih dari selusin percobaan medan yang lebih kecil antara 1968 sampai 1977.

Pada tahun-tahun belakangan, Kementerian Pertahanan menugaskan dua ilmuwan untuk meninjau ulang keamanan ujicoba-ujicoba ini. Keduanya melapor bahwa tidak ada resiko terhadap kesehatan masyarakat, walaupun salah satu dari mereka menyebutkan bahwa orang tua atau penderita penyakit pernafasan mungkin terganggu secara serius jika mereka menghirup mikro-organisme dalam jumlah yang cukup.

Namun, beberapa keluarga di wilayah-wilayah yang menanggung pukulan terberat dari ujicoba rahasia itu merasa yakin eksperimen tersebut telah mengakibatkan anak-anak mereka menderita cacat lahir, cacat fisik, dan kesulitan belajar.

David Orman, petugas angkatan darat dari Bournemouth, menuntut penyelidikan publik. Istrinya, Janette, dilahirkan di East Lulworth di Dorset, dekat dengan tempat berlangsungnya banyak percobaan. Janette mengalami keguguran, kemudian melahirkan seorang putra dengan kelumpuhan syaraf otak (cerebral palsy). Tiga putri Janette, juga dilahirkan di desa tersebut ketika ujicoba tengah dijalankan, juga melahirkan anak-anak dengan masalah yang tak terjelaskan, sebagaimana sejumlah tetangga mereka.

Otoritas kesehatan setempat menyangkal terjadi secara kluster, tapi Orman berkeyakinan sebaliknya. Dia mengatakan: ‘Saya yakin sesuatu yang mengerikan telah terjadi. Desa tersebut adalah komunitas yang sangat erat dan terjadinya begitu banyak cacat lahir dalam periode sesingkat itu pasti lebih dari sekadar kebetulan.’

Pemerintahan berturut-turut mencoba merahasiakan detail ujicoba perang kuman tersebut. Meski laporan tentang sejumlah percobaan telah bermunculan selama bertahun-tahun melalui Public Records Office, tapi dokumen terbaru Kementerian Pertahanan ini – dirilis kepada MP Norman Baker dari Liberal Democrat – menyampaikan versi resmi paling lengkap tentang percobaan perang biologi.

Baker mengatakan: ‘Saya menyambut fakta bahwa Pemerintah akhirnya merilis informasi ini, tapi mempertanyakan mengapa perlu waktu begitu lama. Sulit diterima bahwa masyarakat diperlakukan sebagai binatang percobaan tanpa sepengetahuan mereka, dan saya ingin memastikan klaim Kementerian Pertahanan bahwa bahan-bahan kimia dan bakteri yang digunakan ini aman adalah benar.’

Laporan Kementerian Pertahanan itu mencatat sejarah riset Inggris dalam perang kuman sejak Perang Dunia II ketika Porton Down memproduksi lima juta kue (berbentuk ternak) yang diisi dengan spora-spora anthrax mematikan yang hendak dijatuhkan di Jerman untuk membunuh ternak mereka. Laporan ini juga memberikan detail eksperimen anthrax keji di Gruinard, pantai Skotlandia, yang membuat pulau tersebut begitu terkontaminasi sehingga tidak bisa dihuni sampai akhir 1980-an.

Laporan ini juga mengkonfirmasikan penggunaan anthrax dan kuman mematikan lainnya dalam ujicoba di atas kapal di Karibia dan lepas pantai Skotlandia selama tahun 1950-an. Dokumen itu menyatakan: ‘Persetujuan diam-diam atas percobaan simulant di tempat-tempat di mana masyarakat dapat terpapar sangat dipengaruhi oleh pertimbangan keamanan pertahanan yang dimaksudkan untuk membatasi pengetahuan publik. Konsekuensi penting dari ini adalah kebutuhan untuk menghindari ketakutan dan kegelisahan masyarakat mengenai kerentanan penduduk sipil terhadap serangan BW [biological warfare].

Sue Ellison, juru bicara Porton Down, mengatakan: ‘Laporan independen oleh ilmuwan-ilmuwan terkenal telah memperlihatkan tidak adanya bahaya terhadap kesehatan masyarakat dari pelepasan ini yang justru dijalankan untuk melindungi masyarakat. Hasil dari percobaan-percobaan ini akan menyelamatkan nyawa, seandainya negara atau tentara kita menghadapi serangan senjata kimia atau biologi.’

Ketika ditanya apakah ujicoba semacam itu masih dijalankan, Sue mengatakan: ‘Bukan kebijakan kami untuk membahas riset yang sedang berjalan.’

by

Peneliti: “Adam” Telah Muncul di Bumi 209.000 Tahun Lalu

Saat itu beberapa manusia modern telah muncul di Afrika, klaim mereka

 

 

     Dwifantya Aquina,  Amal Nur Ngazis

 

Peneliti Inggris menyatakan Adam telah hidup di daratan Afrika pada 209.000 tahun yang lalu.

Peneliti Inggris menyatakan Adam telah hidup di daratan Afrika pada 209.000 tahun yang lalu. (Dailymail)
 Peneliti University of Sheffield, Dr Eran Elhaik, dan University of Houston, Dr. Dan Graur, mengklaim nenek moyang laki-laki manusia modern, atau dikenal dengan Adam, telah hidup 9.000 tahun lebih awal dari yang diperkirakan para ilmuwan sebelumnya.

Menurut dua peneliti Inggris itu,seperti dilansir situs Dailymail, Jumat 24 Januari 2014, Adam telah hidup di daratan Afrika pada 209.000 tahun yang lalu. Hasil studi ini bertentangan dengan studi sebelumnya.

Untuk menentukan usia “Adam,” kedua peneliti menggunakan data genetik yang telah ada saat ini, yakni menghitung kromosom Y, gen laki-laki. Peneliti menghitung usia kromosom Y dengan mengalikan data genetik pada rata-rata usia ayah yang memiliki anak pertama dengan jumlah mutasi yang ditemukan peneliti.

Peneliti kemudian membagi angka itu dengan tingkat mutasi kromosom Y. Hal ini untuk mengetahui berapa rata-rata tahun yang dibutuhkan untuk mengetahui penampakan mutasi. Memang mekanisme ini diakui berpotensi memanipulasi variabel genetik. Namun keduanya menunjukkan studi mereka malah menyajikan manipulasi pada studi sebelumnya.

“Dalam tulisan kami, studi sebelumnya memanipulasi semua variabel untuk mendahului usia kromosom Y,” tegas Elhaik.

Elhaik menambahkan dia bersama koleganya memastikan Adam telah muncul lebih awal dari yang diperkirakan.

“Kami bisa katakan dengan kepastian bahwa beberapa manusia modern telah muncul di Afrika setidaknya lebih dari 200.000 tahun lalu,” tambah dia.

Tidak Tunggal

 

Elhaik juga membantah manusia modern saat itu kawin silang dengan hominin (kerabat manusia yang lebih dekat dengan simpanse) yang hidup lebih dari 500.000 tahun lalu.

“Juga jelas bahwa tidak ada Adam dan Hawa tunggal, tapi yang ada yaitu kelompok Adam dan Hawa yang hidup berdampingan dan mengembara bersama-sama di Bumi,” ungkapnya.

Sebelumnya studi Universitas Arizona, mengklaim kromosom Y manusia berasal dari spesies berbeda melalui perkawinan yang usianya dua kali lebih tua dari usia Adam. Menurut Elhaik, studi Universitas Arizona terbantahkan.

“Kami telah menunjukkan studi Universitas Arizona tak memiliki prestasi ilmiah apapun,” ujarnya. (ren)

Sabtu, 25 Januari 2014, 05:16
© VIVA.co.id

Mahluk Tertua di Dunia Ini Tak Sengaja Dibunuh Penemunya

Tim peneliti secara tak sengaja membunuh hewan tersebut

 

 

 Renne R.A Kawilarang, Amal Nur Ngazis
Remis besar

Remis besar (Bangor University)

 Tim peneliti Eropa beberapa tahun lalu menemukan hewan laut, yang dinyatakan sebagai mahluk hidup tertua di dunia. Sayangnya tim peneliti secara tak sengaja membunuh hewan tersebut.

Menurut laman The Epoch Times, Jumat 15 November 2013, sebenarnya hewan tersebut yakni sejenis remis besar yang ditemukan dalam keadaan hidup di dasar Samudra Atlantik, dekat Islandia pada pada 2006. Seperti biasa, tim peneliti dari Universitas Bangor, Inggris, menyimpan temuan mereka di sebuah lemari pendingin.

Namun, tak lama kemudian, remis itu justru mati. Awalnya peneliti menyimpulkan usia remis itu, sebelum mati, 400 tahun. Namun, setelah belum lama ini diteliti lagi walaupun dia sudah mati, usia mahluk laut itu ternyata lebih tua lagi. 507 tahun. Artinya dia lahir pada 1499.

Dengan demikian, remis itu sebenarnya mahluk tertua di dunia. “Kami salah mengira pertama kali dan mungkin kami sangat tergesa-gesa mempublikasikan temuan kami pada saat itu,” kata Dr Paul Butler, pakar kelautan dari Universitas Bangor kepada Science Nordic.

“Tapi kini kami benar-benar yakin  usianya tepat,” ujar dia.

Untuk menghitung usia kerang itu, peneliti menganalisa kulit remis. Semasa hidup, lapisan kulitnya tumbuh tiap tahun. Peneliti menghitung usia dengan memotong setengah kulit kemudian menghitung baris kulit dengan cara yang mirip pada penanggalan pohon. Pada pohon, ilmuwan biasanya menghitung cincin batang pohon guna mendapatkan usia pohon.

“Usia remis itu dipastikan dengan berbagai metode, termasuk metode geokimia seperti metode karbon-14. jadi saya sangat yakin ilmuwan saat ini telah menentukan usia yang tepat,” kata Rob Witbaard, ahli bilogi Royal Netherlands Institute for Sea Research.

“Jika pun ada kesalahan penentuan umur, paling hanya beda satu atau dua tahun saja,” ujarnya. (eh)

Sabtu, 16 November 2013, 06:49
© VIVA.co.id

  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

    Join 153 other followers

  • August 2017
    M T W T F S S
    « Feb    
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031