Sirsak Obat Kanker yang Disembunyikan Khasiatnya Oleh Pihak Farmasi

 

Di negara kita sendiri buah Sirsak atau dalam bahasa Inggrisnya ‘Soursop’ (latin: Annona muricata) dikenal dengan berbagai sebutan yaitu nangka seberang, nangka landa (Jawa), nangka walanda, sirsak (Sunda), nangka buris (Madura), srikaya jawa (Bali), deureuyan belanda (Aceh), durio ulondro (Nias), durian betawi (Minangkabau), serta jambu landa (di Lampung).

Penyebutan “belanda” dan variasinya menunjukkan, bahwa sirsak (dari bahasa Belanda: zuurzak, berarti “kantung asam”) menandakan, bahwa buah ini masuk ke Indonesia pada masa pemerintah kolonial Hindia-Belanda menginfasi Nusantara pada abad ke-19.

Dan selama ini masyarakat terbuai, kanker hanya dapat diobati dengan chemotherapy (terapi kemo).


Padahal, buah dan daun Sirsak (Graviola) berdasarkan hasil sejumlah penelitian, mampu membunuh sel kanker yang kekuatannya sepuluh ribu kali lipat lebih ampuh dibanding terapi kemo.

Diam-diam pabrik obat terbesar di Amerika melakukan riset buah yang di Brazil disebut “Graviola“, di Inggris “Soursop” dan di Spanyol “Guana Bana” ini.

Namun, besarnya biaya riset membuat penemuan besar ini sengaja disembunyikan, sambil mencoba melakukan kloning atas buah ini agar penemuannya dapat dipatenkan.

Khasiat buah dan daun sirsak memberikan efek anti tumor/kanker yang sangat kuat dan terbukti secara medis menyembuhkan segala jenis kanker.

Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai anti bakteri, anti jamur (fungi), efektif melawan berbagai jenis parasit, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stress, dan menormalkan kembali system syaraf yang kurang baik. Adalah Health Science Institute di Amerika yang membuka tabir gelap ini.

“Sirsak, pohon ajaib yang banyak tumbuh di hutan Amazon akan mengubah cara berpikir Anda, dokter Anda, bahkan Dunia, mengenai proses penyembuhan kanker dan harapan kesembuhan yang luar biasa,” tulis Health Science Institute.
Berdasarkan riset, buah dan daun sirsak dapat berguna untuk:

(1) Menyerang sel kanker dengan aman dan efektif secara alami, tanpa rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi kemo,

(2) Melindungi sistem kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan,

(3) Pasien merasakan lebih kuat, lebih sehat selama proses perawatan / penyembuhan, dan

(4) Energi meningkat dan penampilan fisik membaik.

Sumber berita sangat mengejutkan ini berasal dari pabrik farmasi terbesar di Amerika. Buah Graviola diuji di lebih dari 20 laboratorium, sejak tahun 1970-an sampai beberapa tahun berikutnya.

Hasil test dari ekstrak (sari) buah ini adalah secara efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda, diantaranya kanker: Usus Besar, Payudara, Prostat, Paru-Paru dan Pankreas.

“Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan Adriamicin dan Terapi Kemo yang biasa di gunakan,” tulis laporan riset itu.

Tidak Membunuh Sel Sehat

Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selektif hanya memburu dan membunuh sel-sel jahat dan tidak membunuh sel-sel sehat. Riset telah dilakukan secara ekstensive pada pohon “ajaib” ini selama bertahun-tahun, tapi kenapa kita tidak mengetahui apa-apa mengenai hal ini?

Jawabnya: Begitu mudah kesehatan kita dan kehidupan kita yang selama ini telah dikendalikan oleh elite dunia yang memiliki uang dan kekuasaan.

Salah satu perusahaan obat terbesar di Amerika dengan omzet milyaran dollar melakukan riset luar biasa pada pohon Graviola yang tumbuh di hutan Amazon ini.

Ternyata beberapa bagian dari pohon ini yaitu: kulit kayu, akar, daun, daging buah dan bijinya, selama berabad-abad telah menjadi obat bagi suku Indian di Amerika Selatan untuk menyembuhkan sakit jantung, asma, masalah liver (hati) dan reumatik.

Dengan bukti-bukti ilmiah yang minim, perusahaan mengucurkan dana dan sumber daya manusia yang sangat besar guna melakukan riset dan aneka pengujian. Hasilnya sangat mencengangkan. Graviola secara ilmiah terbukti sebagai mesin pembunuh sel kanker!

Tidak Dapat Dipatenkan, maka Tidak Dipublikasikan

Namun mirip Cannabis atau Ganja yang juga banyak gunanya termasuk dapat menghancurkan sel kanker, kini kisah Graviola hampir berakhir sama di sini. Kenapa? Oleh karena di bawah undang-undang federal, sumber bahan alami untuk obat tidak dapat dipatenkan.

Mengapa sirsak tak dapat dipatenkan seperti juga cannabis atau ganja?? Karena keduanya berasal dari tumbuhan alami, tanpa suatu proses apapun, keduanya sudah mujarab dalam membasmi sel kanker dan beberapa penyakit lainnya yang selama ini tak tersembuhkan.

Artinya, untuk meraih suatu patent, perusahaan harus dapat membuat tanaman ini sedikit berbeda dari tanaman alami, misalnya dengan meng-kloning atau melakukan rekayasa genetika lainnya.

Maka perusahaan farmasi yang dikuasai para elit dunia berusaha sekuat tenaga dengan biaya sangat besar untuk mengkloning Graviola ini agar dapat dipatenkan sehingga dapat meraup keuntungan besar.

Tapi semua itu sia-sia, oleh karenanya, perusahaan menghadapi masalah besar. Tanpa patent, berarti tak ada uang trilyunan dollar yang dapat diraup oleh para elit penguasa farmasi dunia.

Bahkan bagi mereka akan lebih parah, karena setiap orang akan dapat menanam tanaman obat yang sangat berkhasiat ini di halaman rumahnya masing-masing dan artinya masyarakat dapat memiliki obat di pekarangan mereka sendiri.

Usaha para elit farmasi dunia ini tidak berhasil. Graviola tidak bisa dikloning. Perusahaan gigit jari setelah mengeluarkan dana milyaran dollar untuk riset dan aneka pengujian.

Ketika mimpi untuk mendapatkan keuntungan lebih besar berangsur-angsur memudar, kegiatan riset dan test juga berhenti. Bahkan lebih parah lagi, perusahaan menutup proyek ini dan memutuskan untuk tidak mempublikasikan hasil riset ini.

Beruntunglah, ada salah seorang Ilmuwan dari tim riset tidak tega melihat kekejaman ini terjadi. Dengan mengorbankan karirnya, dia menghubungi sebuah perusahaan yang biasa mengumpulkan bahan-bahan alami dari hutan amazon untuk pembuatan obat.

Ketika para pakar riset dari Health Science Institute mendengar berita keajaiban Graviola, mereka mulai melakukan riset.

Hasilnya sangat mengejutkan. Graviola memang terbukti sebagai pohon pembunuh sel kanker yang efektif!

The National Cancer Institute mulai melakukan riset ilmiah yang pertama pada tahun 1976. Hasilnya membuktikan bahwa daun dan batang kayu Graviola mampu menyerang dan menghancurkan sel-sel jahat kanker. Sayangnya hasil ini hanya untuk keperluan intern dan tidak dipublikasikan.

Sejak 1976, Graviola telah terbukti sebagai pembunuh sel kanker yang luar biasa pada uji coba yang dilakukan oleh 20 Laboratorium Independence yang berbeda.
Suatu study yang dipublikasikan oleh The Journal of Natural Products menyatakan, studi yang dilakukan oleh Catholic University di Korea Selatan, menyebutkan salah satu unsur kimia yang terkandung di dalam Graviola, mampu memilih, membedakan dan membunuh sel kanker Usus Besar dengan 10.000 kali lebih kuat dibandingkan dengan adriamicin dan terapi kemo.

Penemuan yang paling mencolok dari study Catholic University ini adalah: Graviola bisa menyeleksi memilih dan membunuh hanya sel jahat kanker, sedangkan sel yang sehat tidak terganggu.

Graviola tidak seperti terapi kemo yang tidak bisa membedakan sel kanker dan sel sehat, maka sel-sel reproduksi (seperti lambung dan rambut) dibunuh habis oleh terapi kemo, sehingga timbul efek negatif: rasa mual dan rambut rontok.

Sebuah study di Purdue University membuktikan, daun Graviola mampu membunuh sel kanker secara efektif, terutama sel kanker: prostate, pancreas, dan paru-paru.

Sumber: indocropcircles.wordpress.com

Terungkap, Bakteri Ini Serap Polusi dan Gas Rumah Kaca

Bakteri ini berfungsi untuk mengurangi perubahan iklim

 

 
 Dwifantya Aquina , Amal Nur Ngazis
 
 
 
 
Peta dampak perubahan iklim dunia.

Peta dampak perubahan iklim dunia. (http://www.gomuda.com)
 

Selama ini, bakteri populer sebagai sumber penyakit. Rupanya, ada juga bakteri yang berkontribusi positif. Siapa sangka mahluk kecil ini dapat berfungsi untuk mengurangi perubahan iklim.

 
Sebuah laporan ilmiah mengungkapkan bakteri jenis methylocella silvestris dapat menghentikan dampak buruk tumpahan minyak di lautan, melansir NBCNews, Selasa 29 April 2014. 
 
Studi itu mengidentifikasi tegangan mikroba mampu tumbuh pada gas rumah kaca yang kuat maupun gas propana, yang ditemukan pada gas alam mentah. Sebelumnya ilmuwan hanya menduga bakteri hanya tumbuh pada salah satu metana saja.
 
Peneliti University of East Anglia, Inggris dalam jurnal Nature mengatakan, dengan mengkonsumsi metana dan propana itu, bakteri secara tak langsung mencegah gas itu mencapai atmosfer. Bakteri itu disebutkan bersekutu dalam gas dan menyerap polusi dan gas rumah kaca. 
 
Bakteri, lanjut tulisan itu, juga dapat mencegah munculnya gas alam itu dari aktivitas buatan manusia misalnya fracking dan tumpahan minyak. 
 
“Dengan demikian mikroba dapat membantu mengurangi efek pelepasan gas rumah kaca ke atmosfer dari dua gas alam yang merembes ke lingkungan,” jelas tulisan dalam jurnal. 
 
Laporan itu menjelaskan, bahwa bakteri itu pertama kali terdeteksi di Eropa Utara pada 2010 usai tumpahan minyak di Teluk Meksiko. Tumpahan minyak itu dipicu atas bocoran minyak Deepwater Horizon. Insiden itu merupakan tumpahan minyak terbesar di lepas pantai dalam sejarah AS.
 
Mengenai teka-teki apakah bakteri bertahan dalam bocoran gas, peneliti diluar studi ini, menduga justru bakteri itu bisa bertahan pada bocoran gas. 
 
“Hal yang bagus pada bakteri adalah mereka dapat tumbuh dengan cepat. Salah satu bakteri yang ditemukan pada kasus ini dapat tumbuh dua kali lipat tiap 10 jam,” jelas Antje Boetius, profesor Max Planck Institute for Marine Microbiology, Jerman yang berada diluar studi itu. 
 
Boetius berteori, tumpahan minyak membuat sebagian besar bakteri tetap di lingkungan itu dalam waktu sepekan dan mengkonsumsi banyak metana dan pronana yang bocor. (ita)
 
Selasa, 29 April 2014, 15:01
© VIVA.co.id

Hormon Misterius Pembuat Manusia Suka Selingkuh

 

Memang masalah perselingkuhan sudah sering dibahas. Selingkuh disebut-sebut sudah merupakan bagian dari gen pria. Banyak pria yang membeberkan alasan mereka berselingkuh. Bahkan perempuan pun berani mengatakan bahwa mereka juga berselingkuh. Namun, penemuan baru ini cukup mengejutkan: Ada sebuah gen yang ternyata meningkatkan perilaku selingkuh terhadap pasangan dan ini berlaku, baik untuk pria maupun wanita!

Gen yang disebut “DRD4” atau “Dopamine receptor D4” ini memengaruhi kadar dopamin pada otak. Satu dari empat orang yang memiliki gen ini cenderung tidak setia pada pasangan hingga dua kali lipat daripada mereka yang tidak memilikinya.

Reseptor dopamin D4 (DRD4) adalah 7-transmembran G-protein-coupled reseptor dopamin dikodekan oleh gen DRD4, ditemukan dalam sistem limbik, korteks frontal, dan daerah lain dari otak, tetapi diekspresikan pada tingkat tinggi di korteks prefrontal, yaitu daerah otak terkait dengan kemampuan kognitif.

Ketika pria atau wanita dengan gen “pengkhianat cinta” ini punya affair, mereka menerima dorongan kimiawi yang sama dengan penjudi yang memenangkan taruhan atau seorang alkoholik yang menerima minuman.

DRD4

Setelah menguji 180 pria dan wanita muda mengenai perilaku mereka terhadap hubungan, peneliti berkesimpulan bahwa mereka yang memiliki varian tertentu dari gen DRD4 cenderung lebih memiliki sejarah perselingkuhan, termasuk “one night stand”.

“Dalam kasus seks yang tidak terikat, risikonya tinggi, lalu ada unsur penghargaan dan variabel motivasi sehingga ini memastikan adanya dorongan dopamin,” urai Justin Garcia, salah satu peneliti dari State University of New York.

Menurut penelitian yang diterbitkan oleh jurnal PLoS ONE ini, tetap setia pada pasangan adalah suatu yang sangat memungkinkan. Namun, relawan juga kepingin selingkuh. Meskipun begitu, Anda jangan lantas membuat pembenaran untuk selingkuh gara-gara gen ini.

Sedangkan yang dilansir ABCNews.go.com, sebuah penelitian dari Binghamton University menunjukkan bahwa faktor selingkuh bisa disebabkan karena keturunan dan gen DRD4 sudah terbentuk sejak di dalam kandungan, yang juga bertanggung jawab pada kecanduan alkohol.

Penelitian dilakukan dengan mengajukan pertanyaan pada 180 relawan pria dan wanita muda tentang sikap mereka terhadap hubungan asmara. Mereka pun diuji dengan sebuah gen yang disebut DRD4. Gen ini bisa memengaruhi level zat kimia pada otak, dopamin.

Pria Selingkuh

“Kalau pilih suami, perhitungan bibit, bebet, bobot,” begitu pesan nenek. Jangan remehkan petuah turun temurun ini. Memilih suami harus mempertimbangkan banyak hal, tidak hanya faktor kemampuan kemapanan, tetapi juga riwayat keluarganya, apakah ada kecenderungan mudah selingkuh atau tidak.

“Kalau ayah atau ibunya suka selingkuh, belum tentu anaknya juga,”
memang benar demikian, tetapi ternyata tidak juga.

“Sebuah penelitian menunjukkan bahwa keinginan untuk selingkuh dan berpaling ke wanita lain bisa terbentuk sejak masih dalam kandungan dan terbawa hingga dewasa. Faktor pencetus itu ada dalam gen seorang pria. Gen yang disebut “DRD4” ini memengaruhi kadar dopamin pada otak.”

Menurut Garcia, studi ini tidak akan membiarkan para pelakunya lolos. “Tidak semua orang dengan genotipe ini akan melakukan kencan semalam atau tidak setia,” ujar Garcia.

Pada November 2010 lalu, para peneliti menemukan bahwa gen DRD4 juga membuat orang memiliki pandangan yang lebih liberal.

Karena varian genetik ini mendorong orang untuk mencari sesuatu yang baru, mereka bisa saja lebih cenderung mencari pandangan politik yang tidak begitu konvensional.

Mereka yang memiliki gen ini juga cenderung mencari sudut pandang orang lain, dan dipengaruhi oleh mereka. “Kami menemukan bahwa mereka yang memiliki varian gen DRD4 cenderung lebih mungkin melakukan hubungan seksual tanpa komitmen dan tidak setia pada pasangannya,” ujar Justin Garcia, kepala penelitian.

Wanita Selingkuh

Pada banyak kasus, pria dianggap lebih sering berselingkuh daripada perempuan dan hanya wanita lajang saja yang suka mengejar pria yang sudah berpasangan.

Tapi di masa sekarang ini dimana wanita telah memiliki pergaulan yang luas dan terjadi pergeseran nilai yang membuat perempuan tidak lagi terkekang untuk mendapatkan apa yang diinginkannya dalam sebuah hubungan, telah membuat wanita menjadi lebih banyak punya kesempatan untuk melakukan hal yang sama dengan pria, termasuk dalam perselingkuhan.

Namun ternyata tak kurang dari 25% para istri itu tidak setia kepada suaminya. Mereka yang mengaku pernah melakukan perselingkuhan itu bahkan sepertiganya mengaku juga pernah melakukan one-night stand.

Lalu sekitar 64% dari para istri ini melakukan perselingkuhan didalam pernikahannya sebelum mempunyai anak.

Dan, setelah melahirkan anak pun tetap melakukannya saat anak-anak mereka masih berusia balita. Selanjutnya, kegiatan berselingkuh itu baru akan menurun drastis pada saat anak-anaknya mulai beranjak dewasa.

Pasangan yang dipilih oleh para isteri yang berselingkuh ini beragam. Sekitar 37% dari mereka memilih mantan pacarnya, 31% memilih pria yang baru dikenalnya, 12% memilih teman dekatnya di masa kanak-kanak, 5% memilih berselingkuh dengan teman suaminya, dan 2,5% memilih sobat dari temannya.

Sekitar 43% dari mereka itu menceritakan perselingkuhannya tersebut kepada sahabat terdekatnya, 25% menceritakannya kepada setidaknya satu orang temannya, 15% menceritakan kepada lebih banyak teman-temannya. Bahkan 6% dari mereka itu menceritakan hal tersebut kepada anggota keluarganya.

“Perempuan senang bercerita dan berbagi. Mereka menyukai drama dari opera sabun, dan mereka percaya teman terbaik tak akan membocorkan rahasia tersebut”, kata Phillip Hodson dari British Association of Counselling and Psychotherapy.

Kecenderungan berselingkuh erat kaitannya dengan hormon seks yang disebut dengan nama oestradiol.

“Hormon Oestradiol ini mempunyai kaitan erat dengan kesuburan dan tingkat daya tarik dalam meraih pasangan. Perempuan dengan tingkat oestradiol yang tinggi mempunyai kemungkinan lebih besar untuk terlibat perselingkuhan.”

Tak hanya soal kecenderungan berselingkuh, perempuan dengan tingkat hormon oestradiol yang tinggi ini jika mempunyai kesempatan dan peluang juga mempunyai kemungkinan besar untuk melepas hubungan yang ada demi untuk mendapatkan pasangan yang lebih baik dari yang sudah didapatkannya sekarang ini.

selingkuh-cheat-drd4
Lalu adakah perbedaan antara kasus perselingkuhan yang dilakukan oleh suami (pria) dengan yang dilakukan oleh istri (wanita) itu ?.Merupakan kenyataan bahwasanya pria itu lebih sulit memaklumi dan memaafkan ketidaksetiaan pasangannya, dibandingkan dengan wanita yang lebih mudah memaklumi dan memaafkan ketidaksetiaan pasangannya.Wanita biasanya lebih mudah memaklumi dan memaafkannya, sebab peristiwa itu biasanya akan dilihatnya dari sisi relasi koneksi perasaan dan emosional yang terjadi dalam perselingkuhannya itu. Dalam arti seberapa mencintai suaminya itu kepada selingkuhannya.

Rasa terhina itu lantaran peristiwa perselingkuhan pasangannya itu biasanya akan dilihat dari sisi aspek seksualnya. Dalam arti seberapa intens dan mendalamnya relasi seksual yang terjadi antara istrinya dengan selingkuhannya itu.

DRD4 gen selingkuh cheat

Padahal dalam perselingkuhan itu tidak selalu melibatkan relasi koneksi perasaan dan emosional yang mendalam. Tetapi hampir semua peristiwa perselingkuhan yang melibatkan pasangan yang sudah menikah itu selalu terjadi kontak seksual yang sangat bisa jadi intens dan mendalam.

Suatu survei yang pernah dilakukan oleh sebuah perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia di beberapa kota besar menunjukkan data hasil, bahwa mayoritas wanita sudah menikah yang berselingkuh adalah mereka yang bekerja dengan alasan lebih bersifat emosional, seperti cinta dan perhatian.

Sedangkan pria sudah menikah melakukan perselingkuhan itu mayoritas karena alasan petualangan seksual yang ingin sering melakukan hubungan seksual dan mendapatkan pelayanan seksual yang lebih baik dalam rangka mengatasi kebosanan dengan pasangannya di rumah.
by

Mengenal Abu Vulkanik dan Bahayanya

Meletusnya Gunung Kelud dan Gunung Sinabung menyisakan duka mendalam bagi bangsa Indonesia. Bencana meletusnya gunung memang bukan yang pertama kali di negeri kita ini. Sebelum Sinabung dan kelud, pada tahun 2010 Gunung Merapi meletus dan mengeluarkan semburan abu vulkanik. Apa itu abu vulkanik? nah! ini dia yang dapat disarikan oleh serupedia.

Salah satu yang berbahaya bagi kesehatan manusia dari letusan gunung berapi adalah debu vulkaniknya. Abu vulkanik, sering disebut juga pasir vulkanik atau jatuhan piroklastik adalah bahan material vulkanik jatuhan yang disemburkan ke udara saat terjadi suatu letusan, terdiri dari batuan berukuran besar sampai berukuran halus. Batuan yang berukuran besar (bongkah – kerikil) biasanya jatuh disekitar kawah sampai radius 5 – 7 km dari kawah, dan yang berukuran halus dapat jatuh pada jarak mencapai ratusan km, bahkan ribuan km dari kawah karena dapat terpengaruh oleh adanya hembusan angin. ( Wikipedia).

Pengamatan Mikroskop

Berikut adalah gambar dari hasil pengamatan mikroskop

Bisa Menyebabkan Batuk Darah

Yang harus diketahui sahabat serupedia, ternyata abu vulkanik bisa menyebabkan batuk darah. Menurut Prof dr Magdalena Sidhartani SpA (K), Kelapa Divisi Respirologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK UNDIP seperti yang dilansir tribunnews, mengungkapkan masyarakat harus berhati-hati untuk mengantisipasi bahaya abu vulkanik. Kandungan abu vulkanik tak sekadar debu, melainkan partikelnya lebih tajam. Kalau mengenai selaput lendir kornea mata akan terasa perih. Sebab itu lah, perlu dibersihkan secara hati-hati. Sedapat  mungkin jangan dikucek karena, justru akan lebih parah.

Dia menambahkan, debu vulkanik juga berbahaya kalau sampai masuk ke saluran pernafasan manusia. Menurutnya, debu vulkanik lebih berbahaya ketimbang asap. Menurut Prof. Magdalena, di dalam saluran pernafasan sebenarnya sudah ada bulu getar yang bekerja otomatis menolak partikel-partikel asing yang masuk. Debu vulkanik yang masuksecara otomatis akan ditolak. ” Biasanya refleksnya terjadi batuk,” katanya. yang kemudian akan menyebabkan batuk darah.

Bahaya lainnya

Abunya dapat mengakibatkan penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Tak hanya itu bahayanya, iritasi mata hingga kebutaan, kerusakan kulit kronis serta menyebabkan gangguan pada sistem paru-paru. Selain itu, tentu saja dapat mengakibatkan kematian mengingat suhu abu vulkanik bisa mencapai 800 hingga 1.500 derajat celsius.

Debu vulkanik terbentuk dari magma yang terpecah-pecah dengan diameter kurang dari dua milimeter yang tebentuk saat terjadi letusan. Kandungannya terdiri dari gas berbahaya yakni sulfur dioksida, karbon dioksida dan hidrogen flurida. Bagi pengidap asma dan penyakit pernafasan kronis lainnya seperti emphysema atau bronkitis lebih rentan terkena iritasi jika debu vulkanik memenuhi udara dengan kosentrasi tinggi.

Bahaya lainnya adalah apabila debu naik ke angkasa dapat membentuk awan panas dan menyebabkan hujan asam. Hujan ini sangat berbahaya bagi kesehatan manusia maupun lingkungan karena kandungan racunnya dapat menurunkan kesuburan tanah dan kematian bagi hewan. Bahaya abu vulkanik ini potensial mengancam mereka yang tinggal dekat dengan area gunung yang meletus. Sedangkan mereka yang tinggal jauh dari pusat letusan resikonya tentu lebih kecil.

Tips menghindari abu vulkanik antara lain menjauhlah dari pusat letusan abu vulkanik, menggunakan masker penutup hidung, gunakanlah pakaian tertutup untuk melindungi kulit serta hindarilah kegiatan di luar rumah.

Sumber : http://www.serupedia.com/2014/02/men…bahayanya.html

by
ridoblax

Teori Baru Tentang Terjadinya Gempa

Apakah ledakan dalam Bumi menimbulkan gempa, ataukah sebaliknya?

Sebenarnya pertanyaan ini ditimbulkan oleh adanya pendapat sarjana Barat tentang Drifting Continents yaitu benua-benua yang senantiasa bergerak. Dengan teori ini mereka telah mengetahui adanya sejuta kali gempa bumi setiap tahun di planet ini. Tetapi mereka lupa bahwa kulit Bumi ini telah sangat kuat kukuh malah sangat rapat, karenanya terdapatlah lautan air dua pertiga dari seluruh permukaannya begitupun orang tidak takut lagi berlayar ke mana saja tanpa perasaan akan jatuh di tempat longsor ke dalam perut Bumi.

Continental Drift dikatakan dengan keterangan lengkap sebagai teori, pertama kali diterbitkan oleh Alfred Wegener (Klik di sini) , meteorologis Jerman, pada tahun 1912. Dia menerangkan bahwa dulunya sekira 200 juta tahun yang lalu benua besar Pangaea telah terpecah, masing-masingnya memisah hingga kini menjadi beberapa benua dan pulau-pulau. Sayang dia tidak menerangkan penyebah terpecahnya Pangaea tersebut, karenanya teori itu belumlah lengkap sebagai dikatakan, tetapi haru berbentuk dugaan yang ditimbulkan oleh keadaan dan pengalaman yang menimpa. Dia hanya berdasarkan bentuk benua-benua yang ujung-ujungnya cocok dihubungkan, serta fosil-fosil dan hewan yang hampir bersamaan pada benua-benua itu. Sampai kini daratan-daratan Bumi tersebut masih bergerak lalu menimbulkan gempa yang mendatangkan bencana dan kematian.

Maka tercatatlah sebanyak 1.200 setasiun seismograf yang mencatat 500.000 goncangan setiap tahun di muka Bumi, di antaranya 100.000 dapat didengar dan dirasakan penduduk, dan 1.000 kali telah mendatangkan bencana. Empat dan lima gempa Bumi berlaku di sekeliling Pasifik sedangkan yang lainnya berada di sekitar India, Laut Tengah dan Atlantik.

Tetapi pada tahun I950 timbullah tantangan hebat dari kalangan ahli geofisika terhadap teori Continental Drift tersebut dengan alasan bahwa kulit Bumi di dasar lautan telah sangat keras dan kuat hingga tidak memungkinkan berlakunya pergeseran benua-benua. Namun, pada tahun 1960 tersiar lagi pendapat yang membela teori Alfred Wegener dengan mengemukakan keterangan-keterangan yang menguatkan.

Yang jelas pergeseran posisi benua yang disebut dengan Continental Drift itu tidak punya alasan kuat dan tidak dapat diterima logika wajar, karena jarak antara masing-masing benua dan pulau begitu jauh, bahkan ada yang ribuan mil. Tambahan lagi permukaan Bumi ini terdiri dari 2 per 3 lautan bukan daratan.

Kini kita kembali pada pertanyaan tadi, apakah ledakan yang menimbulkan gempa, ataukah gempa yang menimbulkan ledakan?

Jawabnya ialah keduanya sama saja, gempa menimbulkan ledakan itu sendiri juga menimbulkan gempa. Yang menjadi soal adalah penyebab keduanya. Orang membagi dua macam gempa, yaitu tektonik yang ditimbulkan oleh gerak-gerik lapisan Bumi, dan vulkanik yang ditimbulkan oleh letusan gunung. Gempa tektonik hanyalah kelanjutan dari teori Continental Drift yang tanpa alasan kuat, sementara gempa vulkanik adalah akibat dari akfitivas magma dalam perut Bumi, hingga tercatat sampai sejuta kali gempa bumi besar kecil dalam satu tahun.

Suatu hal yang meniadakan pengetahuan orang Barat tentang penyebab gempa ialah dugaan mereka sendiri mengenai sirkulasi magnet Bumi. Mereka beranggapan bahwa magnet positif di selatan Bumi ke luar ke angkasa kemudian membelok ke arah utara menyelubungi planet ini, seterusnya masuk di kutub utara dan bergerak melalui perut Bumi hingga keluar lagi di kutub selatan. Demikian berulang kali berkepanjangan seperti yang termuat dalam gambar no. 1 yang dikutip dari The Pictorial Encyclopedia of Scientific Knowledge, London.

Secara nyata gambar demikian telah memperlihatkan kesalahan tentang sirkulasi magnet Bumi. Kesalahan itu bilamana dijadikan dasar perkembangan ilmu pengetahuan, akan tendapatlah kekeliruan yang banyak, akhirnya berupa deadlock hingga berbagai masalah tak mungkin terpecahkan seperti yang menyangkut dengan asal-usul gempa Bumi. Padahal orang sama mengetahui bahwa semua planet bertarikan dengan Surya yang dikitarinya. Masing-masingnya bagaikan bergantung dengan tali magnet yang berhubungan dengan Surya. Apabila sirkulasi magnet seperti pada gambar tadi benar kejadian, maka Bumi kita tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Surya, akibatnya telah lama melayang jauh entah ke mana di angkasa luas meninggalkan Surya tersebut. Gambar itu juga memperihatkan bahwa magnet hanya berunsur positif, tiada unsur negatifnya. Keadaan demikian tidak cocok dengan kejadian sehari-hari.

a. Jika orang menempatkan suatu batang magnet buatan pada serbuk besi, maka kedua ujung magnet itu sama menarik serbuk tersebut dengan jumlah yang sama banyak. Hal ini membuktikan magnet negatif juga ada bersamaamn dengan magnet positif pada ujung yang berlainan.

b. Jika orang menggantungkan suatu batang magnet secara bebas di udara, maka ujung positif akan tertarik ke utara dan ujung negatifnya tertarik ke selatan. Hal ini membuktikan kedua macam magnet itu selalu ada bersamaan, mengenai wujud dan fungsinya.

c. Jika orang menghubungkan dua ujung kawat beraliran listrik negatif dan positif, maka dia akan menghasilkan cetusan api. Cetusan ini membuktikan adanya unsur negatif bersamaan dengan unsur positif, dan bukanlah negatif magnet itu sesuatu yang kosong hampa.

Tentang keadaan magnet demikian nyata keliru pendapat Barat seperti pada gambar tadi. Perempuan itu walaupun termasuk golongan negatif, namun dia konkrit ada, bukan kosong hampa. Demikian pula magnet positif dan negatif Bumi.

Jadi untuk menggambarkan sirkulasi magnet Bumi yang selalu berhubungan dengan Surya yang diorbitnya, tentulah unsur magnet negatif juga harus ada bersamaan dengan magnet positif pada kutub yang berlainan. Kedua unsur magnet itu harus dihubungkan dengan Surya yang jadi tempat bergantung bagi Bumi. Tanpa perhitungan skala maka gambar itu adalah sebagai berikut:

 

 

Magnet negatif yang keluar dari utara Bumi langsung bergerak ke utara Surya, keluar di permukaannya dan masuk di selatan Bumi. Sementara magnet positif yang keluar dari selatan Bumi langsung bergerak ke selatan Surya, keluar di permukaannya dan masuk lagi di utara Bumi. Kedua unsur magnet yang berlainan ini berantukan dalam perut Bumi hingga tercatatlah getaran besar kecil sepanjang tahun, dibedakan oleh besarnya radiasi yang datang dari Surya. Perbedaan besar radiasi Surya tersebut disebabkan oleh saling bertarikannya dengan 9 planet lain yang selalu mengorbit, masing-masingnya bermagnet yang sirkulasinya bersamaan dengan magnet Bumi. Manakala ada suatu planet yang kebetulan satu arah dengan Bumi terhadap Surya, maka terjadilah pembesaran radiasi Surya atas Bumi atau atas planet itu, dan berlakulah misalnya gempa, letusan gunung, tornado atau sebagainya.

Kenapa magma Bumi senantiasa panas, dan apakah dia akan berlangsung terus begitu? Boleh pula kita tambahkan di sini: Kenapa permukaan Surya tetap bergolak?

Maka dengan gambaran sirkulasi magnet Bumi tadi dapatlah diketahui kenapa magma tidak pernah mendingin tetapi selalu panas karena dia bertindak selaku fillament besar dengan tegangan tinggi yang selalu menyala dalam perut Bumi. Dia selalu dialiri arus listrik dari kutub selatan dan kutuh utara selaku anoda dan kathoda, dan dengan begitu kelirulah juga pendapat orang yang mengatakan magnet jadi hilang pada suhu yang sangat panas. Dengan gambaran tentang sirkulasi magnet tadi juga dapat pula diketahui kenapa permukaan Surya senantiasa bergolak. karena selalu mengeluarkan aliran listrik kepada 10 planet yang mengitarinya.

Kalau orang memperhatikan apa yang dinamakan dengan Van Allen Belts, lalu dihubungkan dengan keterangan kita berdasarkan Alquran sebagai di atas tadi, akan didapatlah suatu pembukaan baru tentang sirkulasi magnet bumi dengan alasan kuat. Seorang ahli fisika USA yang mengajar di University Iowa Canada, bernama James A. Van Allen, berdasarkan hasil penyelidikannya tahun 1958, dan diperkuat oleh penyelidikan pesawat tak berawak Explorer 1, 2, dan 12, telah menemukan daerah radiasi luas di angkasa keliling ekuator Bumi. Dalam daerah itu, aliran listrik yang datang dari Surya sebagian besar dapat ditangkap oleh lapangan magnet Bumi sekira ribuan mil dari permukaan planet ini. Kalau digambarkan maka daerah itu tampak berbentuk dua tanduk yang saling menantang atau berupa hilal Bulan.

Bagian dalamnya membujur pada 45˚ garis lintang di utara dan di selatan, sedangkan bagian luarnya sampai pada 62˚.

Dikatakan, bahwa datang dari Surya itu entah elektron ataukah proton. partikelnya belum diketahui, tetapi jika orang mengikuti keterangan Alquran, maka yang datang dari Surya itu bukanlah partikel tetapi sinar atau gelombang magnet yang menimbulkan perubahan cuaca atau badai magnet pada aurora di angkasa utara dan selatan bumi.

Gempa Aceh 2013 disebabkan oleh Planet Neptunus

Gempa berkekuatan 6,2 Skala Righter yang berpusat di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh mengakibatkan sejumlah bangunan rubuh. Gempa bumi melanda Aceh pada Selasa, 2 Juli 2013, pukul 14.37 WIB.

Pada saat itu Posisi Surya, Bumi dan Planet Neptunus SEGARIS

Check this out: gambar di atas diambil dari sini

http://www.fourmilab.ch/cgi-bin/uncgi/Solar

Setelah kita mengetahui betapa sirkulasi magnet antara Bumi dan Surya, maka dapatlah disadari kenapa jalur gempa dan vulkanik ada pada daerah-daerah tertentu antara Makkah dan Tuamoto di timur dan barat permukaan Bumi. Bahwa magnet positif yang masuk di utara Bumi sebagiannya ada yang membelok ke arah Makkah, yang lainnya langsung menuju ke selatan. Begitu pula magnet negatit yang masuk di selatan ada yang membelok ke Tuamoto di Pasifik dan setengahnya langsung ke utara dalam perut Bumi, hingga gambarnya kira-kira sebagai berikut:

Titik M ialah Makkah di Saudi Arabia terbebas dari gempa dengan beberapa alasan, yaitu kulit Bumi di sana tebal sebab dulunya adalah kutub utara sebelum tofan di zaman Nuh, kedua, karena tempat itu paling jauh dari titik T, dan ketiga karena magnet negatif dari T lebih cenderung bergerak langsung ke arah Artik di titik U.

Sementara itu titik T ialah Tuamoto di Pasifik. Kegiatan vulkanis di sana masih berlaku karena dulunya kutub selatan yang bermagnet positif. Kini dilalui oleh magnet negatif yang datang dari Antartik di titik S. Dan selatan ini ada aliran magnet yang menuju Makkah di titik M, tetapi sebelum sampainya, telah berantukan dengan magnet dari utara dalam perut Bumi. Dengan sirkulasi magnet demikian dapat diketahui kenapa Australia juga terbehas dari bahaya gempa Bumi, dan Iceland jadi vulkanik sangat hebat.

Maka satu-satunya cara yang efektif mengurangi bahaya gempa dan letusan gunung berapi ialah menghubungkan Makkah dengan Antartik, Tuamoto dengan Artik, dan kutub-kutub itu sendiri melalui Atlantik dengan bahan para magnet. Hubungan yang terakhir ini juga dapat mengurangi bahaya tornado dan hurricane dan sekaligus menghasilkan energi raksasa dari Bumi yang sesungguhnya adalah dynamo alam yang listrik besar. Usaha-usaha pengurangan bahaya tersebut dengan memakai ledakan bom atom ataupun penyuntikan air ke dalam Bumi adalah perbuatan sia-sia dan tidak logis.

Itulah sebagian akibat praktis dari tofan besar di zaman Nuh. Kalau pada masa purbakala manusia bermukim pada Pangaea yaitu daratan luas tanpa laut dan tanpa pergantian musim bahkan juga kekurangan sinar Surya, tetapi tak pernah mengalami bahaya gempa dan tornado, maka kini manusia tinggal pada benua dan pulau-pulau dengan laut dan hujan secukupnya, dengan hasil tambang melimpah ruah, tetapi diancam oleh bencana alam yang semakin banyak. Kalau dulunya orang tidak perlu berpikir keras dan tidak pernah mendapat pelajaran dari bencana alam, sementara ilmu tinggi yang didapatnya hanyalah tensebab riwayat peradaban yang sangat panjang, maka kini orang harus berpikir keras karena selalu ditantang oleh pergantian musim dan bencana alam, kanenanya manusia kini lebih cepat maju dan dalam beberapa ribu tahun telah mulai melakukan penerbangan artarplanet. Jadi, tofan besar di zaman Nuh. di samping destruktif terhadap masyarakat kafir, juga konstruktif bagi Bumi dan masyarakat manusia kini sebagai yang dimaksud ALLAH pada Ayat 29/19.

Suatu hal lagi yang harus dibicarakan mengenai akibat praktis tadi ialah mengenai posisi dan orbit Bumi keliling Surya. Sudah menjadi pengetahuan umum di dunia selama ini, sebagai tercantum pada gambar no. 1, bahwa Bumi ini miring terhadap Surya. Yang menjadi sebab tentang ini ialah karena orang-orang Barat tidak dapat mengambil pelajaran dari The Bible mengenai peristiwa besar di zaman Nabi Nuh, sebagaimana dinyatakan ALLAH pada Ayat 11/49. Tetapi selama ribuan tahun mereka dihadapkan kepada pergantian musim yang berlaku, maka untuk way out mereka sengaja memberikan ketentuan bahwa Bumi ini miring terhadap Surya. Dengan posisi begitu terdapatlah pergantian musim yang sangat berpengaruh dalam kehidupan mereka. Walaupun ketentuan ini tanpa dasar dan tidak dapat dipertahankan, namun itulah satu-satunya yang mungkin mereka jadikan pegangan. Mereka menggambarkan status Bumi dalam orbitnya keliling Surya sebagaimana diajarkan di sekolah-sekolah dan termuat dalam buku-buku ialah seperti gambar no. 4 ini:

Dengan sketsa demikian, orang Barat memperkirakan bahwa Bumi menempatkan Surya di sebelah kirinya sewaktu mengorbit dengan sumbu putaran yang miring terhadap garis ekliptik, maka tercatatlah daerah permukaan Bumi rnenurut iklim yang ditimbulkan perbedaan sinar Surya yang diterimanya setiap tahun:

Frigrid Zone yaitu daerah dingin pada masing-masing kutub Bumi sampai pada 23½ derajat ke selatan atau ke utaranya.

Torrid Zone yaitu daerah panas, mulai dari garis ekuator sampai 23½ derajat ke selatan atau ke utaranya.

Temperature Zone yaitu daerah musim, berada di antara kedua daerah di atas tadi di belahan selatan dan di belahan utara Bumi.

Di antara tiga macam daerah itu maka Temperature Zone paling luas, semuanya didasarkan atas posisi Surya sepanjang tahun Masehi dipandang dari permukaan Bumi; bahwa:

21 maret : tepat berada di atas Ekuator, sembari bergerak ke arah utara.

21 Juni : Surya tepat di atas 23½ derajat di belahan utara Bumi. Waktu itu berlaku musim dingin dan malam panjang di kutub selatan. Mulai tanggal itu Surya bergerak kembali ke arab ekuator.

21 September : Surya tepat kembali di atas ekuator sembari bergerak ke arah selatan.

21 Desember : Surya tepat berada 23½ derajat di belahan selatan Bumi. Waktu itu berlaku musim dingin dan malam panjang di kutub utara. Mulai tanggal itu Surya bergerak kembali ke arah ekuator yang dicapainya pada tanggal 21 Maret.

Dengan perpindahan posisi Surya begitu sepanjang tahun terbentuklah pergantiam musim yang jadi dasar penanggalan tahun Masehi. Tetapi bukanlah Bumi berstatus miring di sumbunya sebagai dikatakan berdeklinasi 23°27’, karena memang tiada alasan dan penyebab yang menjadikan demikian. Dikatakan bahwa bumi senantiasa berada dalam garis ekliptik sewaktu beredar keliling Surya, jika benar demikian, tentulah terjadi gerhana Surya setiap tanggal 1 bulan Qamariah dan gerhana Bulan setiap tanggal 15-nya, namun gerhana tersebut tidak berlaku, karenanya kelirulah pendapat Barat tentang status Bumi tadi.

Berdasarkan logika Wajar, setiap orang akan menyatakan sketsa itu keliru, karena kedua kutub Bumi tentulah akan sama jauh dari Surya sepanjang zaman kecuali ada penyebab yang memaksanya berubah. Sementara itu Bumi yang selalu berputar di sumbunya sewaktu berkeliling Surya tentulah kedua sumbunya dan arah putarannya sepanjang terhadap Surya sebagaimana keadaan dua sumbu roda dan arab putarannya terhadap jalan raya. Jika sketsa tadi benar-benar berlaku maka Bumi ini akan keluar dari garis orbitnya keliling Surya ke arah lain sesuai dengan arah putarannya.

Jadi bagaimana keadaan sebenarnya ? Dan bagaimana bentuk orbit Bumi keliling Surya hingga terbentuk pergantian musim?

Bumi bukan berposisi miring terhadap Surya tetapi semenjak berlakunya pendekatan suatu rombongan Comet pada Tatasurya kita, dan Surya keluar dari statusnya lain diikuti oleh semua planet yang mengorbit, maka terjadilah pergantian musim karena setiap planet terdorong ke utara dan ke selatan dari garis ekliptik keliling Surya. Oleh karena dorongan itu dimulai oleh daya tarik Surya terhadap planet-planet tentulah dia menjadi semakin pendek dari masa ke masa. Itulah yang menyebabkan berkurangnya waktu penanggalan musim seperti yang dilakukan oleh Paus Georgery terhadap kalender Julius Caesar pada tanggal 4 Oktober 1582. Julius Caesar benar pada zamannya dan Paus Georgery juga benar pada masanya, maka yang berubah ialah lenggang Bumi ke utara dan ke selatan garis ekliptik menjadi semakin pendek dan otomatis mengurangi pergantian musim.

Pada Encyclopedia Americana 1975 buku 9 halaman 588 termuat keterangan yang artinya antara lain, bahwa tahun itu ternyata deklinasi rotasi Bumi 23°27’ dan garis ekliptik, dan penyimpangan demikian terus berkurang 0°75’ setiap 100 tahun, karena itu praktislah daerab kutub akan jadi semakin luas. Tetapi anehnya, buku itu tidak menerangkan sudah berapa lama deklinasi itu berlaku, berapa derajat dulunya, dan kenapa senantiasa berkurang setiap abad.

Pada hakekatnya, bukanlah Bumi berdeklinasi terhadap garis ekliptik, tetapi terdorong ke utara dan ke selatan, dan pengurangan 0°75’ setiap abad itu bukanlah pengurangan deklinasi tetapi pengurangan lenggang Bumi yang otomatis mengurangi waktu pergantian musim serta memperluas daerah kutub. Untuk ini perhatikanlah kembali catatan dari Bussiness Times.
Kini Surya tampaknya telah rnengurangi geraknya arah ke utara dan ke selatan, rnemperluas daerah kutub-kutub dan memperpendek waktu musim, tetapi yang perlu diketahui juga ialah bahwa dengan itu bencana alam yang ditimbulkan oleh pembesaran radiasi Surya menjadi semakin banyak, melebihi kejadian pada abad-abad yang lampau.

Bukti lain yang dapat disajikan di sini bagi zigzag lenggang Bumi hingga terwujudnya pergartian musim ialah gerak edaran Sunspots atau bintik-bintik di permukaan Surya, semuanya bergerak arah ke selatan dan ke utara sembari beredar keliling Surya sesuai dengan gerak orbit planet-planet dalam Tatasurya kita. Kita mengetahui bahwa antara planet-planet dan Surya berlaku saling bertarikan, begitu pula antara Bulan dengan Bumi. Jika yang terakhir ini menimbulkan pasang naik dan surut di lautan, maka hubungan planet-planet dengan Surya menimbulkan bintik-bintik atau Sunspots yaitu bagian-bagian permukaan Surya yang melambung tinggi hingga puncak apinya agak meredup dan tampaknya agak gelap.

Jadi dengan gerak edaran Sunspots demikian dapatlah diketahui aktifitas radiasi Surya yang sampai ke Bumi di mana perubahan cuaca berlaku atau mungkin pula gempa dari letusan gunung. Dan dengan itu juga jelaslah bahwa Bumi bersama planet lain senantiasa melenggang dari garis ekliptik sewaktu mengorbit keliling Surya. Kalau misalnya Bumi dan planet-planet itu selalu dalam garis ekliptik maka Sunspots tadi tidak akan ikut melenggang tetapi akan selalu pula berada pada ekuator permukaan Surya.

Kemudian itu perhatikanlah pula daerah Umbra yang ditimbulkan gerhana Surya total yaitu daerah gelap sewaktu gerhana itu berlaku. Kalau benar pendapat Barat tentang posisi Bumi dalam orbit nya senantiasa dalam garis ekliptik, tentulah daerah Umbra itu berbentuk garis lurus dari barat ke timur, tetapi kenyataannya melengkung ke utara atau ke selatan sesuai dengan gerak lenggang Bumi ke selatan dan ke utara garis ekliptik tersebut. Tentang ini para sarjana barat tidak mungkin memberikan keterangan tentang alasan dan penyebab, sebagaimana mereka juga tidak menerangkan kenapa Bulan yang mengorbit keliling Bumi tidak selalu tepat di atas garis ekuator Bumi, tetapi terdorong ke utara dan ke selatan. Kalau Bumi dikatakan mengorbit selalu dalam garis-garis ekliptik tentulah juga Bulan selalu berada di atas garis ekuator keliling Bumi.

Mengenai gerhana Surya penuh, The Book of PopuIar Science jilid 3 halaman 130 menerangkan antara lain maksudnya, bahwa:

a. Jarak Bulan dan Bumi rata-rata 239.000 mil, paling dekat 221.500 mil ketika mana dapat berlaku gerhana penuh, dan paling jauh 252.000 mil.

b. Gerhana total menyebabkan adanya Umbra, yaitu daerah gelap penuh, dan gerhana partial menyebabkan adanya Penumbra yaitu daerah agak gelap.

c. Gerhana total selalu dimulai dengan gerhana partial dan disudahi juga dengan gerhana partial.

d. Penumbra dan Umbra itu bergerak dari barat ke arab timur permukaan Bumi dengan kecepatan melebihi 1.000 mil perjam.

e. Umbra ada sekira 167 mil diameter dan bergerak ke timur selama 7 ½ menit, didahului sekira 2.500 mil penumbra dan diakhiri dengan 2.500 mil penumbra.

Gerhana total hanya dapat berlaku pada waktu menjelang hilal Bulan atau pada tanggal 1 hari bulan Qamaniah. Berdasarkan alinea a dan f di atas ini dapatlah diketahui bahwa Perihelion orbit Bulan berlaku pada setiap tanggal 1 hari bulan Qamariah , waktu mana Surya, Bulan. dan Bumi berada dalam satu guris lurus, tetapi karena Bulan dan Bumi terdorong ke utara dan ke selatan sewaktu mengorhit, maka gerhana Surya tidak berlaku pada setiap tanggal 1bulan itu. Lenggang Bumi tersebut dapat dibuktikan dari gambar daerah yang dilalui Umbra yang tidak dibicarakan dalam The Book of Popular Science tentang alasan dan penyebabnya:

Pada gambar di atas ini terdapat empat kali gerhana Surya total yang berlaku pada tanggal dari tahun yang berbeda. Keempatnya tampak membentuk jalur gelap dan barat arah ke timur dan kemudian membelok ke utara atau ke selatan. Keadaan pembelokan demikian harus mempunyai alasan dan salah satu cara untuk mendapatkannya hanyalah dengan menganalisa Ayat Suci Alquran.

Kita sudah mengetahui babwa mulai tanggal 22 Desember setiap tahun, Surya tampak bergerak ke arah utara, Padahal yang kejadian ialah Bumi kita sendiri yang bergerak arah ke selatan. lngatlah, Surya adalah pusat orbit yang dikitari oleh sepuluh planet termasuk Bumi ini. Demikian pula mulai tanggal 21 Juni Surya tampak bergerak arah ke selatan, padahal Bumi kita yang bergerak ke utara.

Maka gerhana total yang berlaku pada tanggal 10 Juli 1972 dan tanggal 31 Juli 1981 sebagai tercantum pada gambar no. 5 ternyata membuat lajur Umbra yang melengkung ke selatan. Yang demikian berarti bahwa waktu itu Bumi sedang bengerak ke arah utara hingga bayangan Bulan tampak membelok ke selatan. Demikian pula yang berlaku pada tanggal 7 Maret 1970 dan 26 Maret 1979. Ketika itu Bumi sedang bergerak ke arah selatan maka bayangan Bulan tampak membelok ke utara.

Hal begitu tentulah menjadi masalah besar bagi ilmu astronomi, tetapi The Book of Popular Science tidak memperbincangkannya, tentang mana kita merasa bahwa penulisnya kelupaan atau belum mempunyai bahan analisa berdasarkan teori tentang orbit Bumi yang dianut . Namun jalur Umbra gerhana total tersebut adalah satu di antara sekian banyak bukti yang menerangkan bumi terdorong ke selatan dan ke utara garis ekliptik dalam orbitnya kini. Demikian pula yang berlaku pada planet-planet lain dalam daerah Tatasurya kita.

Jika digambarkan Surya sebagai suatu titik segitiga dan kutub magnet selatan dan utara Bumi menjadi dua sudut lainnya, sebagai tercantum pada gamhar no. 2, maka terbentuklah segitiga samakaki yang selamanya berlaku dalam tarik-menarik antara Surya dengan bumi. Hubungan yang berbentuk segitiga samakaki tersebut tetap berlaku walaupun Bumi terdorong ke selatan dan ke utara garis ekliptik.

Keadaannya sebagai berikut:

Sebelumn tofan besar di zaman Nuh, semua planet mengorbit keliling Surya senantiasa berada dalam garis ekliptik. Sesudah tofan besar itu berlakulah gerak zigzag planet-planet dalam orbitnya hingga setiapnya keluar dan garis ekliptik ke arah selatan dan utara.

Sewaktu Bumi terdorong ke utara sebagai pada B dalam gambar no. 6. namun kutub-kutub magnet Bumi tetap membentuk segitiga samakaki dengan Surya, begitu pula kebetulan berada di selatan garis ekliptik seperti yang berlaku pada planet Mars dalam gambar. Maka perubahan tempat kutub-kutub magnet yang senantiasa berpindah tempat menurut keadaan kini telah sama diakui oleh para Sarjana Barat. Memang kutub-kutub magnet itu hanya berada tepat pada kutub putaran Bumi yaitu pada tanggal 21 Maret dan 22 September waktu mana Bumi tepat pula pada guris ekliptik. Selain pada kedua tanggal itu, tercatatlah posisi kutub-kutub magnet Bumi berpindah tempat maksimal 10 derajat atau lebih kurang 1.100 km dari kutub putaran, dan waktu itu tercatatlah tanggal 21 juni yaitu ketika Bumi berada maksimal di selatan ekliptik dan tanggal 22 Desember ketika Bumi maksimal di utara ekliptik. Inilah yang dimaksud dalam Ayat 16/48, 71/19 dan Ayat 71/20.

Hubungan tarik menarik itu menimbulkan Sunspots yang juga beredar keliling permukaan Surya pada arah bersamaan dengan gerak planet-planet bahkan mengikuti zigzag orbit planet-planet itu sendiri. Demikianlah banyak sekali catatan yang kita temui tentang Sunspots dengan geraknya yang zigzag tersebut disiarkan oleh para sarjana Barat, perbedaannya ialah bahwa mereka menghitungnya ada 100, sedangkan Ayat 69/32 menyatakan hanya 70 buah.

Jika orang sudi memperhatikan posisi Sunspots, akan diketahuilah, bahwa masing-masingnya memberi petunjuk tentang posisi planet yang menimbulkannya keliling Surya. Karena itu setiap Sunspots itu memperlihatkan aktivitas tinggi yang menurut catatan rata-rata 10.000 dan ada yang sampai sejuta kali kegiatan daerah lainnya di permukaan Surya.

Semisalnya Mercury atau Venus berada pada titik Konsentrasi (K) maka planet itu tepat berada di atas suatu Sunspots, maka ketika itu berlakulah bencana alam di permukaan planet tersebut. Demikian pula Mars sendiri sewaktu kebetulan berada pada titik Konsentrasi Jupiter atau Saturnus maka kenyataannya memang Mars adalah suatu planet yang paling parah karena mengorbit di bawah dua planet besar, dan kebetulan tepat pada jangkauan Konsentrasi keduanya.

Bumi sendiri walaupun tidak berada pada jangkauan suatu Konsentrasi planet lain, namun ada tujuh planet yang mengorbit di atas garis edarnya. Pada waktu-waktu tertentu masing-masing transit tepat, tetapi banyak sedikitnya ikut juga mengganggu keadaan Bumi. Yang demikian berlaku tujuh kali dalam setahun. Semisalnya suatu planet luar tepat mengadakan transit di atas Bumi terhadap Surya, maka waktu itu radiasi yang harus sampai kepada planet tersebut menjamah Bumi. Apakah radiasi itu berbentuk magnet negatif ataupun positif, namun Bumi mendapat kelebihan dan ini menimbulkan bencana alam, apalagi jika planet itu kebetulan pula berada di dekat Perihelion orbitnya waktu mana tanik-menanik dengan Surya besar sekali.

by
dadearinto

Menguak Rahasia Keajaiban Rahim


Oleh: dr. Abu Hana El-Firdan & dr. Ummu Hana El-Firdan

Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina? Kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh sampai waktu yang ditentukan, lalu Kami tentukan (bentuknya), maka Kami-lah sebaik-baik yang menentukan.” (QS. Al Mursalaat: 20-23)

Maha suci Allah yang telah membuat kesempurnaan penciptaan. Al-Quran menyebut rahim (uterus) dengan istilah qaraarin makiin yang berarti tempat yang kokoh. Lalu bagaimanakah sudut pandang medis modern dalam menjelaskan keajaiban rahim ini?

Dalam kondisi belum hamil, berat rahim tidak lebih dari 50 gram dan besarnya 5,2 cm persegi. Namun, setelah hamil beratnya bertambah menjadi ratusan kali lipat dan besarnya bertambah ribuan kali lipat, panjang otot rahim bertambah menjadi 7-11 kali dan ketebalannya bertambah menjadi 2-5 kali lipat. Namun demikian, adanya perubahan bentuk yang cukup drastis tersebut,  ternyata tetap serasi dengan bagian tubuh yang lain.

Kokoh dan Strategis Secara Anatomi

Rahim benar-benar berada di pusat tubuh manusia sehingga terlindungi dari semua sisinya. Rahim dikelilingi oleh pelindung berbahan tulang, yang membentuk satu lubang khusus,  lokasi rahim berada di dalamnya dan mampu menjaganya sehingga menjadikannya aman dan kokoh.

Tulang ekor (os sacrum) melindungi dari bagian belakang dan tulang pangkal pinggul (os coxae) melindunginya dari bagian depan. Apabila kita perhatikan lokasi tempat keluarnya air kencing (urin), kotoran (feses) dan janin sangatlah berdekatan, namun bagaimana fungsi masing-masing organ tersebut dapat berjalan optimal, tanpa ada hambatan?

Ketahuilah, Allah Subhanallahu wa Ta’ala menciptakan otot-otot tertentu yang menguatkan tempat tersebut sehingga otot ini di satu sisi dapat merapat, namun, pada waktu yang sama lubangnya tetap membuka sehingga keluarnya urin dan feses sangat teratur dan tetap mampu menjaga posisi kemaluan.

Rahim berbentuk seperti buah jambu pipih dengan dasar berada di atas dan puncaknya di bawah. Kemudian Allah Subhanallahu wa Ta’ala menguatkannya dengan banyak tali ikatan (ligamentum) yang saling menopang, laksana jembatan gantung, sehingga walaupun tidak menempel dinding tubuh tetapi tetap kokoh dari segala sisi. Posisinya yang sedikit condong ke depan (anteflexi) dan membentuk sudut terbuka dengan vagina (anteversi), mampu mencegah rahim turun dan keluar (prolapsus uteri) serta dapat terlindung dari keguguran.

Kokoh dan Strategis Secara Fisiologis

Proteksi terhadap rahim benar-benar sejalan dengan fungsinya, yakni tempat janin berada, tumbuh dan berkembang. Tekanan pada rongga perut akibat kontraksi otot diafragma dan otot dinding perut akan mendorong rahim ke arah bawah dan pada sisi yang berkebalikan juga ada tekanan ke atas akibat kontraksi otot bagian bawah. Akibat perimbangan tekanan ini menjadikan rahim tetap berada di tempatnya.

Akibat tekanan tulang paha dari bawah dan berat tubuh dari atas menjadikan rahim dapat sesuai dengan bentuk janin dan ketika melahirkan dapat keluar dengan selamat ke dunia. Adanya hormon progesteron menjadikan otot rahim tetap tenang dan tidak mengalami kontraksi yang keras, sebagai akibat dari hormon estrogen. Progesteron sekaligus memproteksi rahim sehingga tidak menolak kehadiran janin, khususnya pada bulan-bulan awal kehamilan. Wallahu a’lam bish-shawab.

Subhanallah, begitu mulianya Allah menciptakan wanita dengan keajaiban bernama rahim yang ada padanya. Bersyukurlah karena kita diciptakan sebagai wanita serta dilahirkan dari rahim seorang wanita.

By on 1:11 PM

SFJ

Benarkah Virus HIV Diciptakan Manusia?

 
Ada banyak spekulasi dan konspirasi mengenai virus HIV. Yang paling kentara adalah bahwa virus ini diciptakan menusia sebagai senjata entis kulit hitam di Amerika. HIV sendiri adalah sebuah retrovirus yang menginfeksi sel sistem kekebalan tubuh manusia terutama CD4+ T cell dan macrophage, komponen vital dari sistem sistem kekebalan tubuh dan menghancurkan atau merusak fungsi mereka. Infeksi dari HIV menyebabkan pengurangan sistem kekebalan tubuh, yang menyebabkan kekurangan imun. HIV merupakan penyebab dasar AIDS. 
 
Ada banyak pendapat yang menyatakan bahwa virus ini berasal dari simpanse, namun sebenarnya virus ini bukan berasal dari simpanse, melainkan ciptaan para ilmuwan yang kemudian diselewengkan melalui rekayasa tertentu untuk memusnahkan etnis (kelompok) tertentu. Wow! 
 
Tulisan Allan Cantwell, Jr. M.D. ini mengungkapakan rahasia asal-usul AIDS dan HIV, juga bagaimana ilmuwan menghasilkan penyakit yang paling menakutkan kemudian menutupinya.
Tidak sedikit orang yang sudah mendengar teori bahwa AIDS adalah ciptaan manusia. Menurut The New York Times yang terbit 29 Oktober 1990, 30% penduduk kulit hitam di New York City benar-benar percaya bahwa AIDS adalah “senjata etnis” yang didesain di dalam laboratorium untuk menginfeksi dan membunuh kalangan kulit hitam. Sebagian orang bahkan menganggap teori konspirasi AIDS lebih bisa dipercaya dibandingkan teori “monyet hijau” Afrika yang dilontarkan para pakar AIDS.
 
Sebenarnya sejak tahun 1988 para peneliti telah membuktikan, bahwa teori “monyet hijau” tidaklah benar. Namun, kebanyakan edukator AIDS terus menyampaikan teori ini kepada publik hingga sekarang. Dalam liputan-liputan media tahun 1999, teori “monyet hijau” telah digantikan dengan teori “simpanse” di luar Afrika. “Simpanse” yang dikatakan merupakan asal-usul penyakit AIDS ini telah diterima sepenuhnya oleh komunitas ilmiah
 
Ribuan pria gay mendaftar sebagai manusia percobaan untuk eksperimen vaksin hepatitis B yang “disponsori pemerintah AS” di New York, Los Angeles, dan San Fransisco. Setelah beberapa tahun, kota-kota tersebut menjadi pusat sindrom defisiensi kekebalan terkait gay, yang belakangan dikenal dengan AIDS. Di awal 1970-an, vaksin hepatitis B dikembangkan di dalam tubuh simpanse. Sekarang hewan ini dipercaya sebagai asal-usul berevolusinya HIV. Banyak orang masih merasa takut mendapat vaksin hepatitis B lantaran asalnya yang terkait dengan pria gay dan AIDS.
 
Para dokter senior masih dapat ingat, bahwa eksperimen vaksin hepatitis awalnya dibuat dari kumpulan serum darah para homoseksual yang terinfeksi hepatitis. Kemungkinan besar HIV “masuk” ke dalam tubuh pria gay selama uji coba vaksin ini. Ketika itu, ribuan homoseksual diinjeksi di New York pada awal 1978 dan di kota-kota pesisir barat sekitar tahun 1980-1981.
 
Dari berbagai sumber
http://www.serupedia.com/2013/02/benarkah-virus-hiv-diciptakan-manusia.html
  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

    Join 153 other followers

  • June 2017
    M T W T F S S
    « Feb    
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    2627282930