Apa Itu Alam Malakut? Ini Penjelasannya

Tingkatan-tingkatan alam dalam dunia tasawuf yaitu alam mulk, Miotsal atau hayal dan alam barzakh, yang keseluruhannya ternyata akrab dengan manusia. Sementara alam malakut yang lebih dikenal dengan alamnya para malaikat dan jin, merupakan suatu alam yang tingkat kedekatannya dengan alam puncak, lebih utama dari pada alam—alam sebelumnya.

Prof. Dr. Nasaruddin Umar

Namun, alam malakut masih lebih rendah dari pada alam di atasnya, seperti jabarrut dan al-a’yan al-Tsabitah. Mulai alam miotsal sampai alam-alam di atasnya tidak dapat ditangkap panca indra dasar atau fisik manusia karena sudah masuk wilayah alam ghaib. Manusia dengan panca indra fisiknya hanya mampu mengobservasi secara fisik alam syahadah mutlak, seperti alam mineral, alam tumbuh-tumbuhan, alam hewan dan sebagian dari dirinya sendiri.

Alquran mengisyaratkan unsur kejadian manusia ada tiga, yaitu unsur badan atau jasad, unsur nyawa (nafs) dan unsur roh (ruh). Dalam Alquran, nyawa dan ruh berbeda. Nyawa dimiliki tumbuh-tumbuhan dan binatang, tetapi unsur roh tidak dimiliki keduanya, bahkan oleh seluruh makhluk Tuhan lainnya. Unsur roh inilah yang membuat para malaikat dan seluruh makhluk lainnya sujud kepada manusia (Adam).

Roh yang merupakan unsur yang ketiga manusia ini menjadi potensi amat dasyat baginya untuk mengakses alam puncak sekali pun. Unsur ketiga inilah yang disebut sebagai ciptaaan khusus (khalqon akhar) di dalam Alquran.
“sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari suatu sari pati (berasal) dari tanah. Kemudian, kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian, air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang-belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian, kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci Allah, pencipta Yang paling baik”.(QS al-mukmin [23]:12-14).

Kata ansya’nahu khalqan akhar dalam ayat di atas, menurut para mufasir, maksudnya adalah unsur rohani setelah unsur jasad dan nyawa (nafs). Hal ini sesuai dengan riwayat ibnu Abbas yang menafsirkan kata ansya’nahu dengan ja’ala ansya’al ruh fih, atau penciptaan roh ke dalam diri adam. Unsur ketiga ini kemudian disebut unsur ruhani, atau lahut atau malakut, yang menjadikan manusia berbeda dengan makhluk biologis lainnya.

Unsur ketiga ini merupakan proses terakhir dan sekailgus penyempurnaan subtansi manusia sebagaimana ditegaskan di dalam beberapa ayat, seperti dalam surah al-Hijr: 28-29. Setelah pencitaan unsur ketiga ini selesai, para makhluk lain termasuk para malaikat dan jin bersujud kepada Adam dan alam raya pun ditundukkan (taskhir) untuknya. Unsur ketiga ini pulalah yang mendukung kapasitas manusia sebagai khalifah Tuhan di bumi (QS al-An’am [6]: 165) di samping sebagai hamba (QA al Zariat [51]:56).

Meskipun memiliki unsur ketiga, manusia akan tetap menjadi satu-satunya makhluk eksistensialis karena hanya makhluk ini yang dapat turun naik derajatnya di sisi Tuhan. Sekali pun manusia ciptaan terbaik (ahsan taqwim/QS at-tin [95]:4), ia tidak mustahil akan turun ke derajat paling rendah (asfala sa-filin)/Qs At-Tin [95]:5), bahkan dapat lebih rendah, daripada binatang ( Qs –al A’raf [7]:179).

 

Eksistensi kesempurnaan manusia dapat dicapai manakala ia mampu menyinergikan secara seimbang potensi berbagai kecerdasan yang dimilikinya. Seperti orang sering menyebutnya dengan kecerdasan unsur jasad (IQ), kecerdasan nafsni (EQ), dan kecerdasan ruhani (SQ). Tidak semua aspek manusia itu dapat dipahami secara ilmiah dan terukur oleh kekuatan panca indra manusia. Oleh karena memang unsur manusia memiliki unsur berlapis-lapis.

Dari lapis mineral tubuh kasar sampai kepada roh (unsur Lahut/malakut) yang diinstall Allah SWT sebagaimana ditegaskan lagi di dalam Alquran, “kemudian apabila telah aku sempurnakan kejadiannya dan aku tiupkan roh-Ku kepadanya, tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya. Lalu para malaikat itu bersujud semuanya”.(QS Shad[38]:72-73).

Para penghuni alam malakut terdiri atas para jin dan malaikat, termasuk iblis. Alam ini tidak dapat diakses dengan panca indra atau kekuatan-kekuatan fisik manusia. Alam ini hanya dapat diakses manusia, jika mereka mampu menggunakan potensi lahut dan malakut yang dimilikinya. Hubungan interaktif antara para penghuni alam dimungkinkan, mengingat berbagai alam itu sama-sama ciptaan Allah SWT.

Manusia sebagai makhluk utama memiliki kemampuan untuk itu, karena kedahsyatan unsur ketiga tadi. Apabila kita merujuk kepada pendapat Syekh Abdul qodir Jailani yang membagi Roh itu dalam empat tingkatan, semakin mudah kita memahami kemungkinan itu. Menurut Syekh Abdul Qodir Jailani dalam kitabnya sirr al – asrar, roh itu memiliki empat tingkatan.

Tingkatan itu adalah roh jasadi yang berinteraksi dengan alam mulk; roh ruhani yang berinteraksi dengan alam malakut; roh sulthoni yang beriteraksi dengan alam jabarut; dan roh al quds yang berinteraksi alam lahut. Namun, perlu diingatkan di sini kita sebagai hamba tidak boleh terkecoh oleh bayangan keindahan alam-alam di atas manusia.

Jangan sampai kita lengah sehingga seolah-olah pencarian kita bukan lagi tertuju kepada Ridha Allah semata, melainkan sudah terkecoh oleh unsur-unsur kekeramatan. Semakin tinggi tigkat pencarian seseorang, semakin tinggi pula unsur pengecohnya, sebagaimana disebutkan dalam hadits Qudsi di atas. “kerjakanlah semuanya dengan semata – mata karena Allah SWT.

Sumber

Advertisements

Sejarah Operasi Militer Amerika di Melayu Berlangsung Berabad Lalu

Selama ini kita hanya mendapat informasi tindakan seperti ini hanya dilakukan oleh Belanda dan Portugis. Seolah Amerika tak terkait dalam peristiwa yang ingin menguasai perekonomian  Indonesia

Pada tanggal, 7 Februari 1831, sebuah kapal milik Amerika Serikat berlabuh di pelabuhan Kuala Batee, Aceh Barat Daya. Kapal bernama Friendship itu dinakhodai oleh Charles Moore Endicot. Kapal ini datang ke Kuala Batee untuk membeli lada hitam, yang ketika itu menjadi salah satu pusat perdagangan lada hitam Aceh yang terkenal.

Ketika kapal itu tiba di pelabuhan tersebut, kapal tersebut diserang oleh sekelompok penduduk Kuala Batee yang datang dengan tiga buah perahu. Tiga awak kapal Amerika tewas dalam serangan tersebut. Kerugian yang dialami diperkirakan mencapai US $ 50 ribu. Namun demikian Kapal tersebut berhasil diselamatkan dari rampasan warga sekitar dengan bantuan dari seorang pembelot dari kalangan orang Aceh sendiri bernama Po Adam. Setiap tahun jumlah lada hitam yang diangkut sekitar 3 ribu ton dari Aceh untuk dijual ke benua lain, termasuk ke Amerika hingga Eropa.

Perampokan atau serangan terhadap Kapal Amerika tersebut menimbulkan tanda tanya besar bagi mereka. Sebab, itulah kali pertama kapal Amerika diserang di perairan Kepulauan Melayu.

Peristiwa itu berasal dari kemarahan orang Aceh karena merasa selalu ditipu oleh para pedagang Amerika dalam perdagangan lada. Pernah terjadi satu kejadian, ketika terjadi jual beli antara pedagang Amerika dengan Orang Aceh, berat sebenarnya ladanya adalah 3.986 pikul, tetapi ketika dijual kembali oleh pedagang Amerika beratnya menjadi 4.583 pikul.

Warga akhirnya tahu bahwa rupanya, pedagang Amerika berlaku tidak adil dengan memalsukan takaran timbangan. Mereka memalsukan timbangan dengan cara menggunakan sebuah alat timbangan yang telah dimodifikasi dan dapat ditambahkan atau dikurangi jumlah timbangannya sesuai kesukaan mereka. Dengan kata lain jika timbangan sebenarnya lada orang Aceh adalah 30 kati maka mereka akan mempertimbangkan kembali dengan timbangan yang dimodifikasi tersebut dan ditemukan timbangan tersebut berkurang menjadi 20 atau 10 kati saja, maka tingkat pembayaran yang diterima orang Aceh akan berkurang.

Itu hanya salah satu faktornya. Penyebab lain, ialah Belanda berhasil memprovokasi orang Aceh untuk menyerang kapal-kapal Amerika. Tujuannya, karena Belanda ingin merusak nama baik Pemerintah Aceh supaya terlihat, bahwa pemerintah Aceh tidak mampu melindungi kapal asing yang berlabuh di perairannya. Kondisi ini mampu melemahkan kekuatan ekonomi pemerintah Aceh, ketika berkurangnya kapal yang akan berlabuh di sana.

Selain itu diketahui juga bahwa, pihak Belanda telah membayar dan memberikan pasokan senjata ke kapal Aceh yang dinakhodai oleh Lahuda Langkap untuk menyerang kapal Amerika dengan menggunakan bendera Kerajaan Aceh. Hal ini tentu saja akan memperburuk nama pemerintah Acheh di persada internasional karena Aceh ketika itu memang sebuah kerajaan yang kuat dan terkenal di seluruh dunia. Setelah peristiwa penyerangan tersebut, Kapal Friendship telah terus kembali ke Amerika. Berita tentang peristiwa penyerangan para penduduk Aceh terhadap Kapal tersebut akhirnya tersiar di dada-dada koran utama di Amerika dan Eropa sehingga sebagian besar pihak pemerintah di Amerika merasa geram dan malu akan kejadian tersebut karena mereka adalah diantara kekuatan besar dunia pada saat itu.

Ditambah lagi saat salah seorang pemilik kapal itu adalah Senator Nathanian Silsbee. Silsbee kemudian mengirim surat kepada Presiden Jackson dan meminta Amerika menuntut ganti rugi atas kerugian yang dialami, dan mengirim kapal perang ke perairan Aceh. Surat yang sama juga dikirim oleh Robert Stones, pemilik kapal yang lain, mendesak Menteri Angkatan Laut, Levy Woodbury agar mengirim kapal perang ke Aceh. Diringkas cerita, Presiden Jackson telah setuju dengan tuntutan tersebut. Maka pihak pemerintah Amerika Serikat telah mengirim kapal perang Potomac ke Aceh. Ini adalah kapal perang terbaik yang dimiliki Amerika pada zaman itu. Kapal tersebut telah berangkat dari New York dan tiba di Aceh pada 29 Agustus dengan membawa 260 pasukan Marines.

Pada 5 Februari 1832 kapal perang Amerika Potomac tiba di perairan Kuala Batee. Commodore John Downes berikutnya telah berhubungan dengan si pembelot Po Adam untuk mengetahui situasi di Kuala Batee. Menurut informasi yang diberikan Po Adam, bahwa Raja yang menjadi wakil Aceh sebagai administrator Kuala Batee, sama sekali tidak akan membayar ganti rugi yang dituntut Amerika. Commodore John Downes kemudian memutuskan untuk menyamarkan kapal dan krunya sebagai kapal dari Denmark untuk memasuki area pelabuhan Kuala Batee.

Penyamaran yang dibuat berhasil ketika orang-orang Aceh yang berpatroli di pantai tidak mencurigai kapal perang tersebut. Dia kemudian mengirim pengintai untuk ke darat untuk mengetahui posisi dan kekuatan militer Kuala Batee. Namun demikian kehadiran mereka akhirnya berhasil dilacak tim Aceh.

Sebelum meninggalkan Kuala Batee, Kapal Potomac telah membombardir pelabuhan dengan meriam-meriamnya. Pelabuhan yang disebut Amerika dengan Kuallah Battoo itu akhirnya hangus terbakar tinggal puing-puingnya saja. Dalam pembedilan tersebut dikatakan lebih dari 300 orang penduduk lokal telah maut. Sebelum kapal Potomac berlabuh pulang beberapa orang Raja dari protektorat Acheh yang sebelum ini turut sama berjuang di medan perang menyerah dan merayu agar negeri mereka tidak diserang seperti Kuala Batee. Downes kemudian berjanji tidak akan menyerang negara-negara yang bertetangga dengan Kuala Batee, asalkan penduduk lokal tidak menyerang lagi kapal-kapal Amerika.

Sebenarnya tidak semua orang Amerika yang setuju dengan penyerangan itu. Media bisnis di Amerika, Nile s Weekly Register mengecam habis-habisan penyerangan tersebut. Namun, Presiden Jackson, berusaha untuk menutup peristiwa tersebut dari publik.

Dalam peristiwa ini kita bisa lihat bahwa kebiadapan Amerika dan sikap suka mengganggu ketentraman negara lain adalah suatu yang tidak asing dan telah dipraktikkan mereka sejak dulu. Terlepas dari wanita atau anak-anak, tentara Amerika dengan kejam membunuh seluruh penduduk kampong di Kuala Batee. Semoga kisah ini menjadi peringatan kepada kita, bahwa Amerika dan konco-konconya sanggup melakukan apa saja untuk menguasai ekenomi, politik dan sosial negara lain untuk mencapai tujuan New World Order mereka. Jadi waspadalah anak Melayu sekalian. Apalagi mereka mampu mengirim tentara ke Alam Melayu hampir dua abad yang lalu apalagi di masa sekarang.

Sumber

by

kecoeboeng

Ingin Kuasai Asia, AS Akan Bangun Pangkalan Militer Besar di Asia

Setelah militernya mendekati Indonesia dengan mengumbar janji akan memodernisasi TNI, kini AS mulai kembali melirik negara tetangga ASEAN, yaitu Filipina. Melalui Komandan Armada Pasifik, Laksamana Harry Harris, AS mengungkapkan niatnya untuk menambah dan memperluas kehadiran pasukannya di negara kepulauan itu dengan membangun kembali pangkalan militer nya di kawasan ASIA Pasifik.

Semua maklum, semakin gencarnya lobi dan kehadiran AS di Asia Tenggara merupakan bagian dari rencana AS untuk membangun “poros Asia”. Rencana pembangunan pangkalan militer itu digalakkan menyusul nafsu Amerika Serikat untuk terlibat dalam ketegangan di kawasan Laut China Selatan yang terus meningkat setelah China mengklaim perariran yang dipersengketakan.

Namun, rencana itu mendapat tentangan dari pemerintah Filipina. Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, kesepakatan akhir (membangun pangkalan militer AS) ditangguhkan karena Manila bersikeras untuk mendapatkan akses ke seluruh fasilitas sementara AS. Dan di saat yang sama, menolak permintaan untuk mengizinkan AS mendirikan pangkalan di luar kamp Filipina.

“Masalahnya,” lanjut sumber itu, “AS menginginkan kendali penuh termasuk mengibarkan bendera AS sendiri di daerah tertentu. Itu akan memicu tantangan konstitusional.” Konstitusi Filipina membutuhkan perjanjian yang dibicarakan bersama AS sebelum AS dibolehkan menyiapkan fasilitas mandiri.

Menjelaskan status hukum saat ini yang terkait dengan kehadiran AS di negara itu, Ramon Casiple, direktur eksekutif Institute of Political and Electoral Reforms, mengatakan, “Terdapat sebuah kamp Amerika dalam pangkalan Filipina dan dikendalikan bersama oleh para komandan Amerika dan Filipina. Menurut teori, itu berarti seorang komandan Filipina dapat memasuki kamp AS setiap saat. Kenyataannya, prajurit AS tidak membiarkan siapa pun memasuki kamp AS tanpa seizin komandan kamp AS.”

Casiple mengatakan, salah satu solusi yang sedang dipertimbangkan adalah Filipina mendirikan pangkalan di Subic Bay, yang akan digunakan AS. Subic Bay, bekas pangkalan angkatan laut AS yang menghadap Laut Cina Selatan. ditinggalkan AS pada 1992 setelah Filipina menuntut dibuatnya perjanjian formal atas pangkalan itu. Poin yang mencuat saat itu adalah tuntutan Manila untuk menghukun personil AS atas kejahatan serius seperti pemerkosaan dan pembunuhan warga Filipina.

8 Tahun Lagi, Perang Beralih ke Asia Pasifik!
Persiapan Tahun 2020:
Penempatan 60% Militer AS di Australia Fokus ke Asia, Penyadapan Antar Negara Marak Pula, “Zona Perang” AS dari Timur Tengah Kini Beralih ke Asia

Langkah pemerintah Amerika Serikat mengubah fokus mereka ke Asia akan semakin membebani Indonesia sebagai negara berpengaruh di ASEAN. Indonesia dituntut memainkan peranan pendorong dan penyeimbang berbagai konflik di Asia.

Hal ini disampaikan oleh Professor Ann Marie Murphy, peneliti senior di Weatherhead East Asia Institute, Columbia University.

Menurut Murphy, Indonesia akan memiliki peran penting dalam menyokong ASEAN dari belakang.

Keterlibatan AS di Asia yang mendukung negara-negara sekutunya akan membuat konflik semakin panas. Penambahan pasukan AS di Asia juga membuat ketegangan meningkat.

“Sama seperti saat Irak akan digempur melalui persiapan Operation of Enduring Freedom, dimana saat ini Indonesia sama juga “sudah terkurung” seperti Irak, oleh pangkalan-pangkalan AS yang berada di Christmas Island, Cocos Island, Darwin, Guam, Philippina, Malaysia, Singapore, Vietnam hingga kepulauan Andaman dan Nicobar beserta sejumlah tempat lainnya.”

Baca juga ini: Waspada, Zona Perang AS dari Timur Tengah Kini Beralih ke Asia

Tiga Kapal China Memasuki Perairan Sengketa Dengan Jepang

Tiga kapal penjaga pantai China berlayar melalui perairan kepulauan yang dikuasai Tokyo di Laut China Timur, Ahad, sehingga menjadi insiden terbaru dalam pertikaian wilayah antara kedua negara Asia itu.


Kapal-kapal China memasuki perairan 12 mil laut lepas pantai dari kepulauan Senkaku, yang juga diklaim China dan menamakannya Diaoyu sekitar pukul 9.00 waktu setempat (07.00WIB) dan meninggalkan daerah itu sekitar dua jam kemudian, kata Penjaga Pantai Jepang.

Itu adalah pertama kali tahun ini kapal-kapal milik pemerintah China memasuki zona itu dan pelanggaran pertama dalam enam hari.

Badan Kelautan Negara China mengatakan di lamannya: “Pada 23 Februari, kapal-kapal penjaga pantai China 2151,2113 dan 2102 berpartoli bersama di perairan wilayah Kepulauan Diaoyu China”.

Kapal-kapal dan pesawat China secara reguler mendekati kepulauan Laut China Timur — yang diperkirakan memiliki cadangan sumber-sumber alam luas– setelah Jepang menasionalisasi beberapa pulau pada September 2012. Hal ini meningkatkan serangkaian insiden dalam sengketa wilayah.

Kekhawatiran terjadi konflik meningkat November ketika China memberlakukan Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) di Laut China Timur dan mengatakan pihaknya mengharuskan pesawat yang melintas daerah itu harus memberitahu.

Washington marah atas tindakan itu dan mengatakan itu akan dapat menimbulkan kebingungan di kawasan udara tersebut.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry memperingatkan Beijing atas tindakan-tindakan sepihak dalam menetapkan satu zona pertahanan udara serupa di Laut China Selatan, yang juga menyebabkan Filipina mengeluarkan pernyataaan kecemasannya akan klaim-klaim maritim China itu.

Awal bulan ini,diplomat penting AS itu mengatakan AS akan mempertahankan Jepang dalam menghadapi serangan termasuk terhadap kepulauan yang disengketaan di Laut Cina Timur itu.

Gagal dalam usahanya sebagai pengendali tunggal terhadap Selat Malaka, Amerika sepertinya tidak kehilangan akal. Sekarang mencoba taktik baru, secara aktif mendorong Indonesia sebagai sekutu terdepan di Asia Tenggara. Itulah sebabnya negara Paman Sam ini berusaha menjalin kerjasama dalam bidang militer-strategis.

Tujuan akhir yang hendak dicapai, apalagi kalau bukan untuk memperoleh akses bebas terhadap sumberdaya alam Indonesia dengan membangun pangkalan militer di wilayah NKRI, guna mengontrol selat Malaka.

Selain itu, melalui taktik ini, Amerika berharap sekaligus dapat mengendalikan dua negara Asia Tenggara lainnya, yaitu Malaysia dan Thailand. Dan kalau taktis ini berjalan lancar, praktis kedua negara ASEAN tersebut bisa diawasi oleh Amerika melalui wilayah Indonesia.

Sisi strategis Indonesia di mata Gedung Putih ada dua. Pertama, karena lokasi geostrategis Indonesia yang kaya akan sumberdaya alam. Akan tetapi, yang jauh lebih penting, karena kewibawaan dan pengaruhnya yang besar di kalangan negara-negara ASEAN, sehingga Amerika berusaha memanfaatkan kemampuan Indonesia.

http://forum.viva.co.id/politik/1510152-ingin-kuasai-asia-akan-bangun-pangkalan-militer-di-filipina.html

Detik-Detik Asteroid Terdahsyat Hantam Bulan

Menjadi yang terpanjang, paling terang yang pernah tercatat

 Sandy Adam Mahaputra, Amal Nur Ngazis

Foto ilustrasi asteroid menghantam bulan
Foto ilustrasi asteroid menghantam bulan (Daily Mail)

Bumi beruntung memiliki asmosfer yang dapat meminimalkan serangan astroid. Tanpa atmosfer, batu antariksa dapat lebih dahsyat menghantam dan meledak di permukaaan bumi.

Tak seperti Bumi, Bulan lebih sering diserang (diterpa -admin blog) asteroid, makanya permukaan bulan penuh dengan kawah. Cekungan kawah itu diakibatkan hantaman astroid yang langsung menuju permukaan bulan.

Sebagaimana diketahui Bulan tak memiliki lapisan atmosfer seperti halnya Bumi. Untuk itu serangan astroid dapat memunculkan cahaya terang saat menghantam permukaan bulan.

Apabila beruntung, Anda dapat melihat cahaya terang itu. Seperti astronom Spanyol, Jose Maria Madiedo, yang juga profesor University of Huelva, Royal Astronomical Society (RAS), Inggris Raya mengaku pernah melihat serangan asteroid ke Bulan pada 11 September tahun lalu.

Saat itu, kata Madiedo, ia tengah mengoperasikan dua teleskopnya, lalu melihat selintas nyala terang yang hampir seterang belahan Bumi utara.

RAS menjelaskan cahaya terang itu akan terlihat dengan mata telanjang bagi siapa yang saat itu, kebetulan melihat bulan dalam kondisi terang benderang dan jelas.

Madiedo mengatakan saat itu, cahaya terang hasil tabrakan asteroid ke Bulan, disebutkan berlangsung selama delapan detik. Insiden cahaya asteroid ini menjadi yang terpanjang, paling terang yang pernah tercatat.

“Pada saat itu saya menyadari, bahwa saya telah melihat peristiwa yang sangat langka dan luar biasa,” ujar Madiedo berkisah kepada RAS.

Dua Rekaman
Sebagai bukti, Madiedo memiliki dua rekaman video yang menangkap asteroid itu. Namun, untuk memperjelas tumbuhan itu secara rinci, peneliti membuat video grafis dari komputer.
Asteroid sebesar kulkas yang disaksikan Madiedo itu diperkirakan melaju dengan sangat cepat, 61 ribu Km per jam, batu antariksa itu kemudian berubah menjadi cair, menguap menciptakan cahaya terang dan menciptakan kawah berdiameter 40 meter.
Energi batu angkasa berbobot 400 kg dan berdiameter antara 60 cm dan 1,4 meter itu diperkirakan sekitar 15 ton TNT, tiga kali lebih dahsyat dari tabrakan terdahsyat asteroid sebelumnya pada Maret 2013.
Sebagai perbandingan, asteroid selebar 20 meter yang menghantam kota Chelyabinsk, Rusia, Febuari tahun lalu diperkirakan memiliki energi 13 ribu ton. Asteroid Chelyabinsk itu pun dikategorikan sebagai asteroid berukuran sedang. (ren)

Rabu, 26 Februari 2014, 13:32
© VIVA.co.id

Kopi yang Mampu Merevolusi Eropa

KOPI luwak pernah bikin heboh. Sebabnya, rencana pengharaman kopi luwak oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Setelah melalui perdebatan hangat, MUI akhirnya mengeluarkan fatwa, bahwa kopi luwak mengandung najis, namun halal, jika dicuci terlebih dulu sebelum dikonsumsi. Menilik sejarahnya, hukum halal-haram kopi, juga sudah diperdebatkan oleh kaum agamawan. Pelarangan kopi dipercaya hampir setua umur kopi mulai dikonsumsi manusia. Hal ini dapat diketahui dari sebuah cerita rakyat di daerah Abyssinia, sekarang Ethiopia. Dikisahkan, seorang penggembala bernama Kaldi melihat kambing-kambingnya kegirangan setelah memakan buah menyerupai beri merah yang belum pernah dia lihat. Dia pun mencicipinya dan merasakan efek rasa segar. Ketika dia memberi tahu orang-orang, popularitas buah ini segera meroket di daerah tersebut.Tapi tak semua orang berpikir seperti Kaldi. Para agamawan setempat, yang mencurigai efek energi dari buah itu, segera menganggap gejala tersebut sebagai “pekerjaan setan”. Barulah setelah tahu buah itu dapat membantu mereka begadang untuk melakukan ibadah, buah yang di kemudian hari dikenal sebagai kopi ini legal dikonsumsi.

 

Kronik sekira tahun 1600, yang berisi sekelompok pemuka gereja mendatangi Paus Clement VIII untuk memintanya memfatwa haram kopi, menggambarkan betapa asingnya mereka terhadap kopi. Catatan Sir George Sandys, penyair asal Inggris, pada 1610 masih menunjukkan hal yang sama. Dia menulis, orang-orang Turki bisa ngobrol hampir sepanjang hari sambil menyeruput minuman yang digambarkan sebagai “sehitam jelaga, dan rasanya tak biasa”. Sandys juga mengatakan bahwa minuman ini, “sebagaimana mereka (orang-orang Turki) bilang, membuat plong pencernaan dan menyegarkan tubuh.”

Baru pada 1615 orang-orang Eropa secara formal berkenalan dengan kopi. Saat itu para pedagang dari Venezia, Italia, membawa pulang kopi dari daerah Levant, yang kini dikenal sebagai area Timur Tengah, meliputi Israel, Yordania, Libanon, dan Syiria. Setahun kemudian, sebagaimana ditulis pemilik situs gallacoffee.co.uk, James Grierson, dalam artikel “History of Coffee: Part III – Colonisation of Coffee”, giliran orang Belanda yang membawa kopi dari daerah Adan, Yaman, lalu membudidayakannya, dari Ceylon (sekarang Sri Lanka) hingga ke Nusantara. Belanda akhirnya memetik hasil. Mereka memonopoli industri kopi dunia, bahkan bisa menentukan harga. Puncaknya, pada 1700-an, kopi produksi Jawa bersaing dengan kopi asal Mocha,Yaman, sebagai produk kopi paling populer di dunia.

Awalnya orang-orang Eropa memperlakukan kopi sebagai bahan medis yang memberikan efek positif buat tubuh. Harganya mahal. Umumnya dikonsumsi masyarakat kelas atas. Pada 1650-an, ketika penjaja minuman lemon di Italia mengikutsertakan kopi sebagai barang jualannya, sementara kedai-kedai kopi di Inggris bermunculan, minuman ini mulai menemukan dimensi sosialnya; dikonsumsi sembari berbincang-bincang.

Saat kopi mulai menyebar ke negara-negara besar Eropa, cerita lama berulang kembali. Muncul pihak-pihak yang menentangnya. Menurut Linda Civitello dalam Cuisine and Culture: A History of Food and People, pada 1679, dokter-dokter dari Prancis membuat catatan buruk tentang kopi. Dikatakannya, “…dengan penuh kengerian bahwa kopi membuat orang tak lagi doyan wine.” Serangan ini disusul oleh seorang dokter muda yang menganggap kopi dapat  mengakibatkan keletihan, menimbulkan hal-hal buruk pada otak manusia, menggerogoti fungsi tubuh, serta biang keladi impotensi.

Pihak yang membela pun segera bersuara. Seorang dokter, juga asal Prancis, Philippe Sylvestre Dufour, menerbitkan buku yang menilai positif minuman eksotik ini. Lalu pada 1696, seorang dokter Prancis juga mengatakan kopi baik untuk tubuh dan menyegarkan kulit. Namun, sebagaimana akan kita lihat nanti, oposisi terhadap kopi tak berhenti sampai di sini.

Ketika mulai menemukan dimensi sosialnya, kopi tak lagi sekadar minuman yang rutin dikonsumsi, tapi juga terlibat dalam banyak perubahan sosial-politik di Eropa. Linda Civitello mengatakan, untuk kali pertama orang (Eropa) memiliki alasan untuk berkumpul di ruang publik tanpa melibatkan alkohol. Kegiatan ini pun berkembang menjadi rutinitas sosial yang bersifat politis. Sebagaimana ditulis situs The Economist pada 7 Juli 2011, “Back to the coffee house”, pada era tersebut konsep media massa belum lagi dikenal. Berita tersebar dari mulut-ke mulut di kedai-kedai kopi, melalui proses dialogis.

Para penguasa yang deg-degan, karena khawatir hal-hal politik dibincangkan orang di kedai-kedai kopi, mulai ambil kuda-kuda. Kekhawatiran itu tak berlebihan. Sejarawan Prancis, Michelet, dikutip Mark Pendergrast dalam Uncommon Grounds: The History of Coffee and How it Transformed Our World, menggambarkan penemuan kopi sebagai revolusi yang menguntungkan dan mampu memunculkan kebiasaan-kebiasaan baru, bahkan memodifikasi temperamen manusia. Ide-ide yang beredar dalam diskusi di kedai-kedai kopi pada akhirnya terakumulasi dalam peristiwa Revolusi Prancis.

Di Jerman, popularitas kopi mengganggu penguasanya, Frederick the Great. Pada 1777, dia mengeluarkan manifesto yang mendukung minuman tradisional Jerman, bir: “Menjijikkan melihat meningkatnya kuantitas kopi yang dikonsumsi rakyatku, dan implikasinya, jumlah uang yang keluar dari negara kita. Rakyatku harus minum bir. Sejak nenek moyang, kemuliaan kita dibesarkan oleh bir.” Hal serupa sempat terjadi di Prancis ketika kopi mulai menyaingi wine. Sementara di Inggris, King George II memusuhi kopi lantaran orang-orang yang berkumpul di kedai-kedai kopi kerap mengolok-olok dirinya.

Namun tak ada perlawanan paling keras terhadap eksistensi kedai kopi di London ketimbang Women’s Petition tahun 1674, yang memrotes terbuangnya waktu para lelaki di kedai kopi, serta tak memungkinkannya perempuan berkunjung ke kedai kopi, sebagaimana di Prancis. Lalu, pada 29 Desember 1675 Raja Inggris Charles II mengeluarkan pernyataan tentang Pelarangan Kedai Kopi, dengan alasan membuat orang mengabaikan tanggungjawab sosial serta mengganggu stabilitas kerajaan. Suara-suara protes pun bermunculan di London. Klimaksnya, dua hari sebelum aturan itu berlaku, raja mengundurkan diri.

Di bagian lain Eropa, yakni Wina, Austria, perkenalan negeri ini dengan kopi seperti mengulang kisah klasik yang pernah terjadi di tempat lain. Juli 1683, pasukan Turki yang dipukul mundur meninggalkan beragam barang, termasuk lima ratus karung besar berisi kacang aneh, yang dianggap para tentara sebagai makanan unta. Karena ternyata unta-unta tak doyan, mereka lemparkan ratusan karung tersebut ke api. Kolschitzky, seorang tentara yang pernah tinggal di Jazira Arab, terbangun oleh aroma kopi terbakar tersebut.

“Demi Maria Yang Suci!” teriak Kolschitzky. “Yang kalian bakar itu kopi! Kalau kalian tak tahu gunanya, berikan padaku.” Makan dengan bekal tersebut ia membuka kedai kopi yang termasuk generasi awal di Wina. Beberapa dekade kemudian, kopi mewarnai kehidupan intelektual di kota tersebut.

Namun gambaran kedai kopi tak melulu didominasi catatan positif. Begitu terbukanya tempat-tempat seperti ini membuat orang dari berbagai latar belakang kelas sosial dan karakter, bertemu bersamaan. Karenanya, seperti digambarkan sebuah catatatan yang dikutip Mark Pendergrast, di kedai kopi orang membaca, mengobrol; lalu-lalang orang, para perokok, dan beragam aroma bercampur jadi satu, tak ubahnya kabin tongkang.

Negara-negara lain di Eropa mulai mengenal kopi sekitar periode yang sama. Sementara negara-negara Skandinavia, yang paling buncit berkenalan dengan kopi, sebagaimana data tahun 2002 yang tertera di nationmaster.com, kini malah menjadi wilayah yang konsumsi kopi perkapitanya tertinggi di dunia.
by

hikmahayah

Sejarah Melayu, Teori Sundaland dan Naskah Wangsakerta

Menurut Teori Antropologi, Bangsa Melayu berasal dari percampuran dua bangsa, yaitu Proto Melayu dan Deutero Melayu. Proto Melayu adalah ras Mongoloid, diperkirakan bermigrasi ke Nusantara sekitar tahun 2500-1500 SM, kemungkinan mereka berasal dari daerah : Provinsi Yunnan di selatan Cina, New Guinea atau Kepulauan Taiwan.

Sementara Bangsa Deutero Melayu berasal dari dataran Asia Tengah dan Selatan, yang datang ke Nusantara pada sekitar tahun 300 SM. Diperkirakan kedatangan Deutero Melayu membawa pengaruh budaya India yang kuat dalam sejarah Nusantara dan Asia Tenggara.

Proto Melayu dan Sundaland

Sebagaimana kita pahami bersama, setelah terjadi Peristiwa Bencana Nabi Nuh pada sekitar tahun 11.000 SM (13.000 tahun yang lalu), semua peradaban di bumi hancur dan yang tinggal hanya Keluarga Nabi Nuh beserta pengikutnya.

Sekelompok pengikut Nabi Nuh yang selamat, kemudian membangun peradaban di kawasan Sundaland. Di kemudian hari, di sekitar Sundaland menjadi sebuah Pusat Peradaban, yang dikenal sebagai Peradaban Atlantis.

Pada sekitar tahun 9.600 SM, menurut catatan Plato, Peradaban Atlantis ini hancur dilanda banjir. Penduduk Atlantis berpencar ke seluruh penjuru bumi. Mereka kemudian menjadi leluhur bangsa-bangsa di Asia Timur, seperti ras Mongoloid dan Altai (Sumber : Menyoal Asal-usul Identitas Bangsa Melayu dan Patung Sphinx, Bukti Arkeologis Bencana Nuh 13.000 tahun yang silam).

Setelah situasi di Nusantara dirasakan cukup tenang, ada sekelompok kecil dari bangsa Atlantis yang mulai “pulang kampung”. Dan pada puncaknya, mereka datang dalam jumlah besar, pada sekitar tahun 2.500 SM – 1.500 SM. Mereka ini kemudian dikenal sebagai bangsa Proto Melayu.

Teori Out of Sundaland

Keberadaan Peradaban di Sundaland, dikemukakan Profesor Aryso Santos dari Brasil, melalui bukunya Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitive Localization of Plato’s Lost Civilization (2005). Di dalam bukunya itu, Profesor Santos menyatakan, Sundaland adalah benua Atlantis, yang disebut-sebut Plato di dalam tulisannya Timeus dan Critias.

Sebelumnya pada tahun 1998, Oppenheimer menerbitkan buku berjudul,”Eden in the East: The Drowned Continent of Southeast Asia”. Secara singkat, buku ini mengajukan tesis, bahwa Sundaland pernah menjadi suatu kawasan berbudaya tinggi, tetapi kemudian tenggelam, dan para penghuninya mengungsi ke mana-mana (out of Sundaland), yang pada akhirnya menurunkan ras-ras baru di bumi.

Hipotesis ini ia bangun berdasarkan penelitian atas geologi, arkeologi, genetika, linguistk, dan folklore atau mitologi. Berdasarkan geologi, Oppenheimer mencatat bahwa telah terjadi kenaikan permukaan laut dengan menyurutnya Zaman Es terakhir. Laut naik setinggi 500 kaki pada periode 14.000-7.000 tahun yang lalu dan telah menenggelamkan Sundaland. Arkeologi membuktikan bahwa Sundaland mempunyai kebudayaan yang tinggi sebelum banjir terjadi. Kenaikan permukaan laut ini telah menyebabkan manusia penghuni Sundaland menyebar ke mana-mana mencari daerah yang tinggi.

Dukungan bagi hipotesis Oppenheimer (1998), datang dari sekelompok peneliti arkeogenetika yang sebagian merupakan rekan sejawat Oppenheimer. Kelompok peneliti dari University of Oxford dan University of Leeds ini mengumumkan hasil peneltiannya, melalui jurnal berjudul “Molecular Biology and Evolution” edisi Maret dan Mei 2008, yakni pada makalah berjudul “Climate Change and Postglacial Human Dispersals in Southeast Asia” (Soares et al., 2008) dan “New DNA Evidence Overturns Population Migration Theory in Island Southeast Asia” (Richards et al., 2008).

Richards et al. (2008) berdasarkan penelitian DNA menantang teori konvensional saat ini bahwa penduduk Asia Tenggara (Filipina, Indonesia, dan Malaysia) datang dari Taiwan 4000 (Neolithikum) tahun yang lalu. Tim peneliti menunjukkan justru yang terjadi adalah sebaliknya, bahwa penduduk Taiwan berasal dari penduduk Sundaland, yang bermigrasi akibat Banjir Besar di Sundaland.

Ciri garis-garis DNA menunjukkan penyebaran populasi pada saat yang bersamaan dengan naiknya permukaan laut di wilayah ini, dan juga menunjukkan migrasi ke Taiwan, ke timur (New Guinea dan Pasifik), dan ke barat (daratan utama Asia Tenggara), terjadi dalam masa sekitar 10.000 tahun yang lalu.

Sementara itu Soares et al. (2008) menunjukkan bahwa haplogroup E (Note : mungkin yang dimaksud haplogroup O), yang merupakan komponen penting dalam keanekaragaman mtDNA (DNA mitokondria), secara dramatik tiba-tiba menyebar ke seluruh pulau-pulau Asia Tenggara pada periode sekitar awal Holosen, pada saat yang bersamaan dengan tenggelamnya Sundaland menjadi laut-laut Jawa, Malaka, dan sekitarnya.

Lalu komponen ini mencapai Taiwan dan Oseania, pada sekitar 8.000 tahun yang lalu. Ini membuktikan bahwa global warming dan sea-level rises pada ujung Zaman Es 14.000–7.000 tahun yang lalu, sebagai penggerak utama human diversity di wilayah ini (Sumber : mail-archive).


Peta Sebaran Gen di Asia Tenggara, diambil dari L. Jin et. al

Migrasi Deutero Melayu menurut Naskah Wangsakerta

Setelah selama ribuan tahun Bangsa Proto Melayu mendiami Nusantara. Pada sekitar tahun 300 SM, datang bangsa pendatang, yang dikemudian hari dikenal dengan nama Deutero Melayu.

Teori Migrasi Deutero Melayu, ternyata bukan berasal dari Sejarawan Barat (Belanda), seperti NJ. Krom, Eugene Dubois, JG. de Casparis dan sebagainya, melainkan berasal dari seorang sejarawan Nusantara, yang bernama Pangeran Wangsakerta, beliau diperkirakan hidup pada pertengahan abad ke-17M.

Melalui Naskah Wangsakerta, beliau menuturkan Silsilah Aki Tirem (Sesepuh masyarakat Salakanagara, pada abad 1 Masehi), sebagai berikut :

“Aki Tirem putera Ki Srengga putera Nyai Sariti Warawiri puteri Sang Aki Bajulpakel putera Aki Dungkul putera Ki Pawang Sawer putera Datuk Pawang Marga putera Ki Bagang putera Datuk Waling putera Datuk Banda putera Nesan”

Selanjutnya ia menulis, leluhur Aki Tirem bernama Aki Bajulpakel berdiam di Swarnabumi (Sumatera) bagian Selatan, kemudian Datuk Pawang Marga berdiam di Swarnabumi bagian Utara dan Datuk Banda berdiam di Langkasungka India.

Dari penyelusuran Genealogy di atas, nampak jelas bahwa jalur migrasi bangsa Deutero Melayu, adalah bermula dari tanah India, lalu memasuki Nusantara melalui Swarnabumi (Sumatera) dan kemudian menuju ke pulau Jawa (Sumber : Teori Antropologi “Migrasi Deutero Melayu”, ditemukan Panembahan Tohpati, Sejarawan Nusantara abad ke-17M).

Keragaman leluhur penduduk Nusantara, semakin diperkaya dengan kehadiran keturunan Nabi Ibrahim, dari Dinasti Pallawa yang dikenal sebagai Dewawarman I (Sumber : (Connection) Majapahit, Pallawa dan Nabi Ibrahim ?). Di kemudian hari Dewawarman I menjadi penguasa di Salakanagara, dan menikah dengan anak Aki Tirem, yang bernama Pohaci Larasati.

by

pepes

Nenek 80 thn 150 Kali PushUp dan SitUp Setiap Hari

Seorang Nenek dari China memproklamasikan pada dunia, bahwa tidak ada kata terlambat untuk berolah raga membentuk tubuh yang sehat. Si Nenek berusia 80thn yang bernama Li Guochuan ini menghabiskan waktunya 3 tahun terakhir dengan push up dan sit up 150 kali/hari di lapangan basket sekitar rumahnya, dia juga sering menantang pemuda pemudi setempat bermain basket ball.

Sumber : http://www.d-banx.blogspot.com/2014/…ushup-dan.html

by

ridoblax's Avatar ridoblax

  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

    Join 153 other followers

  • February 2014
    M T W T F S S
    « Jan   Mar »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    2425262728