Rumah Lindung Hiu Paus Indonesia

Teluk Cendrawasih, Rumah Lindung Bagi Hiu Paus Indonesia yang Menakjubkan

Discussion in ‘Berita Dalam Negeri‘ started by adnanmu, Yesterday at 12:00 PM.

  1. [IMG]

    Hiu paus (whale shark). Jenis hewan laut yang namanya unik ini menjadi daya tarik pecinta alam untuk berkunjung ke Taman Nasional Teluk Cendrawasih di Papua. Tubuhnya besar memanjang seperti paus, namun tergolong satwa laut buas pemangsa daging seperti hiu.

    Berbeda dengan paus pada umumnya yang lebih banyak beraktivitas di perairan bawah laut, ikan ini justru sering muncul ke permukaan untuk menyantap ikan-ikan kecil. Momen tersebut yang sering dimanfaatkan para pengunjung untuk bertemu satwa bernama latin Rhincodon typus ini.

    [IMG]

    Sayangnya, nggak banyak yang memahami bagaimana cara merawat dan melestarikan hiu paus. Beruntung, Taman Nasional (TN) Teluk Cendrawasih telah merilis buku yang memuat standar operasi prosedur (SOP) saat berdekatan dengan hewan ini untuk para peneliti, pelaku wisata dan para turis yang berkunjung.

    Jumlahnya ada 21 poin. Mulai dari nggak boleh menyentuh langsung, mengambil gambar dengan flash, membuat suara berisik yang mengganggu, memercikan air, melakukan gerakan tiba-tiba atau panik saat didekati hiu paus, hingga syarat lokasi kapal pengangkut turis harus parkir sejauh 20 meter dari keberadaan makhluk yang panjangnya mencapai 6-18 meter ini.

    [IMG]

    Upaya melindungi ikan abu-abu dengan motif totol ini juga telah resmi melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia nomor 18/Kepmen-KP/2013 tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Ikan Hiu Paus. Artinya, ada sanksi jelas jika ada yang melukai atau mengeksploitasi hewan ini.

    Menyoal Taman Nasional Teluk Cendrawasih, luasnya mencapai 14.535 kilometer persegi. Zonanya terdiri dari 89,9 persen perairan laut. Pantas jika disebut sebagai wilayah taman nasional laut terbesar di Indonesia.

    [IMG]

    Melingkupi Pulau Biak, Yapen, Yoop, Nusrowi, Mioswaar, Numfor, dan Rumberpon, wilayah ini menjadi rumah bagi sekitar 100 ekor (berdasarkan data yang dihimpun pada 2011 lalu) hiu paus. Sementara sisanya adalah 150 jenis terumbu karang, 950 jenis ikan karang, hewan-hewan bertubuh lunak seperti keong cowries dan kerucut, hingga penyu jenis sisik, hijau, lekang, dan belimbing.

    [IMG]

    Wilayah daratan TN Teluk Cendrawasih tergolong minim. Hanya sekitar 3,8 persen. Namun, terdapat goa alam yang dialiri air panas dengan kandungan belerang di Pulau Misowaar. Uniknya, kawasan ini juga menyimpan sejarah, yang menjadikannya tujuan wisata religi umat Kristiani. Terdapat gereja dan kitab yang umunya mencapai 100 tahun lebih!

    [IMG]

    Menarik, ya? Terlebih tiket masuk taman nasional ini tergolong murah yakni nggak lebih dari 10 ribu rupiah. Akses mencapai tempat ini juga semakin mudah karena telah tersedia pesawat Jakarta-Manokwari atau Nabire yang dapat ditempuh selama lima jam 30 menit dan disambung dengan kapal laut.

5 Ular Perenggut Nyawa Manusia

  1. Ular merupakan salah satu hewan reftil yang cukup banyak spesiesnya di dunia. Ular dapat ditemukan di berbagai tempat tanpa harus mencari ke habitat aslinya. Tanpa sengaja pun ular dapat ditemukan di tempat yang tak terduga-duga. Bahkan di tengah kehidupan masyarakat pun ular kerap kali muncul dan membuat takut banyak orang.

    Yah, sebagian orang memang sangat takut dengan ular, termasuk TS sendiri walau hanya sekedar ular kecil yang belum mampu apa-apa terkadang orang selalu bersikap berlebihan. Mengambil kayu atau benda keras lainnya kemudian memukul ular tersebut hingga tewas mengenaskan. Saking takutnya sama ular, begitulah jadinya. Jadi siapa yang salah?

    Kembali ke topik pembahasan, di dunia ini ternyata banyak jenis ular yang berbisa dan paling berbahaya di berbagai negara. Ular ini tersebar di segala penjuru dunia, dan dikenal sebagai malaikat maut ketika berhadapan dengannya. Dengan satu gigitan saja korban yang digigit sangat sulit untuk disembuhkan. Bahkan jika tidak mendapatkan pertolongan maksimal bisa dipastikan korban akan meninggal seketika.

    Nah, lantas ular apa saja dan dimana saja yang dikatakan berbisa berbahaya tersebut?

    Pseudonaja textilis (Ular Coklat Timur) Paling Mematikan di Australia
    [IMG]

    Ular Coklat Timur atau nama latinnya Pseudonaja textilis merupakan ulah paling berbisa dan telah membunuh banyak manusia di Australia. Habitatnya pun beragam, ular ini bisa di temukan hampir di setiap kawasan di Australia Timur, mulai dari gurun hingga pantai. Tak heran jika korban mati karena gigitan ular yang satu ini cukup banyak di Australia.

    Sebagai ular berbahaya Pseudonaja textilis memiliki racun yang mengandung neurotoksin dan hemotoksin. Ketika ular ini mengigit dan racun mulai menyebar ke korbannya, maka kelumpuhan dan pendarahan karena ular ini hanya membutuhkan sekitar 30 menit saja setelah tergigit. Uniknya meski dikatakan sangat berbahaya, namun orang Australia sana sangat doyan untuk memegang ular yang konon katanya sangat lucu ini. Jadi siapa yang salah?

    Bungarus caeruleus (Ular Welang India) Pembunuh Manusia di India
    [IMG]

    Beralih ke India nyatanya di negara Bollywood ini ada salah satu ular yang dikatakan paling berbahaya karena telah membunuh banyak orang bernama Bungarus caeruleus atau ular Welang India. Tak seperti ular King Kobra yang dikatakan paling mematikan ular ini di balut dengan cincin-cincin putih di sekujur tubuhnya. Dikatakan sangat berbahaya karena ular yang satu ini mempunyai racun neurotoksin yang cukup berbisa.

    Meski begitu, orang India sangat cuek dengan keberadaan ular ini bahkan setelah di gigit ular pun orang sana sangat cuek sekali. Gigitan ular ini tidak berbekas dan bahkan tiak membuat bengkak jadinya tidak sakit. Namun setelah beberapa lama barulah petaka di mulai. Ya, mereka tidak sadar racun bila racun neurotoksin meski tidak terasa sakit, lama kelamaan menyebabkan kelumpuhan organ. Kelumpuhan akan terus menyebar ke berbagai organ dalam tubuh hingga menyebabkan kematian, biasanya akibat sesak napas.

    Ular Kobra India Paling Berbisa dan Berbahaya dari Segala Ular
    [IMG]

    Selain ular Welang ternyata India juga di huni oleh ular berbisa lainnya, dan konon katanya ular ini lebih berbisa dan berbahaya dari ular welang diatas, hampir tingkat keselamatan korban yang di gigit ular ini sangatlah kecil. Kobra India dikenal memiliki kombinasi racun hemotoksi dan neurotoksi yang sangat mematikan di dunia.

    Berbeda dengan ular sejenisnya ular Kobra India ini memiliki tubuh yang cukup langsing dan kecil daripada king kobra. Namun meski tubuh kecil ternyata ular berbisa ini bisa menyemburkan racun hingga jarak beberapa meter.
    Gigitan ular ini menyebabkan kelumpuhan area wajah dan kerusakan kulit di area bekas gigitan. Jika tidak segera ditangani, ular Kobra India bisa membuat korbannya meninggal dalam hitungan 15 menit sampai beberapa jam.

    Echis ocellatus (Ular Carpet Viper) Paling Berbisa di Afrika
    [IMG]

    Beralih ke benua tetangga benua yang dikatakan sebagai surga dari flora dan fauna nya ini ternyata memiliki sederet hewan berbahaya. Yah salah satunya adalah ular Echis ocellatus ini. Walau memiliki ukuran tubuh yang sangat kecil, siapa sangka ular ini telah membunuh lebih dari 20000 orang di Afrika setiap tahunnya.
    Racun mematikan dari ular ini yakni hemotoksin tidak bisa atau sangat sulit untuk di atasi oleh anti racun. Apalagi anti racun yang ada hanya dapat  menjangkau 10 persen korban. jadi dapat dikatakan ular ini sebagai ular paling berbahaya di Afrika. Apabila mengalami gigitan ular ini bisa dipastikan korban akan mengalami kejang hebat dan pendarahan di sekujur tubuh.
    Jika tidak sitangani dengan cepat, racun ular ini akan sangat berbahaya. Dan jikapun terselamatkan biasanya salah satu bagian tubuh korban harus di amputasi. Ngeri yah !!

    Bothrops atrox (Ular Fer-de-lance) Pembunuh No satu di Amerika
    [IMG]

    Beralih ke benua besar lainnya yakni benua Amerika yang belum diceritakan diatas ternyata punya jagoan atau sinighami yang ditakuti. Yah ular Bothrops atrox, ular yang sangat di takuti oleh orang-orang di Amerika. Ular ini bisa dijumpai di kawasan Amerika Selatan. Ular ini dikenal sebagai ular pembunuh no satu di Amerika karena hampir tidak ada cara untuk menyembuhkan korban yang telah mengalami gigitan ular ini.

    Ular yang bisa tumbuh hingga panjang 2 meter ini memiliki racun hemotoksi yang cukup berbahaya. Racun ini bisa menyebabkan pendarahan organ yang sangat parah. Rata-rata korban gigitan dari ular Bothrops atrox harus diamputasi bagian tubuhnya demi keselamatan nyawanya. Sebab jika tidak dilakukan racun dari ular ini bisa dengan cepat membuat sekitar bagian tubuh yang tergigit seakan-akan meleleh dan menimbulkan infeksi parah. So jika Anda berlibur ke Amerika dan bertemu dengan ular ini jangan coba-coba untuk berkenalan dengannya yah.

    1. RWishley

      RWishley Member

Spesies baru ini ditemukan di Pulau Sulawesi di Indonesia; katak jantan (kiri) dan betina (kanan)

Spesies baru ini ditemukan di Pulau Sulawesi di Indonesia; katak jantan (kiri) dan betina (kanan).

Ditemukan, Belalang Predator Berwujud Bunga Anggrek

Wujud menyerupai bunga untuk memikat dan menangkap mangsanya

 

Aries Setiawan, Tommy Adi Wibowo

 

 

 

 Belalang predator berbentuk bunga

Belalang predator berbentuk bunga (livescience.com)

Tim ilmuwan dari Macquarie University, Australia, berhasil menemukan spesies belalang predator yang berwujud menyerupai bunga untuk memikat dan menangkap mangsanya.

Melansir Live Science, 3 Desember 2103, spesies belalang anggrek atau bernama ilmiah Hymenopus coronatus, memiliki kemampuan menyamar seperti bunga lengkap dengan kakinya yang berbentuk mirip kelopak bunga.

Menurut para ilmuwan, alam memang menyajikan beragam hewan yang mempunyai kemampuan meniru bentuk tanaman. Misalnya, serangga tongkat menyerupai ranting dan laba-laba kepiting yang menyamar seperti bunga untuk menangkap mangsanya.

Tapi, berbeda dengan belalang anggrek yang bentuk penyamarannya sangat mirip dengan bunga asli. Selain untuk memburu mangsa, penyamaran itu juga dilakukan untuk melindungi diri dari serangan pemangsa.

Sebenarnya, gagasan mengenai belalang anggrek yang mampu berubah wujud menjadi seperti bunga anggrek telah muncul pada tahun 1800an, yang dicetuskan oleh Alfred Russel Wallace.

Tapi, konfirmasi bahwa belalang anggrek bisa meniru bentuk anggrek belum pernah dikonfirmasi. Karena keberadaan belalang anggrek yang sangat langka.

“Gagasan mengenai belalang yang mampu meniru anggrek sudah ada sejak satu abad yang lalu. Tapi, belum ada pengujian bahwa penyamaran itu benar-benar terjadi,” kata James O’Hanlon, pemimpin penelitian dari Macquarie University.

Untuk membuktikan penyamaran dari belalang anggrek, akhirnya tim ilmuwan pergi ke Malaysia. Karena habitat asli dari hewan itu ada di hutan hujan Asia Tenggara.

“Bagian tersulit dari penelitian ini adalah belum ada seorang pun yang meneliti bentuk belalang anggrek. Jadi, tim memulai penelitian dari awal untuk mendapatkan hasil lengkap,” jelas Hanlon.

Dia menambahkan, akhirnya tim berhasil mengonfirmasi bahwa belalang anggrek memiliki warna berbeda dari 13 jenis bunga liar yang ada di hutan. Selain itu, para ilmuwan juga menyaksikan keberhasilan penyamaran belalang anggrek untuk memikat puluhan serangga.

“Belalang Anggrek merupakan satu-satunya hewan di dunia yang menyamar seperti bunga untuk menarik mangsa-mangsanya,” ujar Hanlon.

Hanlon dan rekan penelitinya Gregory Holwell dan Marie Herberstein telah menerbitkan hasil penelitiannya di Jurnal American Naturalist. (one)

Rabu, 4 Desember 2013, 09:49

© VIVA.co.id

Ditemukan, Ikan Aneh dengan 4 Mata Khusus

Dua tambahan mata ini memiliki lensa dan retina mirip cermin

 

 

 Beno Junianto, Amal Nur Ngazis

Ikan memiliki 4 mata

Ikan memiliki 4 mata (dailymail)

 

 Ilmuwan Jerman menemukan spesies ikan langka, memiliki empat mata yang semuanya berfungsi secara khas.

Ikan yang dinamakan dengan Rhynchohyalus natalensis itu hidup bawah dalam  laut yang gelap gulita, pada kedalaman 800 hingga 1 Km.

Hewan laut yang dikenal dengan jenis ikan yang mengerikan itu memiliki dua mata utama silinder yang mengarah ke atas. Fungsi dua mata ini untuk memantau mangsa atau bayangan hitam predator di atas ikan.

Sedangkan dua mata tambahan, yaitu mata oval berwarna perak, terletak di sisi kepala. Dua tambahan mata ini memiliki lensa dan retina kedua yang mirip dengan cermin.

Pada laut dalam, menurut Jurnal Proceedings of the Royal Society, disebutkan mata perak ini berfungsi mendeteksi kedipan cahaya biopendar dari makhluk laut dalam sehingga memberi pandangan ikan pada dua sisi dan bagian bawahnya.

Cahaya yang datang dari bawah difokuskan pada dua cermin retina yang melengkung. Dengan demikian ikan memiliki bidang pandangan yang lebih besar. Peneliti menyebutkan sepasang mata ekstra itu membantu ikan ini pandangan 360 derajat meski hewan laut ini hidup pada kedalaman laut yang gelap.

“Jelas, bidang pandangan yang luas merupakan keuntungan bahkan pada kedalaman yang sangat besar,” ujar Professor Hans-Joachim Wagner, peneliti Institute of Anatomy dari University of Tubingen, Baden-Wurttemberg, Jerman. Joachim Wagner merupakan peneliti yang menemukan ikan aneh itu, dilansir dari Dailymail.

Hasil penelitian yang cukup mengejutkan yakni pandangan ikan yang tak terduga, ikan ini memiliki mata reflektor yang biasanya hanya ditemukan pada invertebrata atau hewan tanpa tulang belakang.

Sepanjang ini hewan vertebrata yang memiliki kombinasi mata reflektor, yaitu ikan aneh Dolichopteryx longipes. Ikan ini menggunakan kombinasi lensa pantulan dan bias pada matanya.

Ikan ini tertangkap pada Laut Tasman, Selandia baru selama proyek penelitian internasional. Ikan ini berukuran panjang 18 cm.

Rabu, 26 Maret 2014, 05:52
© VIVA.co.id

 

Sinyal Ponsel Penyebab Musnahnya Lebah Madu

Peneliti dan spesialis lebah asal Lausanne, Swiss, Daniel Favre berbagi penemuannya mengenai medan elektromagnetik ponsel dan pengaruhnya terhadap populasi lebah madu.

Dalam eksperimennya,Favre menempatkan dua ponsel di dalam sarang lebah dan menyiapkan perangkat untuk merekam suara lebah ketika ponsel sedang mati.

Lebah dan ponsel kedengarannya memang tidak berhubungan, namun ada dugaan radiasi yang ditimbulkan sinyal ponsel menjadi penyebab turunnya populasi lebah saat ini. Seperti dikutip harian Inggris Independent, tanda-tanda kepunahan lebah telah terlihat di berbagai kawasan di eropa, seperti Jerman, Spanyol, Yunani,  juga Inggris.

Saat aktif ponsel hidup sekitar 20 – 40 menit, lebah mulai membuat suara bernada tinggi. Suara tunggal ini biasanya dibuat oleh lebah untuk mengumumkan, bahwa sarang berada dalam bahaya, namun setelah sinyal ponsel aktif selama 20 jam dan suara tinggi terus berlanjut, lebah tidak bergerombol. Hanya dua menit dari setelah ponsel dimatikan, lebah tenang kembali.

Favre menyerukan agar komunitas ilmiah internasional untuk terus melihat hubungan antara ponsel dan medan elektromagnetik dan penurunan populasi lebah madu. Nah, Itulah akibat berkembangnya Hp yang terlalu pesat. Yang jadi pertanyaan sekarang, emang apa pengaruhnya lebah pada kehidupan manusia?, jawabannya: Sangat besar sekali pengaruhnya.

Sebelumnya, penurunan drastis populasi lebah telah terjadi di Amerika Serikat, dengan menghilangnya 60% populasi di kawasan pantai barat dan 70% di kawasan pantai timur.

Seperti di Amerika utara saat ini ada 50 spesies kumbang yang ada, hanya 8 spesies yang diamati,4 diantara nya mengalami masalah besar. Termasuk pula lebah madu di dalamnya.

Lebah kita tahu memiliki manfaat banyak bagi manusia, mulai dari madu yang mereka hasilkan, air liur lebah yang telah di teliti dapan menyembuhkan berbagai macam penyakit yang bersarang ditubuh manusia, serta pengobatan alternatif yang dilakukan dengan cara menyengatkan “bisa” lebah ke bagian tubuh yang menderita sakit dan masih banyak lagi. Namun, dari sekian banyak manfaat dan pengobatan gratis itu, akan langka kita temukan, bahkan boleh jadi tidak akan kita temukan lagi.

Kita tahu lebah selama ini hanya dapat bertahan hidup selama 7 pekan, tetapi dengan banyak nya sinyal radiasi di bumi maka akan membunuh para koloni lebah dalam hitungan menit saja.

Fenomena ini dikenal dengan nama Colony Collapse Disorder atau (CCD). CCD terjadi ketika para lebah pekerja tiba-tiba menghilang, meninggalkan ratu lebah, telur dan lebah yang masih kecil mati terlantar disarangnya. Ada banyak dugaan mengapa mereka tidak kembali ke sarangnya. Salah satu teori yang belakangan mengemuka adalah radiasi ponsel mengganggu sistem navigasi lebah, mengakibatkan mereka kebingungan dan tidak dapat kembali ke sarangnya.

Apabila Koloni Lebah Musnah, Apa Yang Akan Terjadi? Tumbuhan, Binatang dan Manusia Ikut Punah.

 

“Jika lebah menghilang dari muka Bumi, maka manusia hanya memiliki 4 tahun lagi untuk dapat bertahan hidup.” (Albert Einstein)

Semua elemen dari suatu ekosistem sangat penting, dan memainkan peran mereka sendiri yang berbeda dalam fungsional holistik ekosistem tersebut.
Jika Anda menghapus salah satu unsur itu maka akan dapat menyebabkan tingkat kehancuran tertentu, dan sistem alami akan perlu melakukan penyesuaian, yang bisa positif atau negatif dan berada di luar kendali kita.

Merosotnya koloni lebah dunia membuat cemas para peneliti sejagat dan tak sedikit pula masyarakat dunia ikut mencemaskannya. Mereka mengadakan seminar-seminar, penyuluhan dan demonstrasi seantero dunia.

Lebah mencari madu dari tumbuhan berbunga, termasuk tumbuhan buah. Namu,n sayangnya tumbuhan-tumbuhan berbunga kebanyakan adalah tumbuhan semak. Oleh karenanya kadang tumbuhan semak yang berbunga ini, justru dianggap “tumbuhan hama” oleh para petani dunia.

 

You Tube
You Tube
You Tube

Aneh dan Unik Bayi Paus Kembar Siam Ditemukan di Perairan Mexico

Seperti dilansir dari Dailymail (8 Januari 2013) seekor makhluk aneh terlihat terkapar di pinggir pantai Scamoon Lagoon perairan Mexico.

Para ilmuwan yang menemukan hewan ini akhirnya ber inisisatif melakukan evakuasi terhadap makhluk ini. Setelah di lakukan evakuasi, para ilmuwan terkejut akan sosok hewan misterius ini yang ternyata merupakan sepasang paus abu-abu yang kembar. Paus ini memiliki satu badan namun dua kepala.

Kondisi paus abu-abu kembar tersebut sudah tak bernyawa ketika ditemukan dan dievakuasi oleh para ilmuwan. Menurut dugaan ilmuwan, induk sang paus abu-abu tersebut kemungkinan mengalami keguguran, karena ukuran bayi paus kembar tersebut hanya sepanjang 2,1 meter. Sementara bayi paus normal dapat mencapai panjang 3,6 meter sampai 4,8 meter.

Bahkan menurut peneliti, paus abu-abu bisa tumbuh mencapai 14,9 meter di perairan arktik.

Paus abu-abu memang diketahui sering melakukan migrasi dari wilayah kutub ke semenanjung Baja California untuk melahirkan, ketika musim lahir. Lokasi sememnanjung ini menurut ilmuwan memang sangat cocok dan pas bagi para paus abu-abu untuk melahirkan bayi-bayi mereka. Kondisi air diperairan ini cukup hangat dan baik untuk anak-anak paus abu-abu.

Kelahiran bayi kembar paus memang sering ditemui pada jenis paus lainnya. Namun, untuk jenis paus abu-abu. Ini merupakan yang pertama kali berhasil ditemukan. Walaupun nasib sang bayi paus tidak dapat diselamatkan.

sumber

  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

    Join 153 other followers

  • June 2017
    M T W T F S S
    « Feb    
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    2627282930