Ini Khasiat Jahe Merah dan Mengkudu bagi Kesehatan

Penelitian dilakukan kepada 100 pasien penderita tuberkulosis

 

Maya Sofia, Marlina Irdayanti

Jika mengkudu ditambah dengan jahe, dapat memberikan efek sinergi antimikroba

Mengkudu dan jahe merah sudah lama dikenal sebagai tanaman herbal yang bermanfaat bagi kesehatan. Mengkudu merupakan buah yang dipercaya mampu mengobati berbagai penyakit, seperti tekanan darah tinggi, penyakit kuning, hingga kanker.

Sementara itu, jahe merah adalah tanaman herbal yang dikenal dengan khasiatnya sebagai penghangat tubuh, mengobati batuk serta mampu meningkatkan gairah seksual.

Kini, sebuah penelitian yang dilakukan pada 2012 kembali mengungkap khasiat lain dari buah mengkudu dan jahe merah. Penelitian yang dipimpin oleh Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, dr. Arifin Nawas, mengungkap, bahwa mengkudu dan jahe merah dapat membantu mengobati penyakit tuberkulosis (TB).

Penelitian yang dilakukan kepada 100 pasien penderita TB ini mengungkap, bahwa kombinasi ekstrak mengkudu dan jahe merah, efektif digunakan sebagai suplemen dalam mengobati penyakit TB.

Dalam penelitian tersebut, pasien dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diberikan obat TB ditambah ekstrak mengkudu dan jahe merah, sedangkan kelompok kedua hanya diberi obat anti TB ditambah plasebo. Kemudian, mulai pekan kedua hingga ke-24, para peneliti melakukan pemeriksaan pada seluruh pasien terkait gejala, pemeriksaan klinis, dan pemeriksaan BTA.

Hasilnya, dalam waktu kurang atau sama dengan enam pekan, sebanyak 20 pasien yang diberi ekstrak mengkudu dan jahe merah mengalami penurunan infeksi lebih cepat, dibanding 13 pasien yang hanya diberi obat TB.

“Kecepatan ini dapat mengurangi penularan TB kepada orang-orang di sekitarnya,” ujar dr. Arifin dalam acara Soho #BetterU: Hari Tuberkulosis, di Hotel Akmani Jakarta.

Arifin melanjutkan, bahwa penyakit TB biasanya menyerang orang yang sistem imunitas tubuhnya rendah. Sementara itu, ekstrak mengkudu mengandung zat yang diketahui mampu mengaktivasi sistem imunitas tubuh. Apabila ditambah dengan jahe, dapat memberikan efek sinergi antimikroba.

“Kandungan antimikroba ini, bahkan seharusnya dapat dijadikan sebagai obat. Oleh karena itu, kami berharap penelitian selanjutnya dapat membuktikan, bahwa mengkudu dan jahe merah mampu mengobati TB,” katanya. (art)

Kamis, 20 Maret 2014, 06:11 WIB

VIVAlife

Buah BINTARO yang Beracun, Tapi Bermanfaat

Bintaro (Cerbera manghas), merupakan bagian dari ekosistem hutan mangrove sehingga sering digunakan untuk tujuan penghijauan karena tingginya dapat mencapai 12 meter. Tetapi penanaman pohon Bintaro sebagai peneduh kota seperti di kota Jakarta seharusnya dipertimbangkan kembali, karena masyarakat umum tidak mengetahui, bahwa getah bunga dan buah Bintaro beracun.

Tahukah Anda bahaya dan kegunaan Pohon Bintaro? Seandainya belum, maka Anda patut berhati-hati, khususnya yang memiliki anak kecil. Pohon yang bentuk daunnya memanjang, simetris dan menumpul pada bagian ujung dengan ukuran bervariasi, itu juga disebut Pong-pong tree atau Indian suicide tree, mempunyai nama latin Cerbera manghas, termasuk tumbuhan mengandung racun. Karena bentuk buahnya yang bagus, anak-anak akan tertarik untuk membuatnya sebagai mainan.

Pohonnya berbentuk indah, namun buahnya tidak dapat dikonsumsi, karena mengandung racun. Buahnya berbentuk bulat dan berwarna hijau pucat dan ketika tua berwarna merah, dengan bentuk tiga lapis : Kulit bagian terluar buah, lapisan tengah berupa serat seperti sabut kelapa, dan biji yang dilapisi kulit biji atau testa.

Menurut penelitian Faperta Institut Pertanian Bogor (IPB), buah Bintaro terdiri atas 8% biji dan 92% daging buah. Bijinya sendiri terbagi dalam cangkang 14% dan daging biji 86%. Biji Bintaro mengandung minyak antara 35-50% (bandingkan dengan biji jarak yang 14% dan kelapa sawit 20%). Semakin kering biji bintaro semakin banyak kandungan minyaknya. Minyak ini termasuk jenis minyak nonpangan, diantaranya asam palmitat (22,1%), asam stearat (6,9%), asam oleat (54,3%), dan asam linoleat (16,7%).

Buahnya sering juga disebut Cerbera karena bijinya dan semua bagian pohonnya mengandung racun yang disebut “cerberin” yaitu racun yang dapat menghambat saluran ion kalsium di dalam otot jantung manusia, sehingga dapat mengganggu detak jantung dan dapat menyebabkan kematian. Bahkan, asap dari pembakaran kayunya pun juga dapat menyebabkan keracunan. Oleh karena itu, jaman dahulu racun Bintaro digunakan bunuh diri atau membunuh orang. Getah bintaro, juga digunakan sebagai racun panah untuk berburu.

Pohon Bintaro sebenarnya dapat diolah dan dimanfaatkan untuk kepentingan manusia, seperti sebagai penakut tikus (menaruh buahnya di dekat tempat lewat tikus), bahan baku lilin, bio-insektisida, obat luka, deodorant, dan berpotensi sebagai biodiesel. Buah Bintaro banyak bergetah dan beracun,

Menurut hasil penelitian Faperta IPB, buah Bintaro sebenarnya dapat juga dijadikan sebagai bahan bakar alternatif. Malahan, bila dibandingkan dengan biji Jarak, biji Bintaro memiliki kadar minyak yang jauh lebih tinggi. Melalui beberapa tahap pengolahan, 1 kg minyak dapat  dihasilkan dari 1,8 kg biji Bintaro yang sudah kering. Minyak yang dihasilkan masih termasuk minyak kasar berwarna hitam. Minyak ini dapat digunakan sebagai pengganti minyak tanah untuk kompor. Hasil uji toksisitas dari getah buah menunjukkan minyak Bintaro layak digunakan sebagai bahan bakar, dengan bau, asap, dan residu lainnya yang tergolong aman. Proses pengolahan buah bintaro menjadi minyak terhitung cepat dan mudah, Jika Anda tinggal di daerah yang banyak ditumbuhi pohon Bintaro. Anda pun dapat mencobanya sendiri.

Berikut beberapa langkahnya: Kumpulkan biji bintaro dari buah yang jatuh alami, kupas buah bintaro kering dan ambil bijinya, keringkan biji bintaro di bawah sinar matahari, giling atau tumbuk biji Bintaro kering itu, lakukan pengepresan sampai minyaknya keluar, jika masih bercampur dengan kotoran, saring minyak tersebut, jika perlu, diamkan minyak selama 1 – 2 malam agar kotorannya mengendap dan minyak Bintaro sudah siap digunakan sebagai bahan bakar.

10 Buah Ini Baik untuk Pasien Diabetes

Ajeng Anastasia Kinanti
Foto: Ilustrasi/Thinkstock

Jakarta, Fruktosa merupakan salah satu bentuk gula dalam buah-buahan yang diketahui memiliki dampak negatif pada penderita diabetes. Selain itu, fruktosa berlebihan juga berdampak buruk bagi seseorang dengan berat badan berlebih. Jadi, buah apa saja yang tetap aman untuk dikonsumsi penderita diabetes?

Berikut 10 buah yang tetap dapat dikonsumsi dan aman bagi pasien diabetes, seperti dilansir Times of India, Selasa (14/5/2013):

1. Jeruk bali

 

Jeruk bali merupakan salah satu jenis jeruk dengan rasa manis, asam dan segar. Buah ini merupakan pilihan sehat untuk penderita diabetes. Dianjurkan untuk mengonsumsi setengah jeruk bali dalam sehari.

2. Beri (Cranberi, Raspberi, Bluberi)

 

Berbagai macam beri mengandung anti-oksidan yang sangat baik. Selain itu, beri mengandung serat, rendah karbohidrat, dan berbagai vitamin. Konsumsi tiga perempat cangkir buah beri cukup untuk menu per hari.

3. Melon dan semangka

 

Melon dan semangka kaya akan vitamin B dan C, serta betakaroten, kalium dan likopen. Memiliki kebiasaan mengonsumsi sepotong melon setiap hari ini akan memberi Anda vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh sehari-hari.

 

4. Ceri

 

Ceri memiliki kandungan anti-oksidan. Selain itu, buah ini juga rendah karbohidrat dan glikemik. Disarankan untuk mengonsumsi 12 buah ceri per hari.

5. Persik

 

Buah persik atau peach merupakan sumber yang baik untuk vitamin A dan C. Selain itu, buah ini juga rendah karbohidrat, kaya kalium, dan serat.

6. Aprikot

 

Buah aprikot rendah akan karbohidrat, namun tinggi serat dan kaya akan vitamin A. Buah ini merupakan pilihan yang baik bagi penderita diabetes. Mulailah untuk memasukkan 1 buah aprikot dalam menu harian Anda.

7. Apel

 

Ketika mengonsumsi apel, hindari mengupas kulitnya. Makanlah sebuah apel beserta kulitnya sebab kulit apel justru kaya akan anti-oksidan. Selain itu, apel merupakan sumber serat dan vitamin C yang baik.

8. Kiwi

 

Kiwi merupakan sumber yang baik bagi kalium, serat, dan vitamin C. Buah ini juga mengandung karbohidrat yang rendah, di mana sangat baik bagi penderita diabetes. Disarankan untuk mengonsumsi 1 buah kiwi per hari untuk menjaga kesehatan Anda.

9. Pir

 

Buah pir kaya akan kalium, serat, dan rendah karbohidrat. Para ahli berpendapat buah pir harus menjadi bagian dari menu makan Anda sehari-hari.

10. Jeruk

 

Jeruk dikenal mengandung vitamin C yang tinggi. Buah ini juga rendah karbohidrat dan mengandung kalium. Sama seperti jeruk bali, buah jeruk juga merupakan buah yang aman bagi penderita diabetes.

Selasa, 14/05/2013 07:31 WIB

(vit/vit)

Buah, Beda Warna Beda Khasiat

Sudah tepatkah yang Anda konsumsi?

 

Wuri Handayani, Stella Maris

Konsumsi buah berdasarkan kebutuhan. (http://diethuteri.com)

Perbedaan warna pada buah ternyata memiliki arti tersendiri. Zat pembentuk warna atau phytochemical menunjukkan nilai manfaat bagaimana buah tersebut mampu mengatasi berbagai macam penyakit.
“Zat warna pada buah dan sayur merupakan bioaktif alami yang mengandung nutrisi. Fungsi untuk menangkal serangan penyakit,” kata ahli gizi dr. Samuel Oentoro. Berikut beberapa warna sayur dan buah sesuai manfaat yang diberikan.
Merah
Warna ini ada pada tomat, semangka, anggur, pepaya, paprika, stroberi, dan jambu biji. Zat pemberi warna kuning tua hingga merah menunjukkan indikasi kandungan lycopene yang mampu menurunkan risiko serangan jantung, dan kanker, seperti kanker prostat.
Hijau
Kandungan lutein zeaxanthin pada sayur berwarna hijau, seperti bayam, kale, brokoli, dan sawi disebut menekan pertumbuhan, bahkan mencegah sel kanker.
Jingga dan kuning
Beberapa penelitian menyebut bahwa konsumsi buah atau sayur berwarna jingga atau kuning bisa menghambat proses penuaan dan kerusakan sel tubuh. Buah dan sayur ini juga mengandung beta karoten yang meningkatkan fokus mata terkait degeneratif dan memberi kekebalan tubuh. Sumbernya ada pada mangga, kentang, wortel, aprikot, dan pisang.
Biru dan ungu
Buah dan sayur ini mengandung anthocyanins flavanoids yang bekerja sebagai antikarsinogen untuk meningkatkan kognisi. Anda bisa mendapatkannya pada anggur, bit, dan blueberry.
Putih
Sayur dan buah berwarna putih mengandung zat warna allicin. Zat ini dipercaya dapat meredakan flu, menekan perkembangan sel kanker, dan menurunkan kolesterol. Jika Anda memiliki masalah tadi, perbanyak konsumsi bawang putih, pir, dan kembang kol. (art)
Rabu, 1 Mei 2013, 13:09 WIB

• VIVAlife

Menilik Seberapa Hebat Kiwi untuk Kesehatan

Mencegah penyakit degeneratif

Wuri Handayani, Stella Maris

Kiwi diklaim sebagai buah tinggi vitamin C dan E. (dok. zespri)

Selain makanan pokok penghasil energi, sayuran, dan lauk pauk pengasup protein, tubuh juga membutuhkan buah yang bekerja sebagai antioksidan. Fungsinya: mencegah penyakit degeneratif seperti kencing manis, kanker, dan obesitas. Selain itu juga meningkatkan kesehatan saluran cerna, daya tahan tubuh, dan mencegah kerusakan sel.

 

Menurut ahli gizi klinis Dr. Fiastuti Witjaksono, pilihan buah tepat untuk memenuhi kebutuhan antioksidan adalah kiwi. Buah ini memiliki kandungan protein yang berfungsi sebagai zat pembangun pengganti sel-sel rusak. Selain itu juga memperbaiki metabolisme tubuh.

 

“Kiwi memiliki kandungan vitamin C lebih tinggi, vitamin E-nya lima kali lebih besar dibandingkan apel. Kiwi juga kaya akan serat dan mengandung enzim actinidin yang membantu perencanaan protein, sehingga mudah diserap,” kata Fiastuti.

 

Berdasarkan penelitian USDA Nutrient Database, vitamin C pada buah kiwi memang lebih besar dibanding buah jeruk. Per 100 gram jeruk mengandung sekitar 53,2 mg, sedangkan kiwi gold 108,5 mg, dan kiwi hijau 85,1 mg.

 

Demikian juga dengan kandungan vitamin E. Jeruk hanya memiliki 0,18 mg per 100 gram, sedangkan kiwi hijau 0,86 mg, dan kiwi gold 1, 32 mg.

Kamis, 2 Mei 2013, 07:51 WIB

• VIVAlife

Tiga Alasan untuk Konsumsi Pisang di Pagi Hari

Demi jantung Anda

 

Mutia Nugraheni, Tasya Paramitha

 

 

Pisang. (istockphoto)

Manis dan mengenyangkan. Pisang memang mengandung karbohidrat yang cukup tinggi. Namun, itu bukan alasan untuk tidak mengonsumsinya. Justru, buah berwarna kuning ini merupakan pilihan tepat untuk memulai aktivitas.

Kandungan serat dan nutrisinya yang sangat tinggi sangat baik untuk tubuh Anda. Konsumsi saja pisang di pagi hari sebagai menu sarapan dan dapatkan tiga keuntungan berikut.

Mengatasi lelah

Pisang kaya akan kalium, mineral penting untuk menjaga kesehatan jantung dan menstabilkan tekanan darah. Asupan kalium sangat  penting untuk membantu mengatasi kram otot dan kelelahan. Pisang juga merupakan sumber vitamin B6 yang berfungsi meningkatkan fungsi otak dan saraf, sehingga sangat pas jadi menu sarapan Anda.

Menenangkan perut
Perut seringkali bermasalah pada pagi hari dan terasa mulas. Untuk meredakannya, Anda dapat  mengonsumsi pisang. Pisang memiliki sifat antacid yang dapat mengatasi sakit perut. Pisang, seperti dilansir dari Fit Sugar, juga mengandung pektin, serat larut yang dapat membantu menormalkan pencernaan dan menyembuhkan sembelit.

Rendah kalori

Bagi Anda yang sedang dalam proses menurunkan berat badan, jadikan saja pisang sebagai camilan. Kalorinya tak terlalu tinggi, satu buah pisang mengandung sekitar 100 kalori. Oleh karena mengandung serat, pisang akan membuat Anda kenyang lebih lama dan mencegah makan berlebihan. Pisang dapat Anda konsumsi sebagai makanan ringan sebelum berolahraga. Anda dapat mengonsumsinya dengan menambahkan satu sendok selai kacang atau dibuat smoothie.
Rabu, 27 Februari 2013, 18:03 WIB

• VIVAlife

Buncis dan Khasiatnya Bagi Kesehatan

Anda tentu tak asing lagi dengan buncis. Tanaman yang bernama latin Phaseolus vulgaris ini buahnya mirip kacang panjang, tapi lebih pendek dan gemuk. Selain enak disayur, ternyata juga mengandung manfaat bagi kesehatan. Seperti apa itu?

Tanaman yang termasuk familia Papilionaceae (Leguminosae) ini merupakan jenis tumbuhan semak tegak atau membelit dengan panjang 0.3 – 3 meter. Daun penumpu tetap melekat lama. Anak daun bulat telur, dengan pangkal membulat, meruncing, dan kedua belah sisi berambut. Tandan bunga buncis berada duduk di ketiak tanaman, dengan 1-2 pasangan bunga. Tangkai tandan masih, setinggi-tingginya 6 cm, dan kerapkali lebih pendek. Anak daun pelindung di bawah kelopak panjang 3-9 mm. Kelopak tinggi 5-8 mm, gigi yang teratas sangat pendek.

Tanaman buncis ini memiliki bunga mahkota putih. Makin tua, mahkota tersebut berubah warna menjadi kuning, bahkan kadang-kadang menjadi warna ungu. Biji maupun buah buncis dijumpai dalam banyak variasi dan diperdagangkan dengan nama yang berbeda sebagai sayuran. Mulai dari buncis coklat dan putih, buncis spercie dan snijbonen, serta buncis perluru dan kievitsbonen. Bagian yang digunakan buah dan buncis.

 

Tanaman buncis berasal dari Amerika dan banyak ditanam di sana. Tumbuhan ini juga tidak sulit untuk dibudidayakan. Umumnya budidaya dilakukan dengan menggunakan biji. Tanaman merambat ini sungguh enak, jika buahnya yang masih muda disayur, apalagi kalau dijadikan tambahan untuk sop. Komposisi senyawa dalam sayuran buncis antara lain: Alkaloid, flavonoida, saponin, triterpenoida, steroida, stigmasterin, trigonelin, arginin, asam amino, asparagin, kholina, tanin, fasin (toksalbumin), zat pati, vitamin (?), dan mineral (?).

 

Berdasarkan penelitian, di dalam buncis terkandung zat b-sitosterol dan stigmasterol yang mampu meningkatkan produksi insulin. Insulin sendiri adalah hormon yang dihasilkan secara alamiah oleh pankreas dan berfungsi untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Apabila pankreas hanya mampu menghasilkan sedikit insulin (atau tidak sama sekali), maka seseorang akan terkena penyakit diabetes mellitus. Dengan demikian, mengonsumsi buncis, kita akan terhindar dari penyakit kencing manis tersebut.

 

Agar khasiatnya lebih terasa, Anda dapat mengnsumsi buncis dengan cara dimakan sebagai lalapan atau dimasak dalam bentuk oseng-oseng dengan tambahan daging. Beberapa masakan yang menggunakan buncis dapat Anda simak resepnya di sini.
  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

    Join 153 other followers

  • August 2017
    M T W T F S S
    « Feb    
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031