Terungkap. Permainan Papan Hitler untuk Cuci Otak Anak-anak

[HATI-HATI  INDONESIA PUN TENGAH  DIREKAULANG  NILAI  JATI DIRI  BUDAYA  DAN  KEBANGSAANNYA]

Terungkap! Permainan Papan Hitler untuk Cuci Otak Anak-anak

Discussion in ‘Sosial dan Budaya‘ started by pedagangroti, Tuesday at 10:27 AM.

  1. [IMG]

    Sebuah permainan papan Hitler Nazi digunakan untuk mencuci otak anak-anak Jerman dengan mendorong mereka agar ‘menaklukkan’ Inggris dengan kapal-kapal U dan pesawat pembom telah dilelang november lalu.

    Permainan anak dengan enam pemain masa perang, diciptakan pada awal Perang Dunia II, berjudul ‘Wir Fahren Gegen Engeland’ (Kita berkendara melawan Inggris).

    Papan permainan tersebut dirancang dalam upaya untuk menginspirasi kebencian di kalangan anak-anak Jerman terhadap musuh, menggambarkan peta Laut Utara yang menunjukkan Inggris dan pantai Norwegia, Denmark, Jerman, Belgia dan Perancis.

    Ada dua jalur mengepung Kepulauan Inggris, satu untuk Allied Forces (Pasukan Sekutu) dan satu untuk Nazi, dengan masing-masing nomor pemberhentian mewakili titik konflik.

    Setiap nomor sesuai dengan kartu permainan, yang berisi sejumlah keperluan untuk bergerak dengan tujuan menghancurkan kapal atau pesawat musuh.

    Total kemenangan dipastikan setelah pemain mengambil alih semua siluet hitam di dalam lingkaran tersebut, sehingga kehancuran RoyalNavy dan RAF di dalam proses permainan.

    Para pemain diwakili oleh kapal selam plastik atau pesawat Luftwaffe.

    [IMG]

    Ada sedikit pasar untuk permainan seperti ini di Jerman saat kini sehingga permainan itu dilelang di Inggris, di mana ia dijual seharga £350.

    John Meyer, dari Pelelangan Chiswick, yang menjual permainan itu, mengatakan, “Ini menarik untuk mempelajari Nazi memiliki sebuah papan strategi permainan dengan Inggris sebagai penjahat dan mengungkapkan begitu banyak tentang taktik yang mereka adopsi dalam upaya untuk mendapatkan kemenangan di atas angin.”

    “Tidak ada keraguan itu adalah contoh propaganda Nazi, dalam upaya untuk menyatukan orang-orang Jerman melawan musuh mereka. Secara mengejutkan adalah bahwa bagian dari propaganda terangan-terangan ini ditujukan untuk anak-anak yang masih polos,” ujarnya menambahkan.

    Menurut Meyer, ada banyak kolektor benda kenangan yang tidak biasa seperti ini, meskipun hal itu aneh ada pasar di sana. Sangat sulit untuk menilai harga barang-barang aneh seperti ini, namun semua memerlukan sebuah harga untuk ditembakkan kepada sepasang pembeli yang bertekad memenangkan lelang tersebut.

    Termasuk dalam penjualan tersebut adalah dua ikat lengan berlogo swastika dan cetakan jelly berbentuk swastika.

    Sumber: Erabaru.net

    1. pedagangroti

      pedagangroti Member

Advertisements

Sejarah dan Kilas Balik Konflik Palestina dan Israel

(

kecoeboeng's Avatar

(http://forum.viva.co.id/internasional/1680822-sejarah-dan-kilas-balik-konflik-palestina-dan-israel.html)

Konflik Israel-Palestina ini bukanlah sebuah konflik dua sisi yang sederhana, seolah-olah seluruh bangsa Israel (atau bahkan seluruh orang Yahudi yang berkebangsaan Israel) memiliki satu pandangan yang sama, sementara seluruh bangsa Palestina memiliki pandangan yang sebaliknya. Di kedua komunitas terdapat orang-orang dan kelompok-kelompok yang menganjurkan penyingkiran teritorial total dari komunitas yang lainnya, sebagian menganjurkan solusi dua negara, dan sebagian lagi

meganjurkan solusi dua bangsa dengan satu negara sekular yang mencakup wilayah Israel masa kini, Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur.

Akhir abad ke-19 – 1920

Tahun 1897, Kongres Zionis Pertama diselenggarakan.
Deklarasi Balfour 1917

2 November 1917. Inggris mencanangkan Deklarasi Balfour, yang dipandang pihak Yahudi dan Arab sebagai janji untuk mendirikan ”tanah air” bagi kaum Yahudi di Palestina.

1920-1948: Mandat Britania atas Palestina

Teks 1922: Mandat Palestina Liga Bangsa-bangsa
Mandat Britania atas Palestina
Revolusi Arab 1936-1939.

Revolusi Arab dipimpin Amin Al-Husseini. Tak kurang dari 5.000 warga Arab terbunuh. Sebagian besar oleh Inggris. Ratusan orang Yahudi juga tewas. Husseini terbang ke Irak, kemudian ke wilayah Jerman, yang ketika itu dalam pemerintahan Nazi.

Rencana Pembagian Wilayah oleh PBB 1947
Deklarasi Pembentukan Negara Israel, 14 Mei 1948.

Secara sepihak Israel mengumumkan diri sebagai negara Yahudi. Inggris hengkang dari Palestina. Mesir, Suriah, Irak, Libanon, Yordania, dan Arab Saudi menabuh genderang perang melawan Israel.

1948-1967

Perang Arab-Israel 1948
Persetujuan Gencatan Senjata 1949

3 April 1949. Israel dan Arab bersepakat melakukan gencatan senjata. Israel mendapat kelebihan wilayah 50 persen lebih banyak dari yang diputuskan dalam Rencana Pemisahan PBB.

Exodus bangsa Palestina
Perang Suez 1956
Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) resmi berdiri pada Mei 1964.
Perang Enam Hari 1967
Resolusi Khartoum
Pendudukan Jalur Gaza oleh Mesir
Pendudukan Tepi Barat dan Yerusalem Timur oleh Yordan

1967-1993

Perjanjian Nasional Palestina dibuat pada 1968, Palestina secara resmi menuntut pembekuan Israel.

1970 War of Attrition
Perang Yom Kippur 1973
Kesepakatan Damai Mesir-Israel di Camp David 1978
Perang Lebanon 1982
Intifada pertama (1987 – 1991)
Perang Teluk 1990/1

1993-2000: Proses perdamaian Oslo
Yitzhak Rabin dan Yasser Arafat berjabat tangan ,dipantau oleh Bill Clinton, pada penandatanganan Persetujuan Oslo pada 13 September 1993 

Kesepakatan Damai Oslo antara Palestina dan Israel 1993

13 September 1993. Israel dan PLO bersepakat untuk saling mengakui kedaulatan masing-masing. Pada Agustus 1993, Arafat duduk semeja dengan Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin. Hasilnya adalah Kesepakatan Oslo. Rabin bersedia menarik pasukannya dari Tepi Barat dan Jalur Gaza serta memberi Arafat kesempatan menjalankan sebuah lembaga semiotonom yang bisa “memerintah” di kedua wilayah itu. Arafat “mengakui hak Negara Israel untuk eksis secara aman dan damai”.

28 September 1995. Implementasi Perjanjian Oslo. Otoritas Palestina segera berdiri.

Kerusuhan terowongan Al-Aqsa

September 1996. Kerusuhan terowongan Al-Aqsa. Israel sengaja membuka terowongan menuju Masjidil Aqsa untuk memikat para turis, yang justru membahayakan fondasi masjid bersejarah itu. Pertempuran berlangsung beberapa hari dan menelan korban jiwa.

18 Januari 1997 Israel bersedia menarik pasukannya dari Hebron, Tepi Barat

Perjanjian Wye River Oktober 1998 berisi penarikan Israel dan dilepaskannya tahanan politik dan kesediaan Palestina untuk menerapkan butir-butir perjanjian Oslo, termasuk soal penjualan senjata ilegal.
19 Mei 1999, Pemimpin partai Buruh Ehud Barak terpilih sebagai perdana menteri. Ia berjanji mempercepat proses perdamaian2000-sekarang: Intifada al-Aqsa

Intifada al-Aqsa (2000-sekarang)

Maret 2000, Kunjungan pemimpin oposisi Israel Ariel Sharon ke Masjidil Aqsa memacu kerusuhan. Masjidil Aqsa dianggap sebagai salah satu tempat suci umat Islam. Intifadah gelombang kedua pun dimulai.

KTT Camp David 2000 antara Palestina dan Israel

Maret-April 2002 Israel membangun Tembok Pertahanan di Tepi Barat dan diiringi rangkaian serangan bunuh diri Palestina.
Juli 2004 Mahkamah Internasional menetapkan pembangunan batas pertahanan menyalahi hukum internasional dan Israel harus merobohkannya.
9 Januari 2005 Mahmud Abbas, dari Fatah, terpilih sebagai Presiden Otoritas Palestina. Ia menggantikan Yasser Arafat yang wafat pada 11 November 2004
Peta menuju perdamaian
Juni 2005 Mahmud Abbas dan Ariel Sharon bertemu di Yerusalem. Abbas mengulur jadwal pemilu karena khawatir Hamas akan menang.
Agustus 2005 Israel hengkang dari permu****n Gaza dan empat wilayah permu****n di Tepi Barat.
Januari 2006 Hamas memenangkan kursi Dewan Legislatif, menyudahi dominasi Fatah selama 40 tahun.
Januari-Juli 2008 Ketegangan meningkat di Gaza. Israel memutus suplai listrik dan gas. Dunia menuding Hamas tak berhasil mengendalikan tindak kekerasan. PM Palestina Ismail Haniyeh berkeras pihaknya tak akan tunduk.
November 2008 Hamas batal ikut serta dalam pertemuan unifikasi Palestina yang diadakan di Kairo, Mesir. Serangan roket kecil berjatuhan di wilayah Israel.
Serangan Israel ke Gaza dimulai 26 Desember 2008. Israel melancarkan Operasi Oferet Yetsuka, yang dilanjutkan dengan serangan udara ke pusat-pusat operasi Hamas. Korban dari warga sipil berjatuhan. [1]
Mei 2010 Israel mem-blokede seluruh jalur bantuan menuju palestina
30 Mei 2010 Tentara Israel Menembaki kapal bantuan Mavi Marmara yang membawa ratusan Relawan dan belasan ton bantuan untuk palestina

Korban sipil yang tewas akibat konflik Israel-Palestina, data berasal dari B’tselem dan Kementerian Luar Negeri Israel antara tahun 1987 hingga 2010

angka dalam tanda kurung merupakan korban yang berusia di bawah 18 tahun

Asia dan Indonesia Waspadai Ancaman Amerika dari Cocos Island

 

Tidak berhasil masuk melalui Singapura, AS tidak kehilangan akal, Australia pun diloby, maka Australia lalu merelakan Darwin untuk dijadikan pangkalan militer AS. Akan tetapi, kenapa tiba-tiba lokasinya kemudian berubah. Bukan di Darwin tetapi di Cocos Island? Pulau Cocos sendiri hanya berjarak sekitar 3000 kilo meter dari Jakarta, yaitu berdekatan dengan Christmas Island.

 

Asia Pasifik pun kini masih dihadapkan pada konflik perbatasan dan kepemilikan wilayah. Akses dan kebebasan di wilayah laut dan dunia siber juga dilihat menjadi tantangan yang kian meningkat. Rawannya situasi di Semenanjung Korea pun masih jadi soal. Begitu pula dengan bangkitnya China dan India sebagai kekuatan ekonomi baru.

Selain itu, tidak seperti aliansi keamanan NATO di kawasan Amerika dan Eropa, tidak ada suatu mekanisme pemerintahan tunggal di Asia Pasifik yang menyediakan suatu kerangka bersama dalam menyelesaikan konflik.

Asia Pasifik juga sangat strategis. Kawasan ini memiliki sembilan dari 10 pelabuhan terbesar di dunia, dan jalur-jalur laut paling sibuk yang menghasilkan lebih dari US$8 triliun dari arus perdagangan dua arah yang melibatkan setengah dari total kargo kontainer dunia dan 70 persen dari kapal-kapal pengangkut bahan energi melintasi lautan Pasifik setiap hari.

 

Di sisi pertahanan dan keamanan, Asia Pasifik dianggap AS sebagai kawasan yang paling banyak diperlengkapi kekuatan militer. “Kawasan ini punya tujuh dari 10 kekuatan militer terbesar. Lalu, angkatan-angkatan laut terbesar dan paling mutakhir berada di Asia Pasifik.”

Selain itu, tidak boleh diabaikan bahwa lima dari negara-negara kekuatan nuklir dunia berada di kawasan ini.

“Semua aspek itu, bila dikumpulkan, menghasilkan suatu kompleksitas strategis yang unik,”

 

Jika benar pangkalan militer AS akan ditempatkan di Cocos Island, itu adalah bagian dari grand strategy AS untuk melakukan penguatan pengaruh mereka di Asia Pasifik. Mengapa ?

Pertama, karena saat ini perkembangan kawasan Asia Pasifik sangat dinamis, terutama di bidang ekonomi. Asia Pasifik telah menjadi magnet baru bagi AS yang telah bertahun-tahun memusatkan perhatiannya ke kawasan Timur Tengah dan Teluk (Kompas, 19/11/11). Belum lagi kondisi ekonomi AS yang sedang dilanda krisis utang berat dan Uni Eropa mitra dagangnya juga sedang dalam kondisi ekonomi yang mengenaskan.

Kedua, Tampilnya China sebagai kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia, menyaingi AS, dinilai oleh AS akan meningkatkan kekuatan militer Negeri China untuk melindungi kepentingan ekonominya.

Ketiga, India sebagai kekuatan baru dari Asia, selain China, juga menjadi faktor yang mendorong AS memberikan perhatian besar pada kawasan ini.

Keempat, Negara-negara ASEAN dengan wilayah yang kaya potensi alam, yakni mineral dan Migas, menjadi daya tarik negara-negara besar untuk ikut campur meraih kepentingannya masing-masing. Laut China Selatan (LCS) menjadi wilayah yang saat ini menjadi incaran AS dan China karena kandungan mineral dan migasnya yang sangat berlimpah.

 

Kelima, kawasan LCS yang sedang disengketakan oleh negara-negara terdekat yaitu Philipina, Brunei, Malaysia, Vietnam dan China (yang turut mengklaim, walaupun posisinya relatif paling jauh) yang juga menjadi incaran AS, ternyata juga merupakan jalur laut, jalur perdagangan negara-negara Asia. Nilai perdagangan yang melalui jalur itu setiap tahun mencapai 5,3 triliun dollar AS dengan 1,2 triliun dollar AS adalah nilai perdagangan AS.

Selain itu wilayah paling timur Indonesia, yaitu Papua hingga kini masih terus bergolak. Jangan-jangan AS akan memberikan kompensasi kepada Australia untuk “menguasai” atau “bebas bermain” di Papua. Kita tahu, Australia sangat “bernafsu” melepaskan Papua dari NKRI. Apakah itu kompensasinya?

dihimpun dari berbagai sumber di google
 by

Kejam, Anak Panti Dijadikan Kelinci Percobaan Vaksin

 

Bentuk pelecehan terhadap anak-anak bukan hal yang baru saja terjadi belakangan ini. Bentuk pelecehan yang terjadi bukan hanya pelecehan yang bersifat seksual semata, namun bisa dalam bentuk pelanggaran hak-hak anak lainnya.Sebuah skandal rumah penampungan (panti) ibu dan anak di Irlandia membuat sebuah pernyataan yang mengaggetkan, yakni bahwa anak-anak di tempat itu dipergunakan sebagai bahan kelinci percobaan untuk uji coba vaksin oleh beberapa perusahaan-perusahaan obat. Demikian dilansir dari The Daily Beast (10/06/2014).


Hal kejam ini ter ungkap setelah pemerintah Irlandia setuju untuk mengumumkan dimulainya penyidikan tentang hal tersebut — setelah didesak berkali-kali.

Minggu lalu, terungkap bahwa sekitar 800 orang anak-anak dan bayi dimakamkan di kuburan-kuburan tak bernama di halaman panti itu yang diasuh oleh suster-suster Bon Secours di Tuam, County Galway.

Laporan tentang penemuan jasad anak-anak yang dibuang ke dalam tangki septik tank belum diceritakan semuanya secara lengkap kepada publik.

Sebuah stasiun radio Irlandia, Newstalk, mengaku sudah memiliki laporan ekslusif bahwa setidaknya ada 80 anak-anak di panti asuhan itu yang jatuh sakit setelah mereka diberikan vaksin sapi untuk bahan eksperimen.

Anak-anak tak berdosa itu dilaporkan menjadi sakit setelah mereka diberikan vaksin yang dimaksudkan untuk hewan ternak (sapi) dalam sebuah percobaan di 5 rumah penampungan dan panti asuhan di Dublin di sekitar tahun 1970-an. Mereka termasuk dalam 298 anak yang dijadikan alat dalam uji coba obat.

 

 

Informasi ini tercantum di dalam laporan dari Kepala Kesehatan di Departemen Kesehatan, dalam laporan kepada Oireachtas di tahun 2000 yang berhasil diterima oleh Newstalk.

Seorang pria yang diadopsi dari salah satu panti itu—Bessborough House di County Cork—dan hanya memperkenalkan dirinya sebagai Christy mengungkapkan kekejaman di panti tersebut. Ia mengatakan: “Lengan dan tungkai saya luka-luka parah. Ketika saya tanya kepada ibu angkat saya, ia mengatakan, ‘Ketika kamu tiba, lenganmu sangat bengkak dan dibalut’…Saya tidak mengetahui apapun tentang uji vaksinasi. Saya telah menemui beberapa dokter dan mereka mengatakan belum pernah melihat hal seperti ini, banyak sekali suntikan, saya memiliki delapan suntikan di dua lengan saya dan dua di setiap kaki…para dokter itu tidak bisa memahami hal itu.”

Salah satu biarawati di panti Bessborough House, Ibu Kepala Suster Sarto ingat tentang pengadilan itu, namun bersikeras bahwa para orangtua telah memberikan izin.

“Tidak ada yang meninggal,” kata salah satu biarawati yang masih mengingat uji coba vaksin itu.

 

Katanya kepada Newstalk,” Dokternya datang ke sini dan mengatakan, bahwa mereka akan melakukan ujicoba ini dan para ibu membawa anak-anak mereka ke tempat sang dokter. Anda tidak mungkin dapat melakukan itu tanpa izin ibunya. Itu suatu pilihan, kami memeriksa apakah ada dampak penyakit, dan tidak ada yang meninggal, tidak seorangpun yang menderita dampak yang merugikan. Kala itu datanglah seorang dokter dari Dewan Kesehatan Selatan (Southern Health Board) dan membawa catatan-catatan kedokteran bersamanya.”

Susan Lohan, salah satu pendiri Aliansi Hak Adopsi, bertutur kepada stasiun radio Newstalk bahwa pengakuan adanya izin dari orang tua adalah hal yang tidak dapat dipercaya.

“Para ibu dari anak-anak ini tidak pernah diajak bicara atau apapun terkait dengan kesejahteraan anak-anak mereka,” ujarnya.

“Sejujurnya bagi saya hal itu tidak dapat dipercaya ketika para manajer tempat itu telah membuat perkecualian ketika berurusan dengan percobaan-percobaan vaksin.”

GlaxoSmithKline, yang mengambil alih perusahaan obat yang melakukan percobaan itu, Burroughs Welcome, menyaatakan bahwa mereka akan bekerjasama selama penyidikan.

Sebelum tahun 1987, tidak ada undang-undang yang mengatur pengujian kedokteran di Irlandia.

Ada 58 orang anak yang ikut ambil bagian dalam uji coba vaksin polio dan difteri di bulan Desember 1960. Hasilnya diterbitkan dalam British Medical Journal di tahun 1962.

Pemeriksaan sebelumnya atas uji coba vaksin di Irlandia mengalami masalah hukum ketika Professor Patrick Meenan, salah satu dri enam penulis penelitian dan berusia 86 tahun saat itu, mengatakan bahwa ia berhalangan hadir dengan alasan usia yang uzur dan kesehatan yang buruk.

Pemeriksaan tersebut akhirnya dihentikan di tahun 2003.

Masyarakat Irlandia telah diguncang oleh beberapa gelombang laporan tentang pelecehan anak secara kelembagaan sejak penerbitan laporan resmi pertama laporan tahun 2009 tentang pelecehan anak di rumah asuh, yang kerap dijalankan oleh biarawati dan biarawan. Sejak saat itu, terungkaplah air bah kasus-kasus pelecehan jasmani dan seksual atas anak-anak di panti.

Kementrian Anak-anak Charlie Flanagan hari ini mengumumkan Komisi Pemeriksaan dengan hak kewenangan penuh untuk menanyai panti-panti ibu dan anak.

 

 

Menurutnya, ia berharap, bahwa pemeriksaan dapat juga sekaligus menyidik kecurigaan adanya adopsi paksaan dan ujicoba vaksin yang kontroversial yang dilakukan tanpa izin dari ibu mereka.

Ucapnya kepada stasiun RTE Radio One: “Saya akan dengan giatnya mengupayakan musyawarah dengan seluruh spektrum politik yang ada.”

Tentu saja pemeriksaan ini diterima dengan senang hati. Namun demikian, kenyataan bahwa pernah ada anak-anak yang dipergunakan sebagai mangsa empuk untuk diujikan obat-obatan baru adalah suatu tanda lain akan kurangnya rasa hormat akan hak-hak anak-anak yang malang dan tidak berdosa itu.

by

pepes

Misteri Jaringan Teror Amerika, Arab Saudi dan Israel

 

Arab Saudi punya segala track record yang buruk, dan sama sekali tidak memiliki sisi baik dari sebuah negara yang kaya minyak seperti Venezuela. Negara ini diatur oleh rezim diktator dari sebuah keluarga, yang tidak mentolerir adanya kelompok oposisi dan menghukum berat pendukung hak asasi manusia, serta para pembangkang politik. Ratusan miliar dari pendapatan minyaknya dikendalikan oleh despotisme kerajaan, dan investasi spekulatif bahan bakar di seluruh dunia.

Para elite yang berkuasa ini bergantung pada pembelian senjata dari Barat dan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) untuk perlindungan keamanan mereka. Kekayaan Negara yang sekiranya produktif, urung untuk memperkaya kebutuhan yang paling mencolok dari keluarga penguasa Saudi. Elit penguasa negeri petrodollar tersebut membiayai sebuah paham yang paling fanatik,buruk dan misoginis dari Islam. “Wahabi ”

Saat dihadapkan pada perbedaan pendapat internal dari sekelompok orang-orang yang tertindas dan kaum agama minoritas, kediktatoran Arab Saudi merasakan ancaman dan bahaya dari semua sisi, baik itu dari luar negeri, kelompok sekuler, nasionalis dan Syiah yang menguasai pemerintahan, secara internal, nasionalis Sunni moderat, demokrat dan feminis , dalam kubu royalis , tradisionalis dan modernis. Menanggapi perubahan yang mengarah kepada pembiayaan, pelatihan dan persenjataan jaringan teroris internasional Islam, yang diarahkan untuk menyerang, menginvasi dan menghancurkan rezim yang menentang ulama diktator Arab.

Dalang dari jaringan teror Saudi adalah Bandar bin Sultan, yang memiliki hubungan yang sudah lama dan akrab dengan para pejabat tinggi politik, militer dan intelijen AS. Bandar dilatih dan diindoktrinasi di Maxwell Air Force Base dan Johns Hopkins University, ia menjabat sebagai Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat selama lebih dari dua dekade (1983 – 2005). Sekitar tahun 2005 – 2011, ia adalah Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Arab Saudi, dan pada tahun 2012 ia diangkat sebagai Direktur Jenderal Badan Intelijen Arab Saudi. Sampai saat ini, Bandar semakin banyak terlibat dalam proyek operasi teror rahasia.

Berkaitan dengan CIA. Di antara berbagai operasi kotornya dengan CIA selama tahun 1980, Bandar menyalurkan US$ 32.000.000 ke Nikaragua Contra, yang terlibat dalam kampanye teror untuk menggulingkan pemerintahan revolusioner Sandinista di Nikaragua. Selama masa jabatannya sebagai duta besar, ia aktif terlibat dalam upaya perlindungan terhadap Kerajaan Arab Saudi yang diklaim terlibat dengan pemboman Triple Towers dan Pentagon pada 11 September 2001.

Kecurigaan bahwa Bandar dan sekutu-sekutunya di keluarga kerajaan memiliki pengetahuan sebelumnya tentang pemboman oleh teroris Saudi ( 11 dari 19 ), dikuatkan dengan adanya catatan penerbangan mendadak Kerajaan Arab Saudi menyusul aksi teroris pada 11/9. Dokumen intelijen AS mengenai hubungan Saudi – Bandar berada di bawah tinjauan Kongres .

Dengan banyaknya pengalaman dan pelatihan dalam menjalankan operasi teroris klandestin, berangkat dari dua dekade tugasnya untuk bekerja sama dengan badan-badan intelijen AS, Bandar berada dalam posisi yang pas untuk mengatur jaringan teror global tersendiri dalam upayanya menyembunyikan keburukan dan kelemahan monarki despotik Arab Saudi.

 

Jaringan Teror Bandar

Bandar bin Sultan telah mengubah Arab Saudi dari apa yang dahulu mereka sebut rezim mandiri yang berbasis kesukuan, menjadi benar-benar tergantung pada kekuatan militer AS untuk kelangsungan hidupnya, menjadi pusat regional utama dari jaringan teror yang luas, seorang penyandang dana aktif diktator militer sayap kanan (Mesir) dan klien rezim (Yaman) serta interventor militer di kawasan Teluk (Bahrain).

Bandar telah membiayai dan mempersenjatai banyak kelompok teroris dengan operasi rahasianya, ia memanfaatkan afiliasi Al Qaeda , sekte Wahabi Saudi yang dikendalikan berbagai kelompok bersenjata ekstrim lainnya. Bandar adalah promotor teroris yang pragmatis : Menindas lawan Al Qaeda di Arab Saudi dan membiayai teroris Al Qaeda di Irak, Suriah, Afghanistan dan di tempat lain, Sementara Bandar adalah aset masa depan badan intelijen AS, baru-baru ini ia mengambil ‘kursus independen’ di mana kepentingan daerah dari wilayah despotik, berbeda dari orang-orang Amerika Serikat.

Dengan maksud yang sama, sementara Arab Saudi memiliki permusuhan lama terhadap Israel , Bandar telah mengembangkan ” pemahaman rahasia ” dan hubungan kerjasama dengan rezim Netanyahu terkait permusuhan bersama mereka atas Iran dan lebih khusus lagi bertentangan dengan perjanjian interim antara rezim Obama – Rohani.

Bandar telah melakukan intervensi secara langsung atau melalui beberapa perwakilannya dalam membentuk kembali keberpihakan politik, menggoyahkan lawan dan memperkuat serta memperluas jangkauan politik kediktatoran Arab Saudi dari Afrika Utara ke Asia Selatan, dari kaukus Rusia ke Ujung Afrika, kadang-kadang dalam keberpihakannya dengan imperialisme Barat, beberapa kali ia menyuarakan aspirasi hegemonik Arab Saudi.

Bandar telah menggelontorkan miliaran dolar untuk memperkuat rezim pro -Islam sayap kanan di Tunisia dan Maroko, memastikan bahwa gerakan pro – demokrasi massa akan ditekan, terpinggirkan dan dihancurkan. Ekstremis Islam menerima bantuan keuangan dari Arab Saudi untuk mendukung kembalinya Muslim “moderat” di pemerintahan, dengan membunuh pemimpin demokrasi sekuler dan pemimpin serikat buruh sosialis dari kelompok oposisi. Kebijakan Bandar sebagian besar bertepatan dengan orang-orang dari Amerika Serikat dan Perancis di Tunisia dan Maroko, tetapi tidak di Libya dan Mesir .

Dukungan finansial Saudi untuk para teroris dan afiliasi Al Qaeda melawan Presiden Libya, Gadhafi, sejalan dengan perang udara NATO. Namun banyak penyimpangan muncul setelahnya : rezim yang didukung NATO yang terdiri dari eks- neo liberal yang berhadapan melawan Saudi, dan didukung Al Qaeda juga kelompok-kelompok teroris islam, mereka juga datang dari berbagai macam kelompok bersenjata dan perampok .

Bandar mendanai Ekstremis Islam Libya yang menjadi bankir untuk memperluas operasi militer mereka ke Suriah, di mana rezim Saudi sedang mengadakan operasi militer besar-besaran untuk menggulingkan rezim Assad. Konflik internal yang terjadi antara NATO dan kelompok-kelompok bersenjata Saudi di Libya pecah, dan menyebabkan pembunuhan umat Muslim dari Duta Besar AS, dan perwakilan CIA di Benghazi.

Setelah Gadhafi dilengserkan , Bandar hampir meninggalkan minatnya dalam pekerjaan bermandikan darah berikutnya, dan kekacauan yang diprovokasi oleh aset bersenjata . Mereka pada akhirnya mencari dana sendiri dengan merampok bank , melakukan pencurian minyak dan mengosongkan kas lokal ” independen ” yang secara relatif ada di bawah kontrol Bandar.

Di Mesir , Bandar berkembang, berkoordinasi dengan Israel (tapi untuk alasan yang berbeda), strategi perusakan independen secara relative lewat sebuah rezim yang terpilih secara demokratis. Ikhwanul Muslimin dengan Mohammad Morsinya. Bandar dan rezim diktator Arab Saudi secara finansial mendukung kudeta militer dan kediktatoran Jenderal Sisi.

Strategai AS berupa perjanjian akan adanya pembagian kekuasaan antara IM dan rezim militer, menggabungkan legitimasi pemilu populer dan militer pro – Israel – pro NATO yang disabotase. Dengan paket bantuan US$ 15 miliar dan janji-janji yang akan datang, Bandar menyediakan kebutuhan militer Mesir,yaitu sebuah jaminan finansial dan kekebalan ekonomi dari setiap transaksi keuangan internasional.

Tidak ada konsekuensi apapun yang diambil. Pihak militer menghancurkan IM dengan cara dipenjara dan militer juga mengancam untuk mengeksekusi para pemimpin yang terpilih . Ini dilarang oleh sayap oposisi liberal – kiri yang telah digunakan sebagai umpan meriam untuk membenarkan kudeta kekuasaannya . Dalam mendukung kudeta militer , Bandar menghilangkan saingan, rezim Islam yang terpilih secara demokratis berdiri kontras dengan despotisme Saudi .

Dia mengamankan rezim diktator yang berpikiran selayaknya pemimpin di banyak negara Arab, meskipun penguasa militer saat itu lebih sekuler, pro-Barat , pro – Israel dan anti – Assad dibandingkan rezim IM. bandar berhasil menjalankan kudeta Mesir dengan mengamankan sekutu politik tetapi menghadapi masa depan yang tidak pasti.

Kebangkitan gerakan massa anti – diktator baru-baru ini juga akan menargetkan hubungan dengan Arab Saudi. Apalagi Bandar bersikap acuh dan melemahkan kesatuan Negara Teluk seperti Qatar yang telah membiayai rezim Morsi dan mengeluarkan dana sebesar $ 5 miliar dolar, hal ini juga telah diperluas ke rezim sebelumnya.

Jaringan teror Bandar paling jelas terbukti pada pembiayaan, persenjataan, pelatihan dan pengalokasian besar-besaran jangka panjang puluhan ribu “relawan teroris” dari Amerika Serikat, Eropa , Timur Tengah , kaukus , Afrika Utara dan di tempat lain di beberapa Negara. Teroris Al Qaeda di Arab Saudi menjadi “pejuang jihad” di Suriah . Puluhan kelompok bersenjata Islam di Suriah bersaing untuk mendapatkan suplai senjata dan pendaan dari Arab Saudi. Basis pelatihan dengan instruktur dari AS dan Eropa dan dibiayai oleh Saudi, didirikan di Yordania, Pakistan dan Turki . Bandar membiayai kelompok utama pemberontak teroris bersenjata, Negara Islam Irak dan Levant (ISIL), untuk operasi lintas batas Negara.

Dengan adanya Hizbullah yang mendukung Assad, Bandar mengalirkan dana dan senjata kepada Brigade Abdullah Azzam di Lebanon Selatan untuk mengebom Beirut, kedutaan Iran dan Tripoli. Bandar mengucurkan US$ 3 milyar kepada militer Lebanon untuk ide mengobarkan perang saudara baru antara mereka dan Hizbullah.

Ia berkoordinasi dengan Perancis dan Amerika Serikat, namun dengan dana yang jauh lebih besar dan ruang gerak yang lebih besar untuk merekrut para teroris, Bandar diasumsikan sebagai peran utama dan menjadi direktur utama tiga front militer dan serangan diplomatik terhadap Suriah, Hizbullah dan Iran. Bagi Bandar, pengambilalihan kekuasan atas muslim Suriah akan mengarah pada invasi terhadap mereka dalam mendukung Al Qaeda di Lebanon, untuk mengalahkan Hizbullah dengan harapan mengisolasi Iran. Teheran kemudian akan menjadi target dari serangan Arab -Israel -AS . Strategi Bandar tak kurang hanya sekedar fantasi yang tak akan terwujud menjadi realita.

Bandar Menyimpang dari Washington : Serangan terhadap Irak dan Iran

Arab Saudi adalah partner yang menguntungkan bagi Washington, tetapi kadang-kadang mereka menjadi tidak terkontrol. Hal ini terjadi karena Bandar telah diangkat sebagai kepala Intelijen : aset lama CIA, dia juga beberapa kali mengambil keuntungan berupa kebebasannya untuk menikmati hasil kerja kerasnya selama ini, terutama ketika keuntungan itu berupa kenaikan jabatan dalam struktur kekuasan monarki Arab Saudi.

Oleh karena itu, misalnya, kemampuan Bandar untuk mengamankan AWACs meskipun pihak oposisi AIPAC ini membuatnya mendapatkan bintang jasa. Seperti kelebihannya dalam mengamankan keberangkatan beberapa ratus anggota kerajaan Saudi yang terlibat dalam pemboman 11/9, meskipun tingkat pengamanan nasional setelah pengeboman itu dinilai sangat tinggi.

Ketika ada beberapa kesalahan masa lalu, Gerakan Bandar menjadi lebih menyimpang dari kebijakan US. Dia menjalankan operasi terror dengan cara membangun jaringan teror tersendiri yang diarahkan untuk memaksimalkan hegemoni Arab Saudi – meskipun kebijakan itu bertentangan dengan perwakilan-perwakilan US, para kolega mereka dan operasi-operasi rahasia.

Teroris “Negara Islam Irak dan Suriah(ISIS)”. Ketika AS bernegosiasi mengenai “perjanjian interim” dengan Iran, Bandar menyuarakan ketidaksetujuan dan “membeli” dukungan. Saudi dengan menandatangani traktat pembelian senjata bernilai miyaran dolar selama kunjungan Presiden Perancis, Francois Hollande disana, hal ini terjadi dalam rangka pertukaran sanksi yang lebih besar terhadap Iran. Bandar juga menyatakan dukungannya terhadap keterlibatan Israel untuk pengaturan kekuatan Zionis agar mempengaruhi Kongres, tujuannya adalah sabotase perundingan AS dengan Iran.

Bandar telah bergerak di luar protokol aslinya sebagai pemegang kendali intelijen AS. Hubungan dekatnya dengan AS dan presiden Uni Eropa di masa lalu dan sekarang serta tokoh masyarakat politik telah mendorong dia untuk terlibat dalam “Petualangan Kekuatan Besar”. Dia bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin untuk meyakinkan Putin agar memberikan dukungannya terhadap Suriah, menawarkan wortel atau tongkat: penjualan senjata multi-miliar dolar secara sukarela atau ancaman untuk melepaskan teroris Chechnya agar mengacaukan Olimpiade Sochi.

Dia telah merubah Erdogan yang semula adalah sekutu NATO, menjadi pendukung lawan bersenjata ‘moderat’ Bashar Assad, dalam merangkul Saudi yang didukung oleh ISIS ‘Negara Islam Irak dan Suriah’, afiliasi Al Qaeda. Bandar telah “mengabaikan” upaya cari untung Erdogan untuk menandatangani kesepakatan minyak dengan Iran dan Irak, pengaturan militernya dilanjutkan dengan NATO dan dukungan masa lalunya dari rezim tidak aktif Morsi di Mesir, dalam rangka mengamankan dukungan Erdogan untuk mendukung kemudahan transit besar-besaran teroris binaan Saudi ke Suriah dan kemungkinan juga ke Lebanon .

Bandar telah memperkuat hubungan dengan kelompok bersenjata Taliban di Afghanistan dan Pakistan, dia mempersenjatai dan membiayai perlawanan bersenjata mereka terhadap AS, serta menawarkan sebuah lokasi untuk proses awal negosisasi kepada AS.

Dimungkinkan juga, Bandar mendukung dan mempersenjatai teroris Uighur Muslim di Cina barat, dan Chechnya, juga teroris Islam Kaukasia di Rusia, bahkan saat Saudi melakukan ekspansi perjanjian minyak dengan China dan bekerjasama dengan Gazprom, Rusia.

Satu-satunya wilayah di mana Saudi gagal melakukan intervensi militer langsung adalah Negara teluk kecil, Bahrain. Pasukan Saudi hancur oleh gerakan pro-demokrasi menantang rezim despotik lokal.

Bandar: Teror Global pada Yayasan Domestik yang Mencurigakan

Bandar telah memulai transformasi yang luar biasa dari kebijakan luar negeri Saudi dan meningkatkan pengaruh global. Semua untuk yang terburuk. Seperti Israel, ketika penguasa reaksioner sampai pada keinginan untuk menguasai dan menjungkirbalikkan tatanan demokrasi, Saudi datang dengan kantong dolarnya untuk menopang rezim despotic tersebut.

Setiap kali jaringan teroris muncul untuk menumbangkan rezim nasionalis, sekuler atau Syiah, mereka dapat mengandalkan dana dan dukungan Saudi. Persis seperti yang digambarkan oleh para ahli Taurat sebagai “upaya lemah dalam liberalisasi dan modernisasi” rezim Saudi yang memburuk, mereka benar-benar meningkatkan kemampuan militer para teroris di luar negeri. Bandar menggunakan teknik-teknik teror modern untuk memaksakan model pemerintahan reaksioner Saudi pada negara tetangga dan rezim-rezim di Negara yang memiliki populasi mayoritas umat Muslim.

Masalahnya adalah bahwa, petualangan operasi konflik luar negeri skala besar Bandar, bertentangan dengan beberapa gaya kepemimpinan keluarga kerajaan Arab Saudi yang cenderung berhati-hati. Mereka ingin dibiarkan sendiri dalam menimbun kumpulan uang sewa minyak bumi yang bernilai ratusan miliar itu, hal ini sengaja dilakukan agar mereka dapat berinvestasi pada bisnis properti mewah di seluruh dunia, dan diam-diam menyewa gadis-gadis panggilan di Washington, London dan Beirut, di saat yang sama mereka bertindak sebagai wali saleh dari Madinah, Mekkah dan berbagai macam situs suci Islam.

Sejauh ini Bandar belum merasa tertantang, karena ia masih berhati-hati dengan cara memberikan penghormatan kepada raja yang berkuasa dan lingkaran dalamnya. Dia telah membeli dan membawa seluruh perdana menteri, para presiden dan pejabat penting lain dari negara-negara Barat dan Timur, Bandar membawa mereka ke Riyadh untuk menandatangani kesepakatan dan pembayaran upeti dalam usahanya untuk menyenangkan rezim despotik Al Saud. Namun sikap khawatirnya terhadap operasi Al Qaeda di luar negeri , mendorong ekstrimis Saudi untuk pergi ke luar negeri dan terlibat dalam perang antar teroris, hal ini jelas menimbulkan keresahan di kalangan monarki.

Mereka khawatir teroris yang mereka latih dan bina ini kembali dari Suriah, Rusia dan Irak kemudian meledakkan istana kerajaan. Selain itu, rezim luar negeri yang ditargetkan oleh jaringan teror Bandar kemungkinan dapat membalas : Rusia atau Iran , Suriah , Mesir , Pakistan , Irak yang mungkin hanya menyediakan instrumen “balas dendam” mereka sendiri. Meski pun ratusan miliar dihabiskan untuk pembelian senjata, rezim Arab Saudi sangat rentan di semua tingkatan.

Terlepas dari paham kesukuan, elit miliarder hanya didukung oleh segelintir rakyat dan bahkan legitimasi mereka kurang. Hal ini tergantung pada buruh migran luar negeri, pakar asing dan pasukan militer AS. Para elit Saudi juga dibenci oleh Ulama Wahabi yang paling relijius karena mengizinkan “takfiri” berjihad di medan suci.  Sementara Bandar memperluas kekuasaan Saudi di luar negeri , fondasi aturan domestik jadi menyempit. Ia menentang kebijakan AS di Suriah, Iran dan Afghanistan, rezim Al Saud tergantung pada Angkatan Udara AS dan Armada Ketujuh untuk melindungi mereka dari berkembangnya kelompok-kelompok yang memusuhi pemerintah.

Bandar, dengan ego -nya, mungkin percaya, bahwa ia adalah seorang “Saladin” yang membangun kerajaan Islam baru, tetapi dalam kenyataannya, dengan hanya menjentikkan jari, raja pelindungnya dapat menyebabkan pemecatannya dipercepat. Terlalu banyak pemboman sipil provokatif oleh teroris yang dia manfaaatkan dapat menyebabkan krisis internasional, yang mengarah ke Arab Saudi dan hal ini menjadikan mereka sasaran penghinaan secara global.

Pada kenyataannya, Bandar bin Sultan adalah anak didik dan penerus Bin Laden, ia telah memperdalam dan menstrukturisasi terorisme global. Jaringan teror Bandar telah membunuh banyak korban tak berdosa dibandingkan Bin Laden. Hal itu tentu saja yang paling diharapkan, setelah semua kepemilikannya atas miliaran dolar kas Saudi , pelatihan dari CIA dan jabat tangan Netanyahu!.

 by

Last edited by pepes; Today at 12:50.

Mengenal Negara ZOG Alat Untuk Mengontrol Bumi

 

Negara merupakan manifestasi kemerdekaan dan kemandirian dalam mengelola sebuah kesatuan bangsa demi tujuan yang mulia. Namun, bila negara tersebut sudah ‘tidak bebas’ lagi dalam menentukan masa depannya sendiri, maka negara tersebut dapat dimasukan dalam golongan negara Z.O.G .

Apa itu Z.O.G ?, ZOG akronim dari Zionist Occupied Goverment, yakni Pemerintahan suatu negara dikuasai oleh Zionis, sehingga tidak dapat lagi menentukan kebijakan pemerintahannya dengan leluasa, dengan kata lain Zionis yahudi mempunyai kekuatan besar untuk mempengaruhi kebijakan penting suatu negara.

Lalu, siapa saja di planet bumi ini yang termasuk dalam negara Z.O.G ? mudah banget ditebak.. Selain negara yang full Z.O.G juga terdapat negara yang berstatus semi Z.O.G. Berikut daftarnya,

Negara Z.O.G, negara yang pemerintahannya berhasil dikuasai oleh Zionis Yahudi dengan cara menempatkan orang2 yahudi pilihan di posisi2 strategis dalam pemerintahan negara tujuan, yakni Jaksa Agung, Kepala Kepolisian, Penasehat militer, Anggota Parlemen, sampai Perdana Mentri dan Presiden sekalipun ! Selain di pemerintahan, dibidang lain juga berhasil dikuasai orang-orang yahudi seperti Industri Media, Industri Hiburan dan Perfilman, Teknologi Tinggi, Perangkat Lunak dan Kerasa, Otomotif, Manufaktur, Makanan dan lainnya. Negara yang termasuk golongan ini antara lain :

Amerika Serikat (USA). Sebenarnya Presiden Amerika terdahulu (era 1800an) sudah menyadari akan bahaya yang jauh lebih besar ketimbang penjajahan berbentuk fisik seperti pengerahan Tentara/militer, bahaya itu adalah penguasaan ekonomi dan sumber-sumber utama lainnya. Kunci sukses Zionis menguasai ekonomi Amerika dan mengontrol kebijakan strategisnya adalah ketika Bank sentral Federal Reserve atau The Fed resmi didirikan, yap, FYI. Penemu dunia perbankan emang orang-orang yahudi.

Inggris (Britania Raya), Era kemunculan pengaruh yahudi di tanah inggris sudah lama, berawal dari tersingkirnya Raja Edward yang pada tahun 1290 mengusir orang2 yahudi dari inggris. semenjak itu keluarga yahudi kaya di Inggris Raya mulai mendekati keluarga kerajaaan, mereka sukses menancapkan kukunya di Inggris dengan membangun bank inggris (England of Bank), Bank sentral pertama di Dunia. perusahaan perbankan ternama Barclays dimiliki oleh keluarga kaya yahudi.

Perancis (France), Pengaruh Yahudi mulai berkuasa di perancis ketika Revolusi Perancis bergulir. Revolusi yang dirancang oleh Zionis yahudi ini merupakan salah satu Pemberontakan tersukses sepanjang sejarah. Raja perancis saat itu Louis XVI dan istrinya Marie Antoinette terjatuh dalam jaring konspirasi mereka dan dibunuh dengan cara keji, Dipenggal dengan Guillotine, alat keji ciptaan Yahudi. Akhirnya Kerajaan Perancis berubah menjadi Republik perancis, dengan moto ciptaan zionis juga ; Liberté, Egalité, Fraternité.

 

 

Uni Soviet (USSR). Mirip dengan Perancis, Kekaisaran Rusia jatuh oleh tangan-tangan Zionis oleh Revolusi Bolshevik tahun 1917 yang memaksa Tsar Nicholas dua menjadi Tsar terakhir dalam dinasti romanov, Tsar dan keluarganya dibantai secara keji oleh tentara bolshevik. Setelah kejatuhan Tsar, berdirilah Republik Sosialis Uni Soviet, dengan Lenin sebagai pemimpin pertama. Mengawali era Komunis didunia. Paham komunis juga lahir dari para pemikir yahudi. Setelah Uni Soviet Runtuh 1991, Lahir Federasi Rusia sebagai pewaris tahta soviet, lambang kekaisaran Rusia digunakan kembali sebagai lambang negara. Presiden Rusia saat ini, Vladimir Putin tetap menjaga hubungan baik dengan Israel demi keamanan Rusia sendiri.

Singapura (Singapore), Didirikan oleh anggota Freemason, Sir Stanford Raffles, bisa dikatakan singapura adalah Israelnya Asia Tenggara. Semenjak menjalin kerjasama dengan Israel, Singapura tumbuh menjadi negara kota nan maju di Asia, didukung penuh oleh Inggris dan USA. Sama seperti Israel, negara ini juga sangat Panaroid, sehingga memiliki banyak alutsista militer canggih dan terbilang “lebay” untuk ukuran negara sekecil Singapura. Usaha RI untuk membangun pelabungan Sabang sebagai pelabuhan Internasional kandas karena bisa menghancurkan Pelabungan Singapura.

dan negara Nato lainnya.

 

Negara Semi Z.O.G, negara yang pemerintahannya tidak sepenuhnya dikuasai yahudi, tetapi tetap memiliki pengaruh cukup besar buat menentukan kebijakan yang menguntungkan yahudi, yakni dengan menempatkan orang2 terpilih dari negara tersebut yang bersedia menjadi pelayanan bagi yahudi dengan menempati posisi strategis, seperti Menteri dan Gubernur Bank Sentral. Negara tersebut antara lain :

Indonesia
Korea Selatan
Jepang
Australia
Malaysia
dan lainnya.

Sedangkan negara besar yang sedah maju pesat, yakni China, tetap mengadakan hubungan bilateral yang harmonis dengan Israel/yahudi dengan tujuan mengamankan kepentingannya dari gangguan Zionis. Well, sampai sekarang belum ada yang sanggup untuk melawan dominasi Zionis dengan ZOG nya, bahkan Tuhan pun terkesan ‘diam’, tapi ya ini hanya sebatas informasi untuk kita semua, bahwa merekalah yang berada di balik perubahan besar di planet Bumi, termasuk temuannya yang dapat kita nikmati seperti telepon seluler, Komputer dan lainnya.

by

lemur's Avatar

Konspirasi Pembelokan Sejarah dan Arkeologi Indonesia

Isu kejatidirian bangsa Indonesia, bahwa Indonesia adalah pusat peradaban dunia, semacam Atlantis, dalam pengamatan saya mengemuka dalam tiga tahun terakhir ini. Ini seiring dengan terbitnya terjemahan dua buku kontroversial,

“Atlantis itu Indonesia” (Arysio Santos, 2009) dan “Eden in the East” (Stephen Oppenheimer, 2010).

Saya berandai-berandai, bila kedua buku itu tidak diterjemahkan dan diterbitkan di Indonesia, mungkin isu kejatidirian bangsa tak mengemuka serius sekarang, meskipun Soekarno sudah meneriakkan soal jati diri bangsa lebih dari 50 tahun yang lalu.

Buku Atlantis itu kemudian melahirkan banyak buku lain tulisan orang-orang Indonesia yang umumnya mendukung bahwa Atlantis itu Indonesia. Beberapa kalangan pejabat atau tokoh masyarakat pun ramai-ramai mendukung tesis yang digulirkan Santos ini entah apa tujuannya, mungkin berusaha mengangkat jatidiri bangsa yang mungkin dalam pandangan mereka tengah merosot. Saya dengar sendiri itu diucapkan dari seorang tokoh politik terkenal ketika saya diundang membedah buku Atlantis oleh penerbitnya.

Sayangnya, hampir tak ada buku-buku ikutan itu ditulis dengan riset mendalam, hanyalah memanfaatkan isu.

Lalu tesis bahwa Indonesia pusat peradaban dunia ini kemudian bergulir terus dan menjadi seperti bola salju, semakin bergulir menjadi besar. Dibentuklah lembaga-lembaga masyarakat atau komunitas-komunitas penghayat, bahwa Indonesia adalah pusat peradaban dunia atau Indonesia adalah Atlantis.

Lalu isu bahwa Indonesia “negeri 1000 piramida” pun mencuat. Beberapa gunung atau bukit kerucut mulai dicurigai sebagai piramida yang jauh lebih tua dari Mesir, beberapa bukit itu disurvei, digali, dibongkar.

Terjadilah perdebatan di antara kalangan ilmuwan Indonesia juga di antara masyarakat yang pro dan kontra atas tesis ini. Sukuh, Cetho, Panataran, Gunung Padang, Gunung Lalakon, Gunung Sadahurip tiba-tiba naik ke permukaan, padahal sebelumnya, sebelum lima tahun lalu tak ada yang meributkannya, tenggelam di bawah permukaan.

Belakangan saya juga mengamati, muncul isu bahwa sejarah Indonesia yang kita kenal selama ini, yang pernah kita pelajari di sekolah dasar-menengah, yang diajarkan kepada para mahasiswa sejarah dan yang telah menghasilkan para sejarawan besar Indonesia seperti Nugroho Notosusanto, Sartono Kartodirdjo, juga para ahli arkeologi besar Indonesia seperti R Soekmono, RP Soejono adalah sejarah dan arkeologi yang palsu, sejarah dan arkeologi buatan Belanda, penjajah.

Semua sejarah dan arkeologi yang beredar itu adalah sejarah yang bohong besar yang ditujukan agar Indonesia tak punya jati diri.

Isu ini mengatakan sejarah yang kita kenal sekarang ini adalah hasil perbuatan konspirasi Belanda atau negara-negara Barat lainnya untuk mengecilkan Indonesia. Maka isu ini mau tak mau menyulut ‘peperangan’ antara para sejarawan dan arkeolog dengan para penganut teori konspirasi.

Para penganut teori bahwa sejarah Indonesia itu palsu atau bohong besar menggunakan tesis dari penulis Swedia Juri Lina, yang pada tahun 2004 menulis buku kontroversial “Architects of Deception- the Concealed History of Freemasonry”. Dalam bukunya ini, Juri Lina berpendapat, bahwa ada tiga cara untuk melemahkan dan menjajah suatu negeri :

> Kaburkan sejarahnya.
> Hancurkan bukti-bukti sejarahnya agar tak bisa dibuktikan kebenarannya
> Putuskan hubungan mereka dengan leluhurnya, katakan bahwa leluhurnya itu bodoh dan primitif.

Menurut kalangan penganut teori konspirasi, bahwa sejarah Indonesia itu adalah buatan Belanda, buatan Freemasonry, buatan Knights of Templar, buatan Illuminati – kalangan ini juga diilhami oleh novel kontroversial yang mengaduk-mengaduk fakta dan fiksi Dan Brown, “the Davinci Code” atau “the Lost Symbol” yang menggambarkan, bahwa banyak konspirasi-konspirasi itu bekerja, bahwa leluhur Indonesia itu berkebudayaan sangat tinggi, bahkan Indonesia itu pusat kebudayaan dunia, adalah usaha-usaha untuk meredam tesis no 3 dari Juri Lina.

Riuh sekali dalam tiga tahun ini atas semua isu tersebut, menyambar perdebatan atau lebih tepatnya “peperangan” di antara para ilmuwan, kelompok-kelompok masyarakat yang pro dan kontra.

Di mana kita sebenarnya berdiri? Apa yang sebenarnya tengah terjadi? Mungkin tidak mudah untuk menjawabnya. Kita lihat saja. Saya punya pendapat, Anda pun punya pendapat. Milikilah analisis dan argumen yang kuat, jangan sekadar ikut arus.

 by
  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

    Join 153 other followers

  • October 2017
    M T W T F S S
    « Feb    
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031